alexametrics

Terjadi Kendala Software, Tesla Tarik Versi Baru Full-Self Driving

RR Ukirsari Manggalani
Terjadi Kendala Software, Tesla Tarik Versi Baru Full-Self Driving
PerusahaanTesla Incorporation di California [ANTARA via Reuters/Stephen Lam).

Tesla melakukan pembaruan software versi beta pada FSD atau fitur mengemudi semi-otonomnya.

Suara.com - Tesla Incorporation menarik kembali versi terbaru Full Self-Driving (FSD) dari software versi beta. Kejadian ini terjadi kurang dari sehari setelah fitur dirilis.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, keputusan recall ini diambil setelah pengguna mengeluhkan peringatan tabrakan palsu dan masalah lainnya.

"Melihat beberapa masalah dengan 10.3, sementara mundur gunakan 10.2," ungkap Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (25/10/2021).

Full Self-Driving (FSD) sendiri adalah teknologi mengemudi semi-otonom Tesla.

Baca Juga: Best 5 Oto: BMW 320i Dynamic dan Wuling Formo S Produk Baru Pekan Ini, Judika Geber Trail

Mengemudikan mobil Tesla dengan situasi siang hari yang cukup panas, menggunakan kaca film dengan tingkat gelap 20 persen [Dok PT V-Kool Indo Lestari].
Dasbor sebuah unit Tesla dengan berbagai fitur terkini. Sebagai ilustrasi  [Dok PT V-Kool Indo Lestari].

"Harap dicatat, ini diuji dengan perangkat lunak beta. Tidak mungkin menguji semua konfigurasi perangkat keras dalam semua kondisi dengan QA internal (penjaminan kualitas), maka beta (dibuat) publik," jelasnya.

Rilis sistem bantuan mengemudi baru untuk beberapa pemilik model Tesla, yang menurut perusahaan menampilkan beberapa peningkatan, telah diumumkan pada hari Jumat (22/10/2021).

Pada hari Sabtu (24/10/2021), Elon menyebutkan bahwa rilis mungkin akan ditunda satu hari.

"Regresi beberapa belokan kiri di lampu lalu lintas ditemukan oleh QA internal di 10.3. Perbaikan dalam pekerjaan, mungkin rilis besok," katanya saat itu.

Produk-produk Tesla yang disemat software perangkat lunak 10.3 terbaru berulang kali memberikan "Peringatan Tabrakan Maju" bahkan ketika tidak ada bahaya langsung, demikian menurut unggahan video pengguna beta. Beberapa kendaraan juga secara otomatis mengerem tanpa alasan, kata pengguna di postingan media sosial.

Baca Juga: Tertangkap Uji Jalan, Tesla Cybertruck Mulai Masuk Jalur Produksi?

Beberapa pengguna mengatakan mereka kehilangan software FSD versi beta sepenuhnya setelah mengalami masalah dengan iterasi terbaru.

Tidak ada informasi terbaru tentang kemungkinan tanggal baru untuk rilis, baik dari Elon Musk di media sosial maupun dari Tesla.

Sementara itu, pihak Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) pada Agustus 2021 membuka penyelidikan keamanan formal ke dalam sistem Autopilot Tesla di 765 ribu kendaraan di Negeri Paman Sam, setelah terjadi serangkaian kecelakaan yang melibatkan beberapa model Tesla.

Komentar