alexametrics

Survei: Pengemudi Mobil Brand Tertentu Dinilai Memiliki Emosi Datar

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Survei: Pengemudi Mobil Brand Tertentu Dinilai Memiliki Emosi Datar
Road rage. Sebagai ilustrasi emosi saat mengemudikan mobil [Shutterstock].

Bagaimana perasaan pengemudi di balik setir? Emosional atau cenderung datar? Ini penelitiannya.

Suara.com - Scrap Car Comparison mengadakan sebuah penelitian tentang emosi para pengemudi mobil dan hasilnya disebutkan sebagai berikut. Mereka yang memegang setir kendaraan brand BMW dan Audi memiliki kecenderungan emosi terlalu datar bila dibandingkan pengemudi mobil merek lain.

Sehingga disebutkan lebih lanjut bahwa cara membawa mobilnya kurang melibatkan perasaan.

Studi ini dilakukan pada awal November 2021 terhadap 2.000 pengemudi di Inggris. Setiap peserta menyatakan merek, pelat nomor kendaraan, dan warna mobil yang dikendarainya dan kemudian melakukan tes psikopati dengan skor 0 sampai 36.

Ilustrasi seorang lelaku mengepalkan tangannya karena marah saat berkendara. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang pengemudi menunjukkan emosi saat berkendara. [Shutterstock]

Skor antara 0-18 menunjukkan individu yang berpikiran sehat, tetapi pengemudi yang dinilai memiliki kondisi emosi datar berada pada skor 19-26 atau bahkan di atasnya.

Baca Juga: Pengamat Otomotif: GIIAS Menjadi Pentas Carmaker Menyasar Konsumen Segmen Low MPV

Dari skor rata-rata yang diperoleh dari 2.000 peserta adalah 6,6. Sementara pengemudi dari semua merek rata-rata di bawah 18.

Para peneliti merasa perlu membuat bagan peringkat untuk menunjukkan pengemudi merek mana yang memiliki kecenderungan emosi paling banyak.

Seperti dikutip dari Carscoops, pengemudi BMW menempati urutan pertama untuk kelompok yan tidak terlalu melibatkan perasaan, dengan skor rata-rata 12,1. Diikuti pengemudi Audi dengan 11,7 di tempat kedua.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang tidak begitu melibatkan emosi memilih mobil dengan kisi-kisi besar dan pembuat mobil premium Jerman.

Menurut orang-orang yang melakukan survei, temuan menunjukkan bahwa kelompok pengemudi ini mungkin lebih cenderung menunjukkan sifat tak beremosi, sehingga bisa terlihat jumawa saat menggeber kendaraan. Begitu pula rasa bersalah tidak tampak jelas bila mengalami kejadian tertentu di jalan raya.

Baca Juga: Kunjungan SMK Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di Booth AFL GIIAS 2021

Begitupun, survei ini meski dikaji ulang karena jumlah responden dinilai kurang, dengan cara penelitian serta proses yang tidak dijelaskan secara rinci.

Sehingga bisa dikatakan survei yang dilakukan tidak cukup objektif sebagai sebuah hasil studi.

Komentar