facebook

Cara Unik Bikin Jera Pemobil yang Mabuk saat Berkendara, Dihukum Bersihkan Kamar Mayat

Yasinta Rahmawati | Gagah Radhitya Widiaseno
Cara Unik Bikin Jera Pemobil yang Mabuk saat Berkendara, Dihukum Bersihkan Kamar Mayat
Ilustrasi lelaki menyetir saat mabuk. [Shutterstock]

Ada yang berani untuk mengemudi dalam keadaan mabuk kalau hukumannya disuruh membersihkan kamar mayat?

Suara.com - Ketika berkendara di jalan, pemobil sebaiknya dalam kondisi sadar dan tidak mabuk. Hal ini guna mencegah agar tidak terjadi kecelakaan di jalan.

Tetapi beberapa kasus masih ditemukan di mana pemobil berkendara dalam keadaan mabuk.

Hal ini pun membuat pihak kepolisian setempat harus menerapkan kebijakan berupa hukuman kepada para pemobil yang berkendara dalam keadaan mabuk.

Pada umumnya, hukuman bisa berupa kurungan serta denda yang dibayar tunai. Namun hal tersebut tak berlaku di sebuah kota di negara Taiwan.

Baca Juga: Viral Wanita Berhijab Naik ke Atas Kap Mesin Mobil, Diduga Tengah Labrak Suami Bersama Pelakor

Pihak berwenang di Kota Kaohsiung, Taiwan memiliki cara unik untuk membuat efek jera para pemobil yang membawa kendaraan dalam kondisi mabuk.

Pemobil yang terciduk membawa mobil dalam keadaan mabuk akan dihukum untuk membersihkan kamar mayat sendirian.

Pemobil yang tertangkap mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk dihukum bersihkan kamar mayat (Odditycentral)
Pemobil yang tertangkap mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk dihukum bersihkan kamar mayat (Odditycentral)

Hal ini didasari karena pada bulan lalu terjadi kecelakaan hebat di Kota Kaohsiung dimana menewaskan satu orang keluarga dan tiga lainya mengalami luka-luka.

Alhasil pihak berwenang pun menerapkan kebijakan yang cukup unik.

Terdapat 11 pemobil mabuk pergi ke Kantor Manajemen Pemakaman Kota Kaohsiung untuk menerima hukuman mereka dan menghabiskan berjam-jam membersihkan kamar mayat, unit pendingin, dan krematorium.

Baca Juga: Cuitan Ardhito Pramono 10 Tahun Lalu Jadi Sorotan Publik, Sindir Pemobil yang Konsumsi Narkoba

"Saya menyeka pintu lemari es dan menyadari bahwa mungkin ada mayat manusia di dalamnya," kata salah satu orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk, dilansir dari Oddity entral.

"Saya tidak pernah dekat dengan kematian, dan itu terasa mengganggu. Saya benar-benar harus berhati-hati saat mengemudi di masa depan, dan saya tidak boleh minum dan mengemudi di jalan," tambahnya.

Sekretaris Urusan Sipil Yan Qingzhi mengatakan bahwa pemerintah kota secara ketat menerapkan langkah-langkah hukuman yang tak pandang bulu.

Pihak berwenang berharap melalui penerapan layanan dan pengalaman tenaga kerja seperti membersihkan rumah duka, penduduk setempat akan waspada terhadap diri mereka sendiri, menghormati kehidupan orang lain, menghentikan mengemudi dalam keadaan mabuk, serta meningkatkan keselamatan di jalan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar