Tak Hanya Jaga Performa Mesin, Pertamax Dex dan Dexlite Juga Lebih Ramah Lingkungan

Liberty Jemadu

Rabu, 23 Februari 2022 | 22:06 WIB
Tak Hanya Jaga Performa Mesin, Pertamax Dex dan Dexlite Juga Lebih Ramah Lingkungan
Pengendara mengisi bahan bakar Pertamax di SPBU Abdul Muis Jakarta, Senin(24/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas, termasuk di antaranya Pertamax series untuk jenis gasoline, maupun Pertamax Dex dan Dexlite untuk BBM bagi kendaraan diesel dinilai memiliki sejumlah keuntungan.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyatakan selain menjaga performa mesin, BBM berkualitas tersebut baik bagi kesehatan lingkungan.

“Banyak keuntungannya. BBM berkualitas juga bisa menurunkan beberapa unsur polutif, akibat pembakaran pada ruang bakar mesin,” kata Yannes dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/2/2022).

BBM berkualitas telah memenuhi persyaratan kualitas yang ketat, lanjutnya, oleh karena itu selain melindungi kesehatan manusia dan lingkungan juga memastikan bahwa mesin kendaraan dapat bekerja dengan aman.

Dalam konteks kesehatan manusia, jelasnya, secara ideal, hasil pembuangan motor bakar seperti karbon dioksida (CO2), uap air dan nitrogen seharusnya dapat ditekan serendah mungkin.

Dari sanalah pemakaian BBM berkualitas berperan sebab, dengan penggunaan BBM berkualitas, bisa membantu mengurangi efek rumah kaca dan emisi polutan udara lewat penurunan kadar NO dan NO2 (Nitrogen Monoksida dan Nitrogen Dioksida sering disebut NOx).

Di sisi lain, menurut dia Pertamax series, Pertamina Dex, dan Dexlite, juga mampu memastikan bahwa kendaraan secara kompatibel dapat beroperasi dengan bahan bakar tersebut.

“Artinya, tingkat oktan yang disuplai BBM tersebut sesuai dengan karakteristik kompresi kendaraan,” ujarnya.

Dikatakannya BBM berkualitas tersebut memang dirancang untuk kendaraan keluaran terbaru. Pertamax dengan RON 92, misalnya. memiliki faktor emisi (CO2) sebesar 69.300 kg CO2/TJ dan kandungan sulfur maks: 130 ppm. Bensin Pertamax cocok untuk kendaraan berkompresi mesin antara 9:1 sampai 10:1.

baca juga

Sementara Pertamax Turbo (RON 98), memiliki faktor emisi (CO2) sebesar 69.300 kg CO2/TJ dan kandungan sulfur maks: 50 ppm. Bensin jenis ini cocok bagi kendaraan berkompresi mesin antara 11:1 hingga 13:1.

Sedangkan Pertamina Dex, memiliki cetane number (CN) sebesar 53 dan kandungan sulfur maksimal 300 ppm. Pada Pertamina Dex, sudah ditambahkan aditif lubricity dan anti foaming of gas untuk melindungi mesin.

Untuk jenis Dexlite, memiliki CN sebesar 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm. BBM ini juga lebih baik dibandingkan solar biasa yang kandungan sulfur maksimal 2.500 ppm.

"Artinya, dapat menghasilkan tenaga yang lebih baik dari solar biasa. Kualitas hampir dekat dengan Pertamina Dex, namun harga jualnya lebih rendah dibandingkan Pertamina Dex," katanya.

Yannes menjelaskan, bahwa semakin tinggi cetane number (CN) semakin cepat bahan bakar mesin diesel terbakar setelah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan demikian, tenaga yang dihasilkan mesin diesel akan besar, pembakarannya lebih sempurna, lebih efisien, dan suara mesin menjadi lebih halus.

"Mesin diesel modern dengan common rail tentu lebih membutuhkan BBM dengan CN tinggi dan kandungan sulfur rendah guna memastikan mesin dapat lebih awet akibat tidak terjadi kerak pada ruang bakar,” katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Pertamina Naik, ESDM Ungkap Hitung-hitungan di Baliknya

Harga BBM Pertamina Naik, ESDM Ungkap Hitung-hitungan di Baliknya

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:38 WIB

Ikuti Pertamina, Harga BBM di SPBU Swasta Turut Naik, Berikut Daftarnya!

Ikuti Pertamina, Harga BBM di SPBU Swasta Turut Naik, Berikut Daftarnya!

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:21 WIB

Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter

Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:15 WIB

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

News | Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB

Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 20:20 WIB

Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua, Perkuat Transformasi

Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua, Perkuat Transformasi

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 18:12 WIB

Pertamina Resmi Gabungkan PET ke Patra Niaga

Pertamina Resmi Gabungkan PET ke Patra Niaga

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 17:55 WIB

BBM Non Subsidi September 2026 Naik: Beban Global atau Momentum Evaluasi?

BBM Non Subsidi September 2026 Naik: Beban Global atau Momentum Evaluasi?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:59 WIB

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Harga BBM Non-Subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Per 1 September 2026 Naik!

Harga BBM Non-Subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Per 1 September 2026 Naik!

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×