Ini Alasan Menambah Air di Tabung Reservoir Wiper Sebaiknya Tidak Diambil dari Keran

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 03 Maret 2022 | 15:53 WIB
Ini Alasan Menambah Air di Tabung Reservoir Wiper Sebaiknya Tidak Diambil dari Keran
Pemakaian wiper di saat hujan, gerakan berulang, bisa jadi ada kotoran atau debris tajam ikut menggores permukaaan. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/astrakanimages].

Suara.com - Wiper adalah salah satu komponen keamanan pada mobil yang sangat berguna saat hujan turun. Kaca depan yang membantu pandangan pengemudi bisa tampil tetap bersih karena perannya.

Dalam operasionalnya, wiper menyemprotkan air dari tabung reservoir. Karena itu, pengguna kendaraan mesti memperhatikan kondisi wiper fluid di tabung reservoir. Hendaknya selalu dijaga dalam volume yang aman.

Apabila terlihat berkurang, bolehkah isi ulang dengan menggunakan air keran?

Mengutip laman HSR, beberapa pakar ahli sepakat bahwa menggunakan air keran untuk mengisi ulang air wiper adalah hal yang tidak boleh dilakukan.

Ilustrasi keran air (pexels)
Ilustrasi air keran menetes  (Pexels)

Tentu saja alasannya cukup krusial karena terkait dengan kandungan dari masing-masing air yang ditambahkan.

Air wiper alias wiper fluid diproduksi menggunakan material atau bahan yang memiliki kandungan khusus.

Tujuannya agar mudah menyapu berbagai jenis kotoran yang ada di kaca mobil. Dengan begitu, penggunaannya sangat membantu para pengemudi mendapatkan visibilitas yang baik meskipun hujan.

Sementara, air keran memiliki kandungan yang berbeda dari wiper fluid. Materi kandungan air keran cenderung tidak diketahui. Hal ini bisa membawa dampak negatif atas kaca mobil.

Cairan yang digunakan untuk wiper harus memiliki kualitas yang baik. Mengingat fungsinya untuk membersihkan debu, oli, juga polutan yang menempel di kaca.

baca juga

Penggunaan sabun deterjen atau cairan pembersih yang sembarangan tidak akan membantu banyak. Busanya justru bisa merusak lapisan kaca dan mengganggu pandangan pengemudi ke arah depan.

Sama halnya dengan air keran yang bisa saja memiliki kandungan kapur atau lainnya dan berpotensi menciptakan kerak menyebalkan pada penampungan dan hal itu tentunya bisa membuat kaca baret hingga berlumut.

Namun bila sedang dalam kondisi darurat, boleh saja menggunakan air keran untuk wiper. Hanya perlu dicatat, segera membeli wiper fluid yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan lakukan penggantian kembali segera.

Setelah dilakukan penggantian, segera cuci mobil dan fokuskan kepada bagian kaca mobil yang terkena paparan air keran dari nozzle wiper. Menggunakan air wiper yang berstandar sangatlah penting dilakukan, hal ini dikarenakan cairan tersebut memiliki kandungan pH atau derajat asam-basa yang lebih baik secara komposisi yang dibutuhkan kaca depan.

Dengan menggunakan air wiper berkualitas tidak hanya kejernihan kaca mobil terjaga, komponen lain ikut aman. Di antaranya lapisan kaca dan karet wiper itu sendiri.

Dengan tidak menggunakan air keran untuk wiper, maka cat mobil akan aman dari munculnya flek akibat air keran mengering. Dengan air wiper yang berkualitas, walaupun kondisi kering akibat sinar matahari, bekasnya bisa langsung hilang pada saat dilap pakai chamois.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru

Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:07 WIB

Mitos atau Fakta Mobil Terlalu Lama Parkir Bikin Cepat Rusak

Mitos atau Fakta Mobil Terlalu Lama Parkir Bikin Cepat Rusak

Otomotif | Sabtu, 24 Mei 2025 | 17:06 WIB

5 Biang Keladi Wiper Mobil Bermasalah, Jangan Disepelekan

5 Biang Keladi Wiper Mobil Bermasalah, Jangan Disepelekan

Otomotif | Kamis, 08 Mei 2025 | 20:46 WIB

Jangan Dianggap Sepele, Wiper Mobil Ternyata Juga Miliki Usia Pakai

Jangan Dianggap Sepele, Wiper Mobil Ternyata Juga Miliki Usia Pakai

Otomotif | Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:23 WIB

Rawat dan Sayangi Waher Wiper Mobil, Pandangan Tetap Jelas Saat Hujan

Rawat dan Sayangi Waher Wiper Mobil, Pandangan Tetap Jelas Saat Hujan

Otomotif | Minggu, 10 November 2024 | 11:15 WIB

Campur Air Wiper Mobil Dengan Sabun Rupanya Berbahaya!

Campur Air Wiper Mobil Dengan Sabun Rupanya Berbahaya!

Otomotif | Sabtu, 06 Juli 2024 | 20:08 WIB

Sejarah Kelam Penemu Intermittent Wiper: Kreasinya Sempat Dicuri Pabrikan Mobil Ternama

Sejarah Kelam Penemu Intermittent Wiper: Kreasinya Sempat Dicuri Pabrikan Mobil Ternama

Otomotif | Kamis, 27 Juni 2024 | 15:29 WIB

Ini Tanda Wiper Mobil Harus Diganti, Tak Ada yang Abadi

Ini Tanda Wiper Mobil Harus Diganti, Tak Ada yang Abadi

Otomotif | Sabtu, 08 Juni 2024 | 19:01 WIB

Bosch Indonesia Gratiskan 2.000 Wiper untuk Pengemudi Taksi Online

Bosch Indonesia Gratiskan 2.000 Wiper untuk Pengemudi Taksi Online

Otomotif | Kamis, 06 Juni 2024 | 22:36 WIB

Waspada Bahaya! Ini Tanda Wiper Mobil Harus Segera Diganti

Waspada Bahaya! Ini Tanda Wiper Mobil Harus Segera Diganti

Otomotif | Senin, 03 Juni 2024 | 15:15 WIB

Terkini

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

×