facebook

Dari Webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi": Pakai Eco Driving

RR Ukirsari Manggalani
Dari Webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi": Pakai Eco Driving
Eco-driving, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Ada sederet cara untuk berpartisipasi mengurangi jejak karbon terhadap linkungan.

Suara.com - Indonesia secara perlahan mulai beralih dari kendaraan konvensional atau menggunakan Internal Combustion Engince (ICE) ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Kendaraan listrik dianggap sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan, salah satunya karena mampu mengurangi emisi gas buang.

TransJakarta, contohnya, sejak beberapa bulan lalu mengoperasikan 30 unit bus listrik untuk empat rute berbeda. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan ada 100 armada bus listrik TransJakarta.

Baca Juga: Tingkatkan Profil, Mahindra & Mahindra Bakal Lakukan Kemitraan Komponen Mobil Listrik

Dikutip kantor berita Antara dari webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi" pada Rabu (25/5/2022), I Gusti Ayu Andani, dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi  Bandung (ITB) mengungkapkan, "Sektor transportasi berkontribusi hampir 15 persen terhadap emisi gas rumah kaca secara global."

Untuk itu, ia membagikan enam cara yang bisa dilakukan setiap orang dalam membantu mengurangi jejak karbon di sektor transportasi. Yaitu:

Ilustrasi seorang perempuan injak pedal gas mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi pedal gas mobil [Shutterstock]

Pertama, gunakan kendaraan yang paling sedikit menimbulkan polusi, yang bisa dijangkau oleh seseorang.

Kedua, gunakan moda transportasi umum bisa membantu mengurangi jejak karbon. Selain transportasi umu, bersepeda atau jalan kaki juga menjadi pilihan.

Ketiga, menerapkan "eco driving" atau mengemudi ramah lingkungan saat sedang mengendarai mobil. Sehingga penggunaan bahan bakar turun 7 persen.

Baca Juga: Dukung "Net Zero Emission", PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Fitur cruise control model tekan tombol. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Fitur cruise control model tekan tombol. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

"Jika ada fitur overdrive atau cruise control dalam kondisi tertentu sebaiknya digunakan," ungkap I Gusti Ayu Andani.

Ditambahkannya pula, jangan sering mengerem atau menggenjot pedal gas.

Eco-driving juga berarti secara berkala membersihkan penyaring udara dan oli serta menyetel ban.

Keempat, bila bepergian jarak jauh menggunakan pesawat terbang, pilih penerbangan langsung dibandingkan penerbangan transit. Saat lepas landas dan mendarat, pesawat mengeluarkan emisi yang paling besar.

Kelima, kecuali mendesak, sebaiknya tidak sering mengirim barang dengan kurir instan bila berbelanja online.

Keenam, bekerja dari jarak jauh akan membantu mengurangi mobilitas sehingga akan berdampak pada jejak karbon yang minim.

Komentar