Dari Webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi": Pakai Eco Driving

Rabu, 25 Mei 2022 | 22:29 WIB
Dari Webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi": Pakai Eco Driving
Eco-driving, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Indonesia secara perlahan mulai beralih dari kendaraan konvensional atau menggunakan Internal Combustion Engince (ICE) ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Kendaraan listrik dianggap sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan, salah satunya karena mampu mengurangi emisi gas buang.

TransJakarta, contohnya, sejak beberapa bulan lalu mengoperasikan 30 unit bus listrik untuk empat rute berbeda. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan ada 100 armada bus listrik TransJakarta.

Dikutip kantor berita Antara dari webinar "Mengulik Sustainabilty Sektor Transportasi Lewat Teknologi" pada Rabu (25/5/2022), I Gusti Ayu Andani, dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi  Bandung (ITB) mengungkapkan, "Sektor transportasi berkontribusi hampir 15 persen terhadap emisi gas rumah kaca secara global."

Untuk itu, ia membagikan enam cara yang bisa dilakukan setiap orang dalam membantu mengurangi jejak karbon di sektor transportasi. Yaitu:

Ilustrasi seorang perempuan injak pedal gas mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi pedal gas mobil [Shutterstock]

Pertama, gunakan kendaraan yang paling sedikit menimbulkan polusi, yang bisa dijangkau oleh seseorang.

Kedua, gunakan moda transportasi umum bisa membantu mengurangi jejak karbon. Selain transportasi umu, bersepeda atau jalan kaki juga menjadi pilihan.

Ketiga, menerapkan "eco driving" atau mengemudi ramah lingkungan saat sedang mengendarai mobil. Sehingga penggunaan bahan bakar turun 7 persen.

Baca Juga: Tingkatkan Profil, Mahindra & Mahindra Bakal Lakukan Kemitraan Komponen Mobil Listrik

Fitur cruise control model tekan tombol. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Fitur cruise control model tekan tombol. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

"Jika ada fitur overdrive atau cruise control dalam kondisi tertentu sebaiknya digunakan," ungkap I Gusti Ayu Andani.

Ditambahkannya pula, jangan sering mengerem atau menggenjot pedal gas.

Eco-driving juga berarti secara berkala membersihkan penyaring udara dan oli serta menyetel ban.

Keempat, bila bepergian jarak jauh menggunakan pesawat terbang, pilih penerbangan langsung dibandingkan penerbangan transit. Saat lepas landas dan mendarat, pesawat mengeluarkan emisi yang paling besar.

Kelima, kecuali mendesak, sebaiknya tidak sering mengirim barang dengan kurir instan bila berbelanja online.

Keenam, bekerja dari jarak jauh akan membantu mengurangi mobilitas sehingga akan berdampak pada jejak karbon yang minim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI