facebook

Tesla Pangkas Ratusan Tenaga Kerja yang Menangani Sistem Autopilot

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Tesla Pangkas Ratusan Tenaga Kerja yang Menangani Sistem Autopilot
Kantor Tesla di California [Reuters/Stephen Lam via ANTARA).

Tugas para pekerja adalah memberikan label data. Dan penghentian disebutkan berdasar kepada kinerja.

Suara.com - Tesla dikabarkan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK terhadap hampir 200 pekerja. Tugas mereka adalah memberi label data untuk membantu melatih sistem Autopilot perusahaan.

Seperti dilaporkan oleh TechCrunch, pemangkasan karyawan dilakukan setelah Chief Exectuive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk mengatakan kepada eksekutif perusahaan bahwa carmaker mobil listrik ini perlu mengurangi jumlah karyawan sekitar 10 persen.

Pengurangan pekerja berpusat di kantor Tesla di San Mateo, California, tempat karyawan mengerjakan fitur bantuan pengemudi Autopilot. Kebanyakan karyawan yang terkena dampak adalah pekerja yang diupah per jam dan ditugaskan untuk memberi label pada data pelatihan.

Baca Juga: Gunakan Rute Perjalanan Darat, Ini Moda Transportasi Presiden Joko Widodo ke Ukraina

Pekerjaan ini sangat penting untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) pada Tesla. Tetapi seringkali memdapat upah rendah dari perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan telah beralih ke sumber tenaga kerja yang lebih murah di negara-negara kurang berkembang untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

Sebagai informasi, kantor Tesla di San Mateo awalnya memiliki 276 karyawan. Sekitar 195 karyawan telah diberhentikan, termasuk pemberi label data dan analis. Sedangkan sebanyak 81 karyawan akan dipindahkan ke kantor lain.

Elon Musk Tesla [Foto: ANTARA]
Elon Musk saat launching pabrik Tesla Gigafactory Jerman  [Reuters via ANTARA]

Pada akhir 2021, Tesla memiliki 99.290 karyawan di seluruh dunia. Awal bulan ini, Elon Musk mengatakan ia memiliki perasaan yang kurang baik terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Metode Tesla untuk mengurangi jumlah pegawainya terkadang kontroversial.

Dua mantan karyawan baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap perusahaan, menyatakan bahwa Tesla telah melanggar hukum Federal dengan tidak memberikan pemberitahuan 60 hari sebelum melakukan PHK massal di fasilitas Tesla Gigafactory di Nevada.

Baca Juga: Asisten Gedung Putih Berikan Kesaksian Mantan Presiden Donald Trump Pernah Rebutan Setir Limosin

Sementara di pabrik San Mateo, seorang sumber anonim mengatakan bahwa sebagian besar pekerja diberhentikan berdasarkan kinerja. Dengan demikian Tesla menilai tidak perlu memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemecatan.

Komentar