facebook

Trik Hindari Selip Saat Berkendara Sepeda Motor, Salah Satunya Hindari Gaya Agresif

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Trik Hindari Selip Saat Berkendara Sepeda Motor, Salah Satunya Hindari Gaya Agresif
ilustrasi berkendara sepeda motor. Hindari gaya agresif [Envato Elements/arthurhidden].

Biasakan berkendara smooth atau halus, tidak geradak-geruduk sehingga kemungkinan selip menurun.

Suara.com - Cara berkendara yang baik diperlukan untuk menjaga traksi atau gaya gesek maksimal antara ban dengan permukaan jalan agar bisa menghindari selip.

Hal ini penting mengingat dalam kondisi roda kehilangan traksi, ban motor bisa selip dan sulit dikendalikan. Akibatnya, kemungkinan besar bisa terjadi kecelakaan.

Jika dilihat dari penyebabnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat ban motor kehilangan traksi. Mulai kondisi motor, lingkungan, sampai dengan gaya berkendara itu sendiri.

Mengutip Wahana Honda, ada beberapa tips untuk menjaga traksi motor:

Baca Juga: All-New SsangYong Torres Hadir di Pasar Otomotif Korea Selatan, Sebentar Lagi Bakal Ekspor ke Cile

Pilih Rute Aman

Astra Honda Motor Safety Riding Park, Cikarang, yang luasnya mencapai 8,5 hektar [Dok PT Astra Honda Motor].
Mengembangkan teknik berkendara dan tidak bergaya agresif di riding track Astra Honda Motor Safety Riding Park, Cikarang. Sebagai ilustrasi [Dok PT Astra Honda Motor].

Faktor kondisi jalan yang buruk, kerap jadi penyebab roda ban, kehilangan traksi sehingga kendaraan sulit di kontrol.

Inilah pentingnya pengendara memahami rute jalan yang akan dilewati. Jika memungkinkan hindari jalanan bermasalah, karena berpasir, berbatu, berlumpur, dan didominasi tanah atau genangan air. Karena kondisi medan berat begitu berisiko membuat ban selip atau kehilangan traksi.

Cek Tekanan Angin

Kondisi ban yang jelek kerap jadi sumber penyebab ban kehilangan traksi. Karena ketika karet ban sudah aus, daya cengkeram ke aspal pun akan berkurang. Ban yang sudah tidak layak pakai sehingga harus diganti biasanya memiliki ciri alur kembang yang menipis, tapak ban sejajar dengan Tread Wear Indicators (TWI) dan tidak nyaman saat dikendarai.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Kecelakaan Mobil di Ibiza, Ini Pesannya Kepada Sesama Pengguna Jalan Raya

Selain kondisi fisik, tekanan angin pada ban juga memiliki faktor penting dalam menjaga daya cengkeram ke jalan.

Tekanan angin ban yang terlalu keras akan membuat ban lebih membal, sehingga traksinya rendah. Sementara jika tekanan angin kurang, cengkeraman ban ke jalan memang lebih kuat, namun kondisi ini membuat tarikan motor berat dan berimbas pada performa dan konsumsi bahan bakar.

Maka dari itu, pastikan saat mengisi angin ban, ukurannya mengikuti tekanan yang disarankan. Pabrikan juga tidak menyarankan kepada pemilik motor memodifikasi ban standar dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rentan kehilangan traksi dan rentan terhadap benturan.

Jangan Agresif

Teknik dan gaya berkendara seorang rider mempengaruhi performa traksi ban ke jalan. Semakin agresif gaya berkendara, dengan cara memuntir tuas gas, secara penuh dan tidak konstan dan sering melakukan rem mendadak, atau hard braking, besar kemungkinan ban motor kehilangan traksi terutama saat berakselerasi di jalan licin.

Biasakan berkendara secara smooth aau halus dan konstan karena jauh lebih baik.

Manfaatkan Fitur Baru

Di beberapa motor keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang dapat dihadirkan saat berkendara. Fitur tersebut meliputi dual channel ABS dan Traction Control System (TCS).

Kehadiran kedua fitur ini tentu dapat dimanfaatkan oleh bikers dalam menjaga traksi roda ban ke aspal.

Komentar