Porsche dan University of Stuttgart Adakan Kerja Sama Pengujian Aerodinamika Mobil Listrik

Senin, 10 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Porsche dan University of Stuttgart Adakan Kerja Sama Pengujian Aerodinamika Mobil Listrik
Porsche Taycan All Electric dengan setting fast recharging [Porsche Indonesia via ANTARA].

Suara.com - Drag Coefficient, Coefficient of Drag alias Cd, koefisien hambatan, atau indeks hambatan adalah besaran yang menjadi salah satu faktor penting dalam menilai unsur aerodinamis sebuah kendaraan. Termasuk mobil listrik atau Electric Vehicle.

Yaitu ditilik kekuatannya dalam menahan aliran fluida udara dan pengujian antara lain dilakukan dalam terowongan angin atau wind tunnel.

Dikutip kantor berita Antara dari Carscoops, Porsche dan University of Stuttgart baru saja melakukan pengujian aerodinamis bersama untuk mobil listrik.

Pencetakan rekor dibukukan Dennis Retera dalam waktu nyaris satu jam, menghasilkan 42,171 km [Porsche].
Driver Dennis Retera membukukan rekor drifting atas Porsche tenaga listrik dalam waktu nyaris satu jam, yang menghasilkan jarak sejauh 42.171 km [Porsche].

Dalam transisi industri otomotif ke arah penyediaan mobil berpenggerak listrik, banyak carmaker mencari cara untuk membuat mobil semakin aerodinamis.

Penelitian bersama Porsche dan University of Stuttgart bertujuan menjadikan produk listrik lebih efisien dengan desain lebih bebas.

"Kami sedang memeriksa apakah mungkin untuk mengurangi nilai Cd pada titik-titik tertentu di bodi mobil secara sistematis memperkenalkan getaran," jelas Profesor Andreas Wagner, ketua program teknik otomotif University of Stuttgart.

Ia menyatakan masih banyak menemui berbagai tantangan dan menurut tim riset gabungan masih dalam tahap awal pengembangan. 

"Kami harus memastikan, misalnya, penumpang tidak mendengar dengungan apa pun, dan itu masih ada beberapa cara untuk upaya memberikan yang terbaik kepada konsumen sebelum mobil diproduksi," ungkap Profesor Andreas Wagner.

Kekinian, Porsche sedang mengerjakan membuat mobil listrik lebih efisien dengan mengedepankan desain yang aerodinamis. 

Baca Juga: Wuling Motors Hadir di GIIAS Medan 2022, Sediakan 2 Unit Mobil Listrik untuk Test Drive

Selain itu, ada unsur aerodinamis aktif yang masih memiliki banyak potensi dan belum banyak dimanfaatkan untuk membuat kendaraan bergerak di udara dengan sedikit hambatan.

"Simulasi dinamis fluida komputasi telah menjadi sangat penting dalam 20 tahun terakhir," tandas Profesor Andreas Wagner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI