Menuju Indonesia Emas, Target Electric Vehicle Roda Empat dan Dua Terus Didorong, Bahkan Mitra Luar Negeri Percepat TKDN

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 23 Desember 2023 | 12:26 WIB
Menuju Indonesia Emas, Target Electric Vehicle Roda Empat dan Dua Terus Didorong, Bahkan Mitra Luar Negeri Percepat TKDN
Mobil listrik sedang mengisi ulang baterainya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Menjelang akhir pekan, Jumat (22/12/2023), digelar kegiatan Evaluasi Kinerja 2023 Menuju Indonesia Emas secara virtual di Jakarta. Dalam kesempatan ini, Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves menyampaikan saat ini kendaraan listrik di Indonesia masih sekitar puluhan ribu kendaraan.

Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memasang target jumlah kendaraan listrik baik roda dua maupun roda empat yang bakal beredar dan beroperasi di Indonesia pada 2030 mencapai 15 juta unit.

“Dari Pak Presiden sudah menyampaikan kira-kira dibutuhkan 10 persen populasinya (kendaraan listrik) pada 2030 atau hitungannya sekitar 2 juta mobil dan 13 juta motor,” papar Rachmat Kaimuddin, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

“Masih cukup panjang perjalanan, tapi sudah sangat menjanjikan untuk mendorong karena kami masih punya waktu sekitar tujuh tahun lagi, pemerintah telah berikan beberapa dorongan,” lanjutnya.

Motor listrik dari PT Astra Honda Motor (AHM), Honda EM1 e: yang seru [PT AHM].
Motor listrik dari PT Astra Honda Motor (AHM), Honda EM1 e: yang seru [PT AHM].

Dalam mewujudkan ekosistem ini, Rachmat Kaimuddin menyatakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yaitu:

  • Pilihan-pilihan kendaraan yang andal, mumpuni, baik dari sisi kinerja dan sebagainya.
  • Harga kendaraan listrik juga perlu terjangkau buat masyarakat Indonesia.
  • Diperlukan ekosistem infrastruktur yang lengkap dan mumpuni.

Menurut Rachmat Kaimuddin, ia menuturkan pemerintah melakukan beberapa program untuk meningkatkan kendaraan listrik di Indonesia.

  • Pertama, dimulainya transisi kendaraan dari konvensional ke listrik. Saat ini sekitar 17 pabrik motor di Indonesia sudah cukup menerapkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen. Sedangkan untuk mobil, baru dua pabrikan, yakni dari China dan Korea Selatan.
  • “Dan produknya ada sekitar 30-an. Jadi motor sudah cukup banyak, bahkan bisa dilihat pabrikan sepeda motor nomor satu di Indonesia, yaitu PT Astra Honda Motor juga sudah punya produk ini. Terus perusahaan kendaraan roda empat yang memiliki produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mencapai 40 persen, ada dua pabrikan, satu dari Tiongkok, dan satu dari Korea Selatan,” lanjutnya.
  • Kedua, Pemerintah juga telah menerbitkan suatu regulasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
  • Perpres ini memberikan insentif berupa kuota ekspor, pembebasan bea masuk, dan PPnBM kepada produk-produk yang diekspor hingga 2025. Dengan begitu, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan kendaraan bermotor listrik.
  • Perpres juga mensyaratkan jika produsen kendaraan listrik melakukan impor sampai 2025, maka harus berkomitmen untuk membangun kapasitas produksi dengan jumlah produksi yang paling sedikit sama dengan jumlah kendaraan yang diimpor pada 2027.
  • “Dan yang mereka produksi harus memenuhi standar TKDN sesuai roadmap industri Indonesia, yaitu 40 persen sampai 2026, dan 60 persen sampai 2027,” tandasnya.
  • Ketiga, produsen kendaraan listrik harus memberikan komitmen dan jaminan sehingga jika tidak memenuhi komitmen produksi tersebut maka akan dikenakan sanksi sebesar besaran komitmen yang tidak terpenuhi.
  • “Jadi misalnya mereka impor 1.000 sampai 2025 maka harus produksi 1.000 juga sampai 2027. Jika mereka produksinya cuma 500 misalnya, maka 500 yang tersisa mereka harus mengembalikan insentif yang mereka telah terima,” tukas Rachmat Kaimuddin.

Dalam kesempatan sama, ia menjelaskan hasil kunjungannya ke Tiongkok untuk bertemu dengan beberapa pabrik yang ingin menanamkan investasi kendaraan listrik roda empat di Indonesia.

"Salah satu mitra yang kami temui di Tiongkok pada Mei mempercepat produksinya satu tahun. Jadi, mereka bilang akan impor dulu, dilanjutkan produksi Desember 2024. Namun pada Desember 2023 mereka sudah TKDN di atas 40 persen,” ungkapnya.

“Rupanya dengan effort yang kami tawarkan dari pemerintah itu disambut baik para pabrikan. Tentunya kami berharap selain dari China juga mendapatkan banyak inquiry dari berbagai negara lain," jelas Rachmat Kaimuddin.

baca juga

Respons positif dari Tiongkok pada khususnya, disebutnya telah menunjukkan potensi besar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AC Komersial Ramah Lingkungan Produksi Lokal Resmi Meluncur, Lebih Hemat Energi

AC Komersial Ramah Lingkungan Produksi Lokal Resmi Meluncur, Lebih Hemat Energi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Selamat Tinggal BBM? Prabowo Ingin Semua Kendaraan di Indonesia Berbasis Listrik

Selamat Tinggal BBM? Prabowo Ingin Semua Kendaraan di Indonesia Berbasis Listrik

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:01 WIB

PEVC 2026 Akan Digelar Oktober, Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia

PEVC 2026 Akan Digelar Oktober, Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:52 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ternyata Banyak Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin, Ini Alasannya...

Ternyata Banyak Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin, Ini Alasannya...

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 15:11 WIB

Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?

Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:16 WIB

Mobil Listrik Mewah yang Berkeliaran di Jakarta Bakal Kena Pajak 75 Persen

Mobil Listrik Mewah yang Berkeliaran di Jakarta Bakal Kena Pajak 75 Persen

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:09 WIB

Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB

Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:48 WIB

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:18 WIB

Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan

Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah

Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah

Sport | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:22 WIB

×