Kenali Bahaya Gunakan Jas Hujan Model Ponco, Efeknya Ngeri

Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 31 Januari 2024 | 19:05 WIB
Kenali Bahaya Gunakan Jas Hujan Model Ponco, Efeknya Ngeri
Ilustrasi kehujanan di motor (Pixabay/suky6661)

Suara.com - Musim hujan yang telah melanda hampir di wilayah di Indonesia membuat pemotor harus mempersiapkan 'amunisi' berupa jas hujan.

Namun pemotor tak boleh asal untuk memiliki jas hujan karena bisa membahayakan. Jas hujan yang dimaksud merupaka model ponco.

Jas hujan ini memang bisa terhindar dari air hujan. Tetapi ternyata ada bahaya yang mengintai pemotor ketika menggukan jas hujan model ponco.

Dilansir dari Wahana Honda, setidaknya ada 4 alasan kenapa jas hujan model ponco berbahaya.

  • Memiliki desain Berbahaya

Jas hujan model ponco ini memiliki desain yang longgar. Dengan desain seperti ini, nantinya jas hujan tersebut bisa nyelip ke beberapa komponen motor terutama rantai dan roda motor.

Jika hal tersebut terjadi, pemotor akan terjatuh saat berkendara.

  • Membuat Semakin Basah

Berbicara tentang jas hujan motor model ponco yang lebih lebar, perlu diingatkan bahwa ukuran yang besar tidak selalu berarti lebih baik dalam menghalau hujan.

Sebaliknya, jas hujan ini seperti kantong tanpa ujung, tanpa adanya kancing atau resleting yang berfungsi sebagai perekat. Dampaknya jelas, pemakainya malah dapat merasa semakin basah kuyup karena celah-celah yang memungkinkan air hujan masuk dengan mudah.

  • Mengganggu Keseimbangan

Penggunaan jas hujan motor model ponco seringkali menyebabkan efek menggembung saat terkena hujan. Keadaan ini dapat disebabkan oleh angin yang masuk melalui berbagai celah di jas hujan tersebut.

baca juga

Akibatnya, keseimbangan pengendara saat berkendara dapat terganggu, membawa potensi bahaya yang cukup signifikan.

  • Membatasi Kemampuan Berkendara

Jas hujan motor model ponco dapat menjadi semacam tempayan dadakan saat berkendara di tengah hujan. Bayangkan bagian depan jas hujan yang bisa menampung air hujan, terutama jika Anda menggunakan motor matik.

Situasi ini membuat pemakai harus berurusan dengan air di tempayan dadakan tersebut, mengakibatkan kurangnya konsentrasi saat berkendara dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Langsung Terdeteksi, Ini Bahaya Oli Palsu

Tidak Langsung Terdeteksi, Ini Bahaya Oli Palsu

Otomotif | Jum'at, 19 Januari 2024 | 23:47 WIB

3 Bahaya Konsumsi Daging Anjing, Bisa Mengancam Kesehatan Manusia

3 Bahaya Konsumsi Daging Anjing, Bisa Mengancam Kesehatan Manusia

Health | Rabu, 10 Januari 2024 | 14:25 WIB

Ramai di Medsos, Mengenal Erotomania dan Bahayanya

Ramai di Medsos, Mengenal Erotomania dan Bahayanya

Lifestyle | Selasa, 09 Januari 2024 | 17:09 WIB

Terkini

Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka

Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka

Sumbar | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:08 WIB

BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN

BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN

DPR | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:07 WIB

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:05 WIB

Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa

Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:00 WIB

Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola

Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:00 WIB

Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru

Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:59 WIB

Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains

Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:58 WIB

Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir

Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:56 WIB

Dakwaan Batal, Dokter Tifa Ngaku Sudah Siapkan 709 Dokumen Jika Eksepsinya Ditolak Hakim

Dakwaan Batal, Dokter Tifa Ngaku Sudah Siapkan 709 Dokumen Jika Eksepsinya Ditolak Hakim

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:55 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar

Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:52 WIB

×