Jangan Tunggu Rusak! Kenali Tanda Mobil Hybrid Butuh Servis Berkala

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 17 Agustus 2024 | 08:03 WIB
Jangan Tunggu Rusak! Kenali Tanda Mobil Hybrid Butuh Servis Berkala
Mobil hybrid Toyota. [Suara.com/Manuel Jeghesta]

Suara.com - Perawatan mobil hybrid tentu masih menjadi pertanyaan publik. Apakah lebih rumit daripada kendaraan biasa?

Tapi ternyata, servis berkala untuk merawat kondisi mobil hybrid menjadi hal yang wajib dilakukan. Hal itu untuk menjaga kondisi kendaraan. 

Karena dengan servis berkala, bisa menjaga performa hybrid car agar selalu dalam kondisi prima. Mobil yang selalu dalam kondisi fit mampu mereduksi potensi masalah seperti mogok dan membuat pengendara merasa tenang di jalan.

Terjaganya performa juga membuat mobil dapat bekerja secara efisien. Alhasil, mobil hybrid jadi irit konsumsi bensin dan daya tahan komponen hybrid-nya seperti motor listrik dan baterai selalu optimal.

Patokan Interval Servis Berkala Mobil Hybrid Toyota

Toyota memberikan patokan untuk melakukan servis berkala hybrid car berdasarkan dua hal, antara jarak tempuh atau waktu pemakaian, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu, yaitu setiap 6 bulan atau 10.000 km. Hal ini berlaku untuk mobil hybrid dan non hybrid Toyota.

Meski begitu, Toyota melihat bahwa perhitungan servis berkala berdasarkan jarak tempuh kendaraan terasa kurang pas diterapkan untuk mobilitas di kota besar. Sehingga lebih pas berdasarkan waktu atau durasi pemakaian.

Pasalnya, pada kenyataannya mesin mobil beroperasi jauh lebih lama ketimbang waktu yang seharusnya lantaran macet yang mendera setiap hari. Padahal Anda hanya memakai mobil untuk pergi ke kantor atau ke mal.

Secara teori, jarak tempuh 10.000 km bisa tuntas hanya dalam waktu 6 bulan saja. Namun faktanya, di kota besar jarak segitu baru tercapai di atas 6 bulan akibat macet berkepanjangan setiap hari.

baca juga

Masalahnya, saat macet mesin mobil tetap nyala. Bahkan lebih berat bekerja lantaran tidak mendapatkan pendinginan yang baik serta idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak bisa mendekati komposisi ideal.

Tumpukan karbon sisa pembakaran akibat pembakaran tidak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin turun karena pembakaran bensin dan gerakan komponen terhalang oleh kotoran.

Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Anda juga akan memaksakan mesin untuk bekerja lebih keras guna mengail tenaga yang berakibat pada menurunnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

Selain itu, sisa pembakaran tidak sempurna juga bisa menyusup ke dalam sistem peredaran oli. Kontaminasi kotoran mampu merusak senyawa kimia oli dan membuatnya tidak mampu bekerja optimal. Padahal, oli punya banyak fungsi seperti melumasi komponen bergerak, membantu sistem pendingin mesin, melarutkan kotoran, dan melindungi komponen mesin dari karat.

Begitu senyawa oli rusak, otomatis oli mesin tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin hybrid bekerja akibat performa turun, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil rontok.

Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja ekstra keras. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil dan aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah. Sehingga, sebaiknya menggunakan waktu (time-based) untuk menghitung interval servis berkala, yaitu tiap 6 bulan sekali.

Mobil Hybrid Toyota dengan Jarak Tempuh Rendah

Bagaimana bila mobil hybrid Toyota Anda jarang dipakai sehingga jarak tempuhnya rendah? Tetap saja harus servis berkala setiap 6 bulan sekali. Karena saat mobil diam, terjadi proses oksidasi dari uap air yang berada di sekitar mobil.

Lambat laun, air akan bercampur dengan oli mesin dan merusak senyawa kimia oli. Termasuk pula bercampur dengan cairan mobil lainnya seperti cairan rem dan oli transmisi.

Komponen mesin yang tidak bergerak juga menjadi rentan dihinggapi oleh karat dari proses oksidasi lantaran tidak pernah mendapatkan pelumasan dari oli. Komponen berbahan karet juga akan menjadi getas dan rontok begitu diajak kerja berat.

Servis Berkala Mobil Pekerja Keras

Namun kalau mobil Anda pekerja keras, pastikan servis berkala saat jarak tempuhnya sudah memenuhi syarat meski waktunya belum. Artinya, jika sudah menyentuh jarak tempuh 10.000 km, segera lakukan servis berkala walau belum sampai 6 bulan operasional.

Dengan jarak tempuh segitu, kotoran yang larut ke dalam oli mesin dan transmisi akibat gesekan antar komponen dan debu yang menyusup sudah cukup banyak dan bisa merusak senyawa kimia oli jika terlambat diganti.

Selain tentunya komponen mekanis lain seperti suspensi, ban, rem, dan kemudi sudah waktunya dicek untuk melihat potensi kerusakan akibat pemakaian. Termasuk penggantian filter-filter mobil untuk memastikan mobil dapat beroperasi dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Tak Beri Insentif, Hyundai Kok Percaya Diri Jual Mobil Hybrid ?

Pemerintah Tak Beri Insentif, Hyundai Kok Percaya Diri Jual Mobil Hybrid ?

Otomotif | Senin, 12 Agustus 2024 | 15:20 WIB

Apa Itu Mobil Hybrid? Hyundai Bakal Rilis Model Baru Tahun Ini

Apa Itu Mobil Hybrid? Hyundai Bakal Rilis Model Baru Tahun Ini

Otomotif | Minggu, 11 Agustus 2024 | 10:41 WIB

Pemerintah Tolak Beri Insentif Mobil Hybrid, Gaikindo Minta APM Cari Strategi Lain

Pemerintah Tolak Beri Insentif Mobil Hybrid, Gaikindo Minta APM Cari Strategi Lain

Otomotif | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 15:07 WIB

Terkini

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×