PHK Massal! Volkswagen Pangkas 35.000 Pekerja di Jerman

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Jum'at, 03 Januari 2025 | 11:30 WIB
PHK Massal! Volkswagen Pangkas 35.000 Pekerja di Jerman
Volkswagen Golf. (Favcars)

Suara.com - Volkswagen AG telah mencapai kesepakatan dengan para pemimpin serikat pekerja yang akan melihat produsen mobil ini memotong 35.000 pekerjaan di Jerman pada tahun 2030.

Pemotongan ini diperkirakan akan menghemat pengeluaran perusahaan, yang akan dicapai melalui kombinasi pengurangan tenaga kerja secara bertahap, pensiun dini, dan pembelian sukarela, menurut laporan Arena EV.

Kesepakatan ini terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi tegang antara Volkswagen dan serikat pekerjanya.

Para pekerja telah melakukan dua aksi mogok besar dalam sebulan terakhir, yang terbesar dalam sejarah perusahaan, untuk memprotes rencana pemotongan pekerjaan ini.

Menurut ketentuan kesepakatan, Volkswagen setuju untuk mempertahankan 10 pabriknya di Jerman tetap beroperasi dan memberlakukan kembali perjanjian keamanan kerja hingga tahun 2030.

Namun, para pekerja setuju untuk mengorbankan beberapa bonus, mengurangi pekerjaan permanen untuk para trainee, dan mengurangi kapasitas di lima pabrik dengan total sekitar 700.000 kendaraan.

Selain pemotongan pekerjaan, para manajer Volkswagen juga akan menghadapi pemotongan gaji yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Tampilan Volkswagen ID.Buzz penerus VW Combi [Reuters/Benoit Tessier via ANTARA].
Tampilan Volkswagen ID.Buzz penerus VW Combi [Reuters/Benoit Tessier via ANTARA].

Sekitar 4.000 manajer tidak akan menerima bonus yang setara dengan sekitar 10% dari pendapatan tahunan mereka tahun depan, dengan pengurangan kecil hingga akhir dekade.

Serikat pekerja juga mendorong kepemimpinan senior, termasuk CEO Oliver Blume, untuk mengambil pemotongan gaji sebesar 10%.

Pemotongan pekerjaan dan gaji ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh Volkswagen untuk memangkas biaya dan merampingkan produksi.

Produsen mobil ini menghadapi penurunan tajam dalam penjualan di China, pasar utamanya, sementara pada saat yang sama menghadapi tantangan dari BYD dan produsen mobil China lainnya yang memasuki pasar Eropa.

Pemotongan pekerjaan yang diumumkan minggu ini kemungkinan akan berdampak signifikan pada ekonomi Jerman.

Industri otomotif adalah pemberi kerja utama di Jerman, dan Volkswagen adalah salah satu perusahaan terbesar di negara tersebut.

Dalam jangka panjang, pemotongan pekerjaan Volkswagen diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan, tetapi mereka akan berdampak menyakitkan bagi para pekerja dan keluarga mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketergantungan dengan Mobil Rupanya Bikin Kepuasan Hidup Merosot, Kata Riset

Ketergantungan dengan Mobil Rupanya Bikin Kepuasan Hidup Merosot, Kata Riset

Otomotif | Jum'at, 03 Januari 2025 | 11:07 WIB

Gara-gara Baut Pengencang di Kursi Penumpang, KIA Tarik 23.000 Mobil?

Gara-gara Baut Pengencang di Kursi Penumpang, KIA Tarik 23.000 Mobil?

Otomotif | Jum'at, 03 Januari 2025 | 08:21 WIB

BYD Cetak Rekor Baru, Jual 4,2 Juta Unit Mobil di 2024

BYD Cetak Rekor Baru, Jual 4,2 Juta Unit Mobil di 2024

Otomotif | Kamis, 02 Januari 2025 | 20:21 WIB

Ketika Mobil Listrik Disulap Jadi Bom: Trump Tower Jadi Saksi Bisu

Ketika Mobil Listrik Disulap Jadi Bom: Trump Tower Jadi Saksi Bisu

Otomotif | Kamis, 02 Januari 2025 | 19:58 WIB

Potret Toyota Alphard Turun Kasta, Bukan Lagi Jadi Mobil Pejabat tapi....

Potret Toyota Alphard Turun Kasta, Bukan Lagi Jadi Mobil Pejabat tapi....

Otomotif | Kamis, 02 Januari 2025 | 19:03 WIB

Mesin Sekaliber Avanza, Harga Selisih 100 Jutaan dibanding Vios: Intip Sedan Keren Racikan Toyota

Mesin Sekaliber Avanza, Harga Selisih 100 Jutaan dibanding Vios: Intip Sedan Keren Racikan Toyota

Otomotif | Kamis, 02 Januari 2025 | 18:13 WIB

Terkini

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:41 WIB

Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara

Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi

Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:18 WIB

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:20 WIB

KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional

KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:42 WIB

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:24 WIB

Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan

Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:58 WIB

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:10 WIB

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:01 WIB