Ramai Soal Pertamax 92: Memahami Perbedaan Fundamental Antara Oplosan dan Blending

Muhammad Yunus, Gagah Radhitya Widiaseno

Minggu, 02 Maret 2025 | 18:33 WIB
Ramai Soal Pertamax 92: Memahami Perbedaan Fundamental Antara Oplosan dan Blending
Pengendara roda dua mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU Coco Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Belakangan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan perbincangan seputar dua istilah yang kerap disalahartikan dalam konteks bahan bakar minyak (BBM): oplosan dan blending.

Kontroversi ini mencuat seiring dengan munculnya kasus pengoplosan BBM Pertamax dengan Pertalite yang menarik perhatian publik. Untuk memahami permasalahan ini secara komprehensif, mari kita telusuri perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut.

Dari segi etimologi, kata "oplos" berakar dari bahasa Jawa yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai tindakan mencampur obat atau zat lainnya. Istilah ini telah berkembang menjadi kata "oplosan" yang merujuk pada hasil pencampuran atau larutan.

Sebaliknya, "blending" yang berasal dari bahasa Inggris memiliki spektrum makna yang lebih luas, mencakup perpaduan, campuran, dan paduan sebagai kata benda, serta berbagai aktivitas pencampuran sebagai kata kerja.

Meskipun secara harfiah kedua istilah ini tampak serupa, terdapat perbedaan signifikan dalam konteks dan konotasinya.

Oplosan seringkali diasosiasikan dengan praktik ilegal dan berbahaya, seperti yang terlihat dalam istilah "oli oplosan", "LPG oplosan", atau "air galon oplosan". Konotasi negatif ini muncul karena praktik oplosan umumnya dilakukan tanpa standar keamanan dan spesifikasi teknis yang memadai.

Di sisi lain, blending dalam industri BBM merupakan proses yang jauh lebih sophisticated dan terstandarisasi.

Mengutip penjelasan dari Science Direct, blending merupakan tahap final dalam proses penyulingan minyak yang melibatkan pencampuran komponen-komponen optimal dari berbagai aliran minyak bumi untuk menghasilkan produk akhir berkualitas.

Proses ini bukan sekadar pencampuran sederhana, melainkan melibatkan perhitungan presisi dan kontrol kualitas yang ketat.

baca juga
Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)
Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)

Dalam konteks Pertamax, blending dilakukan dengan tujuan mengoptimalkan nilai komersial, mengatur spesifikasi produk sesuai standar, dan memfasilitasi distribusi BBM.

Proses ini umumnya dilaksanakan di fasilitas kilang minyak yang dilengkapi peralatan canggih dan diawasi oleh tenaga ahli. Hal ini sangat berbeda dengan praktik oplosan yang biasanya dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas produk.

Implikasi dari kedua praktik ini juga berbeda secara signifikan. Blending yang dilakukan secara profesional menghasilkan BBM berkualitas yang aman digunakan dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Sementara itu, oplosan dapat mengakibatkan kerusakan mesin, bahaya kebakaran, hingga kerugian ekonomi bagi konsumen dan negara.

Pemahaman akan perbedaan fundamental antara oplosan dan blending ini penting bagi masyarakat, terutama dalam konteks penggunaan Pertamax sebagai BBM premium.

Konsumen perlu waspada terhadap praktik oplosan ilegal yang dapat merugikan, sambil tetap memahami bahwa blending merupakan bagian integral dari proses produksi BBM yang sah dan terstandarisasi.

Sebagai kesimpulan, meskipun oplosan dan blending sama-sama merujuk pada proses pencampuran, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam hal metodologi, tujuan, dan legalitas.

Blending merupakan praktik industri yang sah dan terkontrol, sementara oplosan adalah tindakan ilegal yang berpotensi membahayakan konsumen dan lingkungan. Dalam menghadapi isu ini, diperlukan kesadaran masyarakat untuk membedakan kedua praktik tersebut dan mendukung penggunaan BBM yang legal dan berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaduh Pertamax Oplosan, IPW Desak Kapolri Perintahkan Uji Sampel BBM di Seluruh SPBU

Gaduh Pertamax Oplosan, IPW Desak Kapolri Perintahkan Uji Sampel BBM di Seluruh SPBU

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:11 WIB

Mahfud MD Canda Soal Doa SPBU, Netizen Justru Kecewa: Itu Kasus Waktu Bapak Jadi Menteri

Mahfud MD Canda Soal Doa SPBU, Netizen Justru Kecewa: Itu Kasus Waktu Bapak Jadi Menteri

Tekno | Minggu, 02 Maret 2025 | 13:27 WIB

Beberkan Borok Pertamina, Hotman Paris Beri Balasan Menohok Hingga Ungkit Gaji Ahok: Gaya Lu Ngotot-ngotot!

Beberkan Borok Pertamina, Hotman Paris Beri Balasan Menohok Hingga Ungkit Gaji Ahok: Gaya Lu Ngotot-ngotot!

Tekno | Minggu, 02 Maret 2025 | 13:45 WIB

Terkini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

×