Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki

Liberty Jemadu, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 28 Mei 2025 | 21:49 WIB
Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki
Geely berjanji tak akan meninggalkan mobil BBM demi mobil listrik. Foto: Galaxy Cruiser, mobil yang sudah ditenagai Full-domain AI di Shanghai Auto Show 2025 pada 23 April 2025. [Dok Geely Auto]

Suara.com - Geely Holding Group menegaskan bahwa perusahaan tidak akan meninggalkan produksi mobil konvensional, yang masih menggunakan bahan bakar minyak.

Pimpinan Geely Holding Group, Li Shufu, seperti dilansir dari Carnewschina, Rabu (28/5/2925), menegaskan bahwa perusahaan akan berkomitmen untuk meneruskan produksi mobil BBM, sembari terus mengembangkan kendaraan elektrifikasi.

Dalam sebuah pidato video internal yang baru saja dirilis, Li mengungkapkan strategi perusahaan untuk mempertahankan "strategi dua kaki", di mana perusahaan akan terus mengembangkan kendaraan listrik sambil tetap memproduksi mobil konvensional dan hibrida.

“Kita harus terus berjalan dengan dua kaki, sambil mempercepat produksi kendaraan listrik pintar. Kami akan terus memimpin dalam kendaraan konvensional dan hibrida,” ujarnya.

Akuisisi Merek Mobil Eropa

Tidak hanya itu, Li juga mengatakan Geely masih akan terus melakukan akuisisi merek-merek mobil terkemuka dunia, seperti saat mengambil alih Volvo dan Lotus, juga saat mengambil sebagian saham Mercedes-Benz serta Aston Martin.

Li menjelaskan bahwa strategi itu bukan bertujuan untuk spekulasi finansial, tetapi untuk mempelajari keahlian otomotif kelas dunia.

"Merek-merek mobil yang sudah mapan ini adalah fundasi kami. Perusahaan otomotif yang tidak memiliki akar, peluangnya sangat kecil untuk sukses," terang Li.

Geely, sambung dia, akan mengambil keunggulan soal safety dari Volvo; kemewahan dari Mercedes-Benz; aerodinamika dari Lotus serta kemampuan manajemen merek kelas atas dari Aston Martin.

baca juga

Perang Harga

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Geely tidak akan terlibat dalam perang harga, melainkan akan fokus pada persaingan berbasis teknologi dan kualitas.

Geely menolak terlibat dalam persaingan harga yang tidak sehat, yang dipicu oleh strategi agresif BYD. Sebagai gantinya, perusahaan akan mendorong persaingan yang berfokus pada pengembangan teknologi, kualitas, layanan, merek, dan etika bisnis.

Sementara itu, selain focus pada pengembangan perusahaan, Li juga memperhatikan setiap karyawan Geely melalu strategi “Talent Forest”, agar mereka dapat terus tumbuh, berkembang, dan bersaing secara terbuka dan adil di dalam perusahaan.

Geome Xingyuan bersama jajaran mobil Geely lainnya yang diperkirakan akan diluncurkan di Indonesia. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Geome Xingyuan bersama jajaran mobil Geely lainnya yang diperkirakan akan diluncurkan di Indonesia. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Geely di Indonesia

Geely sendiri kini mulai masuk ke pasar Indonesia, yang ditandai dengan diluncurkannya Geely EX5 di arena IIMS 2025 pada Februari kemarin. Geely Auto Indonesia mengatakan untuk awalan, pihaknya masih akan fokus ke mobil listrik di Nusantara.

Geely EX5 tersedia di Indoneia dalam dua tipe, yakni Max dan Pro. Geely EX5 Pro diklaim bisa menempuh jarak 495 km jika baterainya terisi penuh, sementara tipe Max bisa menjangkau 490 km.

Baterai yang digunakan adalah Geely Short Blade Battery, yang berjenis LFP dan dirancang punya keamanan tinggi. Baterai ini berkapasitas 60,22 kWh. Mobil ini memiliki tenaga maksimal 160 kW dengan torsi maksimal 320 Nm.

Geely menerangkan baterai ini bisa diisi penuh dalam waktu 6 jam jika menggunakan AC Slow Charging dan hanya butuh waktu 20 menit untuk mengisi hingga 80 persen dari 30 persen.

Harga Geely EX5 di Indonesia mulai Rp 475 untuk tipe Pro dan Rp 515 juta untuk varian Max.

Geely sebelumnya berjanji akan memboyong 5 sampai 7 mobil di Indonesia dalam tiga tahun pertamanya Tanah Air. Dengan demikian, Geely EX5 akan segera ditemani oleh beberapa produk dari Geely Auto.

Salah satu kandidat kuat yang akan segera masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun ini adalah Geely Xingyuan, yang merupakan mobil listrik perkotaan. Mobil ini sudah jadi mobil listrik terlaris di China pada 2025, sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu.

Di Indonesia sendiri, Geely mengatakan akan memperkenalkan tidak saja mobil listrik tetapi juga mobil hybrid serta yang berbahan bakar minyak (ICE).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Terbaik 2025: Wuling hingga Hyundai

7 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Terbaik 2025: Wuling hingga Hyundai

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 20:15 WIB

Garda Oto Ungkap Faktor Penyebab Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal

Garda Oto Ungkap Faktor Penyebab Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:24 WIB

BYD Kembali Pangkas Harga, Bos GWM Geram: Bagaimana Kualitas Mobil Bisa Terjamin?

BYD Kembali Pangkas Harga, Bos GWM Geram: Bagaimana Kualitas Mobil Bisa Terjamin?

Otomotif | Selasa, 27 Mei 2025 | 18:48 WIB

Geely EX5 Versi 610 Km Diluncurkan

Geely EX5 Versi 610 Km Diluncurkan

Otomotif | Senin, 26 Mei 2025 | 17:00 WIB

Geely Sudah Boyong Geome Xingyuan ke Malaysia, Kapan Masuk Indonesia?

Geely Sudah Boyong Geome Xingyuan ke Malaysia, Kapan Masuk Indonesia?

Otomotif | Jum'at, 09 Mei 2025 | 17:56 WIB

Sebentar Lagi Geely Mulai Produksi Mobil di Indonesia

Sebentar Lagi Geely Mulai Produksi Mobil di Indonesia

Otomotif | Kamis, 08 Mei 2025 | 19:19 WIB

Terkini

WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan

WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:47 WIB

Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!

Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:46 WIB

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:44 WIB

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:41 WIB

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:40 WIB

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:38 WIB

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:37 WIB

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

×