Strategi Perang Harga yang Dilakukan BYD Diakui Sudah Kebablasan

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 18 Juni 2025 | 14:42 WIB
Strategi Perang Harga yang Dilakukan BYD Diakui Sudah Kebablasan
BYD dilaporkan GWM ke pemerintah China karena menggunakan tangki bensin yang tidak sesuai standar. [Foto: Suara.com/Liberty Jemadu]

Suara.com - Perang harga mobil listrik di China yang selama ini gencar dilakukan oleh sejumlah pabrikan otomotif seperti BYD mulai menunjukkan potensi kerugian.

Pemerintah China dan BYD yang merupakan salah satu pelopor perang harga ini mengakui bahwa strategi ini tidak bisa dilanjutkan karena berisiko menimbulkan dampak serius.

“Ini persaingan yang sangat berat dan tidak bisa berkelanjutan,” ujar Stella Li, Wakil Presiden Eksekutif BYD, dikutip dari Carscoops, Rabu (18 Juni 2025).

Harga mobil listrik di China saat ini sudah berada di titik yang sangat rendah. Kondisi ini memicu kekhawatiran dari para investor dan mendorong regulator untuk mengambil langkah tegas.

Pemerintah China bahkan menggelar pertemuan dengan para eksekutif industri otomotif untuk mendesak penghentian strategi jual rugi dan pemangkasan harga secara agresif.

Selain itu, regulator pasar China juga menyoroti perlunya pengaturan ulang persaingan yang bersifat involusioner atau persaingan pemasaran yang justru merugikan pelaku industri sendiri.

Lebih lanjut, Li memprediksi bahwa dalam waktu dekat bisa saja terjadi konsolidasi di antara produsen mobil besar di China.

BYD Ocean S dipamerkan di ajang Shanghai Auto Show 2025 pada April lalu. [Suara.com/Liberty Jemadu]
BYD Ocean S dipamerkan di ajang Shanghai Auto Show 2025 pada April lalu. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Salah satu dampak nyata dari perang harga ini adalah merosotnya kapitalisasi pasar BYD dalam beberapa pekan terakhir, yang tercatat turun sekitar 22 miliar dolar AS atau Rp 358,6 triliun.

Sementara jika strategi ini berhasil menyingkirkan perusahaan kecil dari pasar, BYD diperkirakan akan terus memperluas pangsa pasarnya dalam beberapa tahun ke depan.

baca juga

Ekspansi Global Terus Berlanjut

Di tengah tekanan harga di pasar domestik, BYD tetap gencar memperluas sayap ke pasar internasional.

Pada Mei lalu, penjualan BYD di Eropa bahkan melampaui Tesla setelah perusahaan mencatat lonjakan penjualan sebesar 169 persen dibanding April 2024. Sementara penjualan Tesla di kawasan tersebut justru anjlok hingga 49 persen.

Dengan demikian, meski tengah terjadi perang harga di industri otomotif China. Strategi BYD tampaknya masih cukup efektif dalam memasarkan produk mereka di luar pasar domestik.

BYD Picu Perang Harga

Menurut Dewan Promosi Perdagangan Internasional China bidang otomotif, lebih dari 200 model mobil di China mengalami pemangkasan harga pada 2023 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontroversi Pernyataan Petinggi Toyota Soal Kendaraan Listrik

Kontroversi Pernyataan Petinggi Toyota Soal Kendaraan Listrik

Otomotif | Senin, 16 Juni 2025 | 19:35 WIB

BYD Beri Sinyal Luncurkan Mobil Listrik Baru, Seagull Diduga Kuat Masuk Indonesia

BYD Beri Sinyal Luncurkan Mobil Listrik Baru, Seagull Diduga Kuat Masuk Indonesia

Otomotif | Senin, 16 Juni 2025 | 18:44 WIB

5 Mobil Listrik Indonesia 2025: Fast Charging, Kabin Ergonomis!

5 Mobil Listrik Indonesia 2025: Fast Charging, Kabin Ergonomis!

Lifestyle | Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:28 WIB

Terkini

Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit

Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 11:58 WIB

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:43 WIB

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:29 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

×