Tak Lagi Matic, Honda Dikabarkan Siapkan Motor Listrik Sport dengan Desain Gagah

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 16 Juli 2025 | 15:30 WIB
Tak Lagi Matic, Honda Dikabarkan Siapkan Motor Listrik Sport dengan Desain Gagah
Motor sport bermesin listrik tengah disiapkan Honda (Electrek)

Suara.com - Siap menyambut era motor listrik yang ramah di kantong? Sepertinya Honda mendengar doa kita semua.

Raksasa otomotif asal Jepang ini baru saja menggemparkan dunia maya dengan terungkapnya gambar paten untuk sebuah motor listrik yang dirancang super terjangkau.

Bukan sekadar motor listrik biasa, desain ini menunjukkan strategi jenius Honda untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Penasaran seperti apa wujud dan teknologi di baliknya? Berikut adalah 7 fakta kunci dari paten motor listrik murah Honda seperti dilansir dari Electrek.

1. Menggunakan Basis Motor Terlaris

Untuk menekan biaya riset dan produksi, Honda mengambil langkah cerdas dengan menggunakan sasis dari motor yang sudah terbukti andal dan populer.

Pilihan jatuh pada Honda Shine 100, sebuah motor komuter yang menjadi salah satu terlaris di pasar India.

Dengan menggunakan kembali rangka yang sudah ada, Honda bisa memangkas biaya pengembangan secara signifikan.

Artinya, Honda bisa lebih cepat membawa motor ini dari ruang desain ke jalur produksi.

baca juga

2. Sistem Dua Baterai Cerdas yang Bisa Dilepas

Salah satu tantangan terbesar motor listrik adalah pengisian daya. Honda menjawabnya dengan solusi praktis: dua buah baterai lithium-ion yang bisa dilepas (removable).

Desain ini ditempatkan di kedua sisi rangka utama, mengisi ruang yang biasanya ditempati oleh mesin bensin.

Keunggulan sistem ini sangat jelas. Pengguna bisa melepas baterai dan membawanya ke dalam rumah atau kantor untuk diisi ulang, tanpa perlu parkir di dekat sumber listrik.

Ini juga membuka peluang untuk sistem tukar baterai (battery swapping) yang sedang dikembangkan Honda di berbagai negara.

3. Pendinginan Pasif yang Inovatif

Panas adalah musuh utama komponen elektronik, termasuk baterai dan kontroler motor listrik. Alih-alih menggunakan sistem pendingin cairan atau kipas yang memakan daya dan biaya, para insinyur Honda merancang solusi yang brilian.

Motor sport bermesin listrik tengah disiapkan Honda (Electrek)
Motor sport bermesin listrik tengah disiapkan Honda (Electrek)

Gambar paten menunjukkan adanya celah atau saluran di antara kedua unit baterai.

Saluran ini berfungsi sebagai corong udara alami saat motor berjalan, mengalirkan udara untuk mendinginkan baterai dan komponen elektronik lainnya secara pasif.

4. Performa Fokus untuk Komuter Urban

Jangan berharap motor ini akan menyaingi kecepatan motor sport. Sesuai dengan basisnya sebagai motor komuter, performanya dirancang untuk kebutuhan sehari-hari di perkotaan.

Diperkirakan, kecepatan puncaknya akan berada di kisaran 80-85 km/jam (50-53 mph), setara dengan Honda Shine versi bensin.

Fokus pada performa yang cukup ini adalah pilihan sadar untuk menjaga agar kapasitas baterai—dan tentu saja harganya—tetap terjangkau.

5. Penggerak Roda yang Simpel dan Efisien

Tidak ada teknologi yang rumit di bagian penggerak. Paten ini menggambarkan penggunaan motor listrik yang dipasang di tengah (mid-drive) yang menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui gir reduksi kecepatan tunggal dan rantai.

Konfigurasi ini meniru tata letak dasar motor komuter konvensional, membuatnya simpel, andal, dan mudah dalam perawatan.

6. Berpotensi Menjadi Motor Listrik "Sejuta Umat"

Inilah bagian yang paling menarik. Dengan semua strategi penekanan biaya yang dilakukan, motor listrik ini berpotensi besar untuk dijual dengan harga yang sangat murah.

Jika Honda berhasil mewujudkannya, ini bukan hanya sekadar menambah satu model baru di pasar.

7. Strategi Mendemokratisasi Kendaraan Listrik

Langkah Honda ini lebih dari sekadar menjual produk. Ini adalah sebuah strategi untuk membuat motor listrik dapat diakses oleh lebih banyak orang, terutama di pasar yang sangat sensitif terhadap harga seperti India dan kemungkinan besar, Asia Tenggara.

Meskipun jadwal produksi dan harga resminya belum diumumkan, paten ini memberikan harapan besar bagi masa depan mobilitas roda dua yang lebih bersih dan terjangkau. Kita tunggu saja kapan motor ini benar-benar mengaspal di jalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHM Rilis Honda Forza Terbaru, Selisih Harga Tembus Rp 21 Juta dengan Yamaha XMAX

AHM Rilis Honda Forza Terbaru, Selisih Harga Tembus Rp 21 Juta dengan Yamaha XMAX

Otomotif | Rabu, 16 Juli 2025 | 13:05 WIB

Marc Marquez Kembali ke Setelan Awal, Honda Belum Tertarik Bawa Pulang

Marc Marquez Kembali ke Setelan Awal, Honda Belum Tertarik Bawa Pulang

Your Say | Rabu, 16 Juli 2025 | 12:44 WIB

9 Rekomendasi Ban Motor BeAT Paling Gacor, Bikin Nongkrong Tetap Nyaman!

9 Rekomendasi Ban Motor BeAT Paling Gacor, Bikin Nongkrong Tetap Nyaman!

Your Say | Rabu, 16 Juli 2025 | 11:36 WIB

Terkini

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

×