BYD Atto 1 Datang, Pabrikan Mobil Listrik Tanah Air Ambyar, Harga Mobilnya Terjun Bebas

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 11 September 2025 | 17:16 WIB
BYD Atto 1 Datang, Pabrikan Mobil Listrik Tanah Air Ambyar, Harga Mobilnya Terjun Bebas
BYD Atto 1 (byd.com)
  • Wuling Binguo EV Premium: Dari harga awal 2025 sebesar Rp 413 juta, dibanting menjadi Rp 235 juta di GIIAS (untuk NIK 2024). Ini adalah penurunan 43 persen.
  • Wuling Air EV Long Range: Dari harga awal 2025 sebesar Rp 307,5 juta, turun menjadi Rp 195 juta. Ini setara penurunan 36,5 persen.
  • Chery Omoda E5: Dari Rp 505,5 juta di awal 2025, harganya terkoreksi menjadi Rp 399 juta. Sebuah penurunan 21 persen.
  • Hyundai Ioniq 5: Salah satu pelopor EV ini terjun bebas dari Rp 903 juta menjadi Rp 620 juta. Ini adalah penurunan drastis 31persen untuk unit baru.
  • Hyundai Kona EV: Harga yang tadinya stabil di Rp 590 juta, turun menjadi Rp 499 juta atau turun 15 persen.

Pihak Wuling sempat menyatakan bahwa ini adalah "diskon yang diberikan oleh masing-masing dealer", bukan penurunan harga resmi.

Namun bagi konsumen, intinya tetap sama: harga untuk membawa pulang mobil menjadi jauh lebih murah.

Strategi Cerdas BYD: Harga Tetap Stabil di Tengah Badai

Menariknya, saat merek lain pontang-panting, BYD justru relatif menjaga stabilitas harga produknya.

Mereka tidak ikut membanting harga, hanya melakukan sedikit penyesuaian.

  • BYD Seal (Performance dan Premium): Harga sempat naik tipis di awal 2025, lalu dikembalikan ke harga semula saat GIIAS.
  • BYD Dolphin dan Atto 3: Harga relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan selama GIIAS.

Ini menunjukkan posisi BYD sebagai price setter atau penentu arah pasar.

Mereka tidak perlu ikut dalam perang yang mereka mulai, membuat harga produk mereka terlihat lebih stabil di mata konsumen.

Efek Domino: Pasar Mobil Listrik Bekas Ikut Ambyar

Wuling BinguoEV Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Ikut Mejeng di GJAW 2024. (Foto: Wuling)
Wuling BinguoEV Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Ikut Mejeng di GJAW 2024. (Foto: Wuling)

Logika pasar sangat sederhana. Untuk apa membeli mobil bekas jika selisihnya hanya sedikit dengan mobil baru yang didiskon besar-besaran?

Sebagai contoh, harga Wuling Air EV baru (NIK 2025) di GIIAS menjadi Rp 195 juta.

Sementara harga bekasnya (NIK 2024) sebelum GIIAS berada di angka Rp 183 juta.

Selisih yang hanya 6 persen membuat unit bekas kehilangan daya tariknya.

Fenomena ini menghancurkan harga resale value mobil listrik yang sudah ada.

  • Wuling Air EV (Bekas): Harga barunya di 2024 adalah Rp 302,5 juta. Setelah GIIAS, harga bekasnya anjlok ke Rp 171 juta, atau turun 43persen dalam setahun.
  • Hyundai Ioniq 5 (Bekas): Harga barunya di 2024 adalah Rp 895 juta. Setelah GIIAS, harga bekasnya jatuh ke Rp 550 juta, menandakan penurunan 39persen dalam setahun.
  • Wuling Binguo EV (Bekas): Dari harga baru Rp 408 juta di 2024, harga bekasnya setelah GIIAS terjun ke Rp 244 juta, atau turun 40persen.

Sebaliknya, harga bekas mobil BYD jauh lebih bertahan. BYD Dolphin hanya mengalami depresiasi sekitar 10-11persen dalam setahun, sementara BYD Seal turun sekitar 27persen.

Ini sejalan dengan stabilitas harga unit barunya.

Pelajaran bagi Konsumen di Era Baru EV

Kehadiran BYD dengan strategi harga agresifnya telah mengubah total peta permainan industri mobil listrik di Indonesia.

1. Pemenang: Konsumen yang baru akan membeli mobil listrik adalah pemenang terbesar. Pilihan semakin banyak dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
2. Pecundang: Pemilik mobil listrik (non-BYD) yang membeli sebelum GIIAS 2025 adalah pihak yang paling dirugikan karena depresiasi harga yang brutal.
3. Langkah Industri: Aksi Wuling yang mempertimbangkan skema kompensasi bagi pemilik lama menunjukkan betapa seriusnya dampak ini. Mereka harus menjaga kepercayaan konsumen agar tidak beralih ke merek lain.

Bagi Anda yang berencana membeli mobil listrik, volatilitas harga dan stabilitas merek kini menjadi faktor krusial selain fitur dan performa.

Seperti investasi saham, "performa sejarah tidak menggaransi akan sama di kemudian hari."

Namun, data ini menunjukkan bahwa di tengah perang harga, merek yang memulainya justru yang paling mampu bertahan.

Lakukan riset mendalam, pertimbangkan potensi depresiasi, dan pilih merek yang tidak hanya menawarkan produk bagus, tetapi juga strategi harga yang lebih stabil untuk jangka panjang. Selamat berburu mobil listrik impian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkomsel Bagikan Grand Prize SIMPATI HOKI Rayakan Hari Pelanggan Nasional: 13 Unit BYD Dolphin

Telkomsel Bagikan Grand Prize SIMPATI HOKI Rayakan Hari Pelanggan Nasional: 13 Unit BYD Dolphin

Bisnis | Kamis, 11 September 2025 | 15:24 WIB

Perseteruan Raksasa Otomotif China Memanas, BYD Gugat CEO GWM Tank

Perseteruan Raksasa Otomotif China Memanas, BYD Gugat CEO GWM Tank

Otomotif | Rabu, 10 September 2025 | 18:38 WIB

BYD M9 Calon Penantang Toyota Alphard di Segmen MPV Premium Mulai Berseliweran

BYD M9 Calon Penantang Toyota Alphard di Segmen MPV Premium Mulai Berseliweran

Otomotif | Rabu, 10 September 2025 | 18:17 WIB

Terkini

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB

Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini

Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB

Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?

Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09 WIB

IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif

IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:05 WIB

Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo

Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:45 WIB

Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026

Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55 WIB

Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite

Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:43 WIB

Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan

Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:21 WIB

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:19 WIB

Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya

Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:15 WIB