Punya Mobil Tua Berumur 20 Tahun Lebih? Siap-siap Dapat Pesangon Puluhan Juta dari Pemerintah

Husna Rahmayunita, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:20 WIB
Punya Mobil Tua Berumur 20 Tahun Lebih? Siap-siap Dapat Pesangon Puluhan Juta dari Pemerintah
Ilustrasi Mobil Tua (Pixabay)
baca 10 detik
  • Malaysia siapkan subsidi Rp 15 jutaan bagi warga yang rela "pensiunkan" mobil uzur.
  • Langkah ini diambil demi menekan angka kecelakaan fatal akibat kendaraan tak layak jalan.
  • Indonesia masih sebatas wacana, belum ada program serupa untuk peremajaan mobil pribadi.

Suara.com - Pernahkah Anda membayangkan mobil tua kesayangan yang lebih sering 'ngambek' di bengkel bisa ditukar dengan uang tunai senilai puluhan juta untuk DP mobil baru?

Di Malaysia, khayalan ini selangkah lagi jadi kenyataan. Sebuah gebrakan radikal disiapkan, mengubah rongsokan menjadi cuan.

Pemerintah Negeri Jiran tengah menggodok program "pensiun massal" untuk mobil-mobil berusia di atas 20 tahun.

Bukan sekadar imbauan, tapi iming-iming subsidi yang menggiurkan.

Ini adalah langkah berani yang dipicu oleh serangkaian tragedi di jalan raya, sebuah sinyal bahwa keselamatan jauh lebih berharga daripada nostalgia.

'Uang Pensiun' untuk Sang Besi Tua

Gagasan utamanya simpel: menyingkirkan potensi bahaya dari jalanan. Mobil yang sudah melewati dua dekade dianggap bom waktu.

Mesin, sasis, hingga sistem pengereman tak lagi bisa diandalkan sepenuhnya, menjadikannya risiko bagi pengemudi dan pengguna jalan lain.

Sebagai gantinya, pemerintah menawarkan "pesangon" yang menarik:

baca juga
  • Dana Segar: Insentif tunai sekitar 4.000 ringgit (sekitar Rp 15,7 juta) siap dikucurkan bagi pemilik yang merelakan mobil tuanya.
  • Syarat Usia: Hanya mobil dengan "KTP" berusia 20 tahun lebih yang bisa ikut program ini.
  • Bonus Nasionalis: Dana tersebut diarahkan untuk pembelian mobil baru merek kebanggaan mereka, Proton atau Perodua.

Ini bukan sekadar program bagi-bagi duit, melainkan strategi cerdas untuk menekan angka kecelakaan sekaligus mendongkrak industri otomotif lokal.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sebuah Ironi di Jalanan

Mobil tua yang tangguh bisa jadi solusi bagi pemula yang punya kendaraan roda empat. [Dok. Antara]
Mobil tua yang tangguh bisa jadi solusi bagi pemula yang punya kendaraan roda empat. [Dok. Antara]

Saat Malaysia bergerak progresif dengan solusi konkret, Indonesia tampaknya masih terjebak dalam pusaran wacana.

Wacana program peremajaan kendaraan atau scrappage policy memang sudah lama bergulir, namun tak kunjung menemukan titik terang untuk kendaraan pribadi.

Perbedaannya pun terlihat sangat kontras jika dibedah lebih dalam.

Fokus utama Malaysia adalah keselamatan jiwa, sebuah respons langsung terhadap rentetan kecelakaan fatal. Sementara di Indonesia, diskusi mengenai kendaraan tua lebih sering berpusat pada isu emisi dan polusi udara, terutama di kota-kota besar.

Dari perbedaan fokus ini, lahirlah solusi yang bertolak belakang. Malaysia menawarkan 'wortel' berupa subsidi tunai yang menarik sebagai insentif.

Sebaliknya, pendekatan di Indonesia lebih terasa seperti 'tongkat', yaitu melalui disinsentif seperti aturan uji emisi yang semakin ketat, pajak progresif, hingga wacana larangan kendaraan tua memasuki wilayah tertentu.

Tingkat keseriusan eksekusinya pun berbeda; di Malaysia ini adalah program nasional terpusat yang diinisiasi langsung oleh Perdana Menteri, sedangkan di Indonesia masih sebatas wacana dan aturan lokal yang berjalan sendiri-sendiri tanpa komando terpadu.

Alhasil, nasib mobil tua di kedua negara ini bak langit dan bumi. Di sana ia dihargai sebagai bagian dari solusi, di sini ia lebih sering dipandang sebagai biang masalah yang harus dihukum secara perlahan.

Di Indonesia, mobil tua bukan "dipensiunkan", melainkan "dihukum" secara perlahan melalui uji emisi yang semakin ketat dan wacana pembatasan usia kendaraan di beberapa kota.

Belum ada solusi konkret yang menawarkan keuntungan langsung bagi pemilik mobil tua seperti di Malaysia.

Suara dari Pucuk Pimpinan

Langkah tegas Malaysia ini didasari oleh keprihatinan mendalam sang Perdana Menteri, Anwar Ibrahim, atas rentetan kecelakaan maut.

"Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas serentetan kecelakaan lalu lintas tragis baru-baru ini. Mulai dari kecelakaan yang melibatkan mahasiswa Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), hingga tragedi bus wisata Ayer Hitam, kecelakaan truk polisi di Teluk Intan, dan tabrakan truk baru-baru ini di gerbang tol Bukit Kajang yang merenggut nyawa seorang bayi," kata Anwar seperti dilansir dari Malay Mail.

Beliau menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci.

"Langkah-langkah yang lebih ketat akan diambil untuk mencegah insiden seperti itu terulang. Kementerian Perhubungan sedang menyelesaikan peraturan batas kecepatan untuk kendaraan berat," ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Malaysia memandang isu keselamatan. Sebuah pertanyaan pun muncul: perlukah Indonesia meniru langkah serupa, menyeimbangkan antara nostalgia mobil tua dengan urgensi keselamatan di jalan raya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Motuba Aman Pakai Bensin Campur Etanol? Simak sebelum Beli Pertamax Green

Apakah Motuba Aman Pakai Bensin Campur Etanol? Simak sebelum Beli Pertamax Green

Otomotif | Jum'at, 12 September 2025 | 16:24 WIB

5 Rekomendasi Mobil Tua Irit BBM yang Cocok untuk Harian, Harganya Mulai 20 Jutaan

5 Rekomendasi Mobil Tua Irit BBM yang Cocok untuk Harian, Harganya Mulai 20 Jutaan

Otomotif | Selasa, 09 September 2025 | 11:53 WIB

Cek 5 Mobil Bekas Tahun Muda Terbaik 100 Jutaan Agustus 2025, Irit dan Anti Rewel!

Cek 5 Mobil Bekas Tahun Muda Terbaik 100 Jutaan Agustus 2025, Irit dan Anti Rewel!

Otomotif | Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:19 WIB

Terkini

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

×