Plus Minus Mobil Listrik Polytron G3: Sewa Baterai vs Beli Langsung, Mana yang Lebih Untung?

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:22 WIB
Plus Minus Mobil Listrik Polytron G3: Sewa Baterai vs Beli Langsung, Mana yang Lebih Untung?
Ringkasan Plus Minus Polytron G3. (polytron.co.id)

Suara.com - Setelah sukses dengan motor listrik Fox pada 2023, Polytron, perusahaan elektronik asal Kudus, kini melangkah lebih jauh ke dunia otomotif roda empat melalui peluncuran mobil listrik Polytron G3 dan G3+ pada 6 Mei lalu. Mobil ini dirakit di Indonesia oleh PT Handal Indonesia Motor di Bekasi, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen untuk produksi perdananya.

Menariknya, Polytron G3 sebenarnya berbasis pada Skyworth K, mobil listrik asal Tiongkok. Seperti Polytron, Skyworth juga berasal dari industri elektronik, sehingga pendekatan keduanya terhadap teknologi dan fitur kabin punya kemiripan kuat, fokus pada kenyamanan dan integrasi digital.

Dari luar, Polytron G3 menampilkan desain crossover yang gagah dan futuristik. Lampu depan besar berteknologi LED, grille bawah yang menyatu dengan bumper, serta roof rail dan over fender plastik mempertegas tampilan sporty-nya.

Model G3 memakai velg 19 inci, sedangkan varian G3+ dibekali velg 20 inci two tone. Bagian belakang terlihat modern dengan lampu LED memanjang dan logo Polytron illuminated yang menyala di tengah.

Masuk ke kabin, G3 mampu menampung lima penumpang dengan kenyamanan khas mobil premium. Dashboard tampil simpel dengan trim wood panel dan material soft touch. Di depan pengemudi terdapat instrument cluster digital 12,3 inci, berpadu dengan layar infotainment 12,8 inci yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay.

Mobil listrik Polytron G3 dan G3+ diluncurkan di Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Liberty Jemadu]
Mobil listrik Polytron G3 dan G3+ diluncurkan di Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Liberty Jemadu]

Sistem audionya menggunakan Polytron XBR 8 speaker, yang membawa ciri khas produk audio rumah tangga mereka. Mobil ini juga telah mendukung sistem IoV (Internet of Vehicle), memungkinkan pengguna memantau dan mengontrol fitur kendaraan melalui aplikasi Polytron EV Auto di smartphone.

Jok depan sudah electric seat, dibalut kulit sintetis, dan setir palang tiga dilengkapi tombol multifungsi. Varian G3+ mendapat tambahan sunroof, ambient lighting, dan climate control dengan purifier. Bahkan tersedia power plug 220V, sehingga pengguna bisa menyalakan peralatan rumah tangga di mobil, fitur langka di kelasnya.

Kapasitas bagasi juga memadai, mencapai 467 liter, dan bisa diperluas menjadi 1.141 liter dengan melipat kursi belakang. Varian G3+ dilengkapi electronic tailgate dengan kick sensor, sementara G3 standar belum memiliki fitur ini.

Polytron G3 mengusung motor listrik tunggal bertenaga 201 hp dengan torsi 320 Nm, berpenggerak roda depan. Akselerasi 0–100 km/jam bisa dicapai dalam 9,6 detik, dengan kecepatan maksimum 150 km/jam.

Kapasitas baterainya mampu menempuh jarak hingga 402 km (standar CLTC). Pengisian daya menggunakan charger Type 2/CCS dengan dukungan DC fast charging dari 20 persen ke 70 persen hanya 35 menit untuk G3+. Dengan charger AC 11 kW, pengisian penuh butuh 3,5 jam. Namun versi standar hanya mendukung 6,6 kW, dengan waktu pengisian sekitar 5 jam.

Sistem suspensi menggunakan MacPherson strut depan dan multi-link belakang, sementara rem cakram di keempat roda sudah dilengkapi fitur ABS, EBD, dan BA. G3 juga memiliki traction control, stability control, serta enam airbag. Untuk keamanan aktif, tersedia ADAS 21 sistem dan auto parking assist.

Harganya menjadi salah satu keunggulan G3. Polytron menawarkan dua skema pembelian berupa sewa baterai dan pembelian termasuk baterai. Perbedaan harganya seperti berikut:

  • Polytron G3: Rp 299 juta (sewa baterai) atau Rp 419 juta (termasuk baterai).
  • Polytron G3+: Rp 419 juta (sewa baterai) atau Rp 459 juta (termasuk baterai).

Skema sewa baterai dipatok Rp 800 per km dengan minimal 1.500 km per bulan (sekitar Rp 1,2 juta). Setiap pembelian sudah termasuk garansi baterai 8 tahun/100 ribu km dan garansi kendaraan 5 tahun/100 ribu km. Bagi pengguna sistem sewa, garansi baterai berlaku seumur hidup.

Selain itu, Polytron memberikan portable charger, V2L charger, dan program resale value guarantee 70 persen dalam tiga tahun, dengan jaminan nilai jual kembali yang jarang ditawarkan produsen lain di kelasnya.

Ringkasan Plus Minus Polytron G3

Jika membahas kelebihan dan kekurangan. Berikut ringkasan beberapa perbedaan plus minus Polytron G3 yang mungkin harus diperhatikan. 

Kelebihan:

  • Harga kompetitif di bawah Rp 300 juta (skema sewa baterai).
  • Fitur lengkap: ADAS, IoV, sunroof (G3+), audio premium, dan interior mewah.
  • Jarak tempuh cukup jauh (402 km).
  • Dukungan fast charging dan garansi panjang.
  • Resale value guarantee hingga 70 persen.

Kekurangan:

  • Pengisian daya varian G3 standar masih lambat (6,6 kW).
  • Belum semua fitur tersedia di versi dasar (misalnya electronic tailgate).
  • Skema sewa baterai bisa terasa mahal bagi pengguna jarak jauh.

Demikian itu ringkasan plus minus Polytron G3. Dengan kombinasi harga agresif, fitur modern, dan produksi lokal, Polytron G3 dan G3+ menjadi bukti bahwa merek lokal bisa bersaing di pasar mobil listrik Indonesia. Unit pertama rencananya akan dikirim pada Juli 2025, dan G3 diprediksi menjadi salah satu opsi menarik bagi konsumen yang mencari EV fungsional, stylish, dan terjangkau.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segini Harga Mobil BYD Terbaru Oktober 2025, Mulai Rp195 Jutaan

Segini Harga Mobil BYD Terbaru Oktober 2025, Mulai Rp195 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:44 WIB

3 Kasus Viral Xiaomi SU7 Tahun Ini: Kecelakaan Terakhir Buat Pengemudi Tewas Terbakar

3 Kasus Viral Xiaomi SU7 Tahun Ini: Kecelakaan Terakhir Buat Pengemudi Tewas Terbakar

Otomotif | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 16:10 WIB

Harga Mobil Listrik Bisa Terjangkau dan Dimiliki Banyak Orang, Ini Gebrakan VinFast

Harga Mobil Listrik Bisa Terjangkau dan Dimiliki Banyak Orang, Ini Gebrakan VinFast

Otomotif | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:55 WIB

Wow! Irfan Hakim Dapat Mobil "Alphard Killer" dari Raffi Ahmad, Intip Plus Minusnya

Wow! Irfan Hakim Dapat Mobil "Alphard Killer" dari Raffi Ahmad, Intip Plus Minusnya

Otomotif | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:45 WIB

Harga Kado Mobil Raffi Ahmad untuk Irfan Hakim: Setara 200 Kali Gaji Utusan Khusus Presiden

Harga Kado Mobil Raffi Ahmad untuk Irfan Hakim: Setara 200 Kali Gaji Utusan Khusus Presiden

Lifestyle | Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:24 WIB

Harga dan Spesifikasi Denza D9: Kado Mobil Mewah Raffi Ahmad untuk Irfan Hakim

Harga dan Spesifikasi Denza D9: Kado Mobil Mewah Raffi Ahmad untuk Irfan Hakim

Otomotif | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor

Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:05 WIB

Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid

Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:31 WIB

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:29 WIB

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10 WIB

Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum

Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:01 WIB

Makin Mewah sebelum Punah, Ini Wajah Baru Innova Diesel sebelum Disuntik Mati di 2027

Makin Mewah sebelum Punah, Ini Wajah Baru Innova Diesel sebelum Disuntik Mati di 2027

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Dolar AS Makin Perkasa Auto2000 Beri Kode Harga Mobil Toyota Bakal Naik

Dolar AS Makin Perkasa Auto2000 Beri Kode Harga Mobil Toyota Bakal Naik

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:10 WIB

Adu Mekanik Berujung Petaka: Skandal Mesin Moto3 yang Bawa Veda Ega ke Posisi 3 Klasemen

Adu Mekanik Berujung Petaka: Skandal Mesin Moto3 yang Bawa Veda Ega ke Posisi 3 Klasemen

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:30 WIB

PCX Kalah Canggih, Harley-Davidson Ketinggalan: Saudara Honda Stylo Ini Punya Fitur ala Mobil Mewah

PCX Kalah Canggih, Harley-Davidson Ketinggalan: Saudara Honda Stylo Ini Punya Fitur ala Mobil Mewah

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:19 WIB

5 Plus Minus Honda Vario 125 Street, Cocok Dipakai Buat Harian?

5 Plus Minus Honda Vario 125 Street, Cocok Dipakai Buat Harian?

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:10 WIB