Honda dan Yamaha Peringatkan Pemerintah Vietnam: Industri Roda Dua Bisa Runtuh

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:38 WIB
Honda dan Yamaha Peringatkan Pemerintah Vietnam: Industri Roda Dua Bisa Runtuh
Larangan motor bensin di Hanoi, Vietnam mulai berlaku pada 2026. Foto: Ilustrasi motor listrik. [Pixabay/AnyanChen]
Baca 10 detik
  • Produsen motor Jepang seperti Honda, Yamaha dan Suzuki memperingatakan Vietnam bahwa industri roda dua bisa runtuh jika larangan motor bensin berlaku tahun depan.
  • PHK besar-besaran bisa terjadi di industri otomotif Vietnam jika kebijakan itu tidak ditunda.
  • Honda adalah penguasa pasar motor terbesar di Vietnam, dengan market share 80 persen.

Suara.com - Asosiasi produsen sepeda motor Vietnam, yang digawangi oleh tiga raksasa asal Jepang yakni Honda, Yamaha dan Suzuki, mengirim surat ke pemerintah Vietnam yang berisi peringatan bahwa industri roda dua di negara itu bisa runtuh jika kebijakan yang melarang motor bensin beroperasi di Hanoi diterapkan tahun depan.

Dalam suratnya yang diperoleh Reuters pekan ini, tiga produsen roda dua terbesar itu mengatakan produksi motor di Vietnam bisa terganggu dan banyak perusahaan yang terlibat dalam industri bisa bangkrut akibat kebijakan larangan motor bensin di Hanoi.

Pemerintah Vietnam sebelumnya telah mengeluarkan aturan yang melarang motor bensin beroperasi di Hanoi mulai 2026. Sebagai gantinya, hanya motor listrik yang diizinkan lalu-lalang di Ibu Kota Vietnam itu mulai tahun depan.

Dalam surat mereka, para produsen motor Jepang memperingatakan bahwa kebijakan itu bisa menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan lapangan kerja, lebih dari 2000 dealer ditutup dan 200 produsen komponen motor berhenti beroperasi.

Sebagai solusi, mereka meminta pemerintah Vietnam memberikan periode trasnsisi selama tiga tahun, agar para produsen motor bisa menyesuaikan lini produksi, membangun fasilitas pengisian baterai serta menetapkan standar keamanan motor listrik.

Desakkan dari para produsen motor ini didukung oleh Pemerintah Jepang sendiri. Kedutaan Besar Jepang di Hanoi disebutkan telah mengirim surat ke pemerintah Vietnam, yang isinya mendesak agar aturan pelarangan motor bensin ditunda.

Dalam suratnya pemerintah Jepang memperingatkan bahwa kebijakan kontroversial itu berpotensi menyebabkan PHK besar-besaran, serta mengganggu pasar senilai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 76,4 triliun.

Vietnam sendiri adalah salah satu pasar motor terbesar di dunia, meski nilainya masih di bawah India dan Indonesia. Honda menguasai sekitar 80 persen pasar roda dua di Vietnam, dengan penjualan mencapai 2,6 juta unit pada 2024 lalu.

Baca Juga: Motor Bensin Dilarang Melintas di Pusat Kota Mulai 2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI