Era Baru Otomotif Indonesia Dimulai, Mobil Eropa Kini Bebas Bea Masuk

Manuel Jeghesta Nainggolan | Suara.com

Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:42 WIB
Era Baru Otomotif Indonesia Dimulai, Mobil Eropa Kini Bebas Bea Masuk
Ilustrasi Logo BMW. (Pexels)
  • Mobil Eropa Bebas Bea Masuk Hingga Nol Persen
  • Indonesia dan Uni Eropa Sepakat Hapus Bea Masuk Mobil Eropa
  • Bea Masuk Mobil Eropa Jadi Nol Persen dalam Lima Tahun ke Depan, Dari Sebelumnya 50 Persen.

Suara.com - Setelah sembilan tahun negosiasi, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya menandatangani Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan dagang ini menandai babak baru bagi industri otomotif tanah air, dengan penghapusan bea masuk mobil Eropa menjadi nol persen dari sebelumnya 50 persen untuk lima tahun kedepan.

Kesepakatan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan Singapura dan Vietnam yang lebih dulu menjalin kerja sama serupa.

"Perjalanan sembilan tahun ini membawa kami pada tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen bersama terhadap kemitraan ekonomi yang terbuka dan berkelanjutan," ujar Menko Bidang Perekonomian, Ailangga Hartarto, dikutip Kamis (23 Oktober 2025).

Dengan tarif impor mobil Eropa menjadi nol persen, peta persaingan otomotif akan sangat dinamis. Merek-merek seperti BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, hingga Peugeot berpotensi hadir dengan harga lebih kompetitif, tak lagi sekadar simbol status premium. Ini berarti, jenama asal Jepang, Tiongkok, dan Korea sudah harus mulai waspada.

Liberalisasi pasar dalam IEU-CEPA tidak hanya mencakup perdagangan barang, tetapi juga jasa dan investasi. Lebih dari 98 persen jenis tarif akan dihapus, dan 90,4 persen produk Indonesia langsung menikmati tarif nol persen sejak diberlakukan.

Dampak kesepakatan ini jauh melampaui sektor otomotif. Selain membuka keran impor, IEU-CEPA juga mempermudah ekspor Indonesia ke Eropa, termasuk komoditas seperti sawit, kopi, tekstil, hingga produk berteknologi tinggi seperti ponsel dan perangkat telekomunikasi.

Dari sisi investasi, Uni Eropa yang selama ini menjadi investor besar di sektor kimia, farmasi, hingga makanan dan jasa perhotelan, diharapkan akan semakin deras menanamkan modalnya. Ini juga berarti transfer teknologi dan integrasi Indonesia ke rantai pasok global. Tak ketinggalan, kesepakatan ini menyentuh perdagangan digital, membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sedang melesat.

Jika seluruh poin kesepakatan dijalankan, ekspor nasional bisa naik hingga 60 persen, pendapatan negara bertambah sekitar USD 2,8 miliar, dan lebih dari lima juta tenaga kerja di sektor padat karya ikut terdampak positif. Dengan semua perubahan ini, bisa jadi era baru industri otomotif Indonesia bisa jadi dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesangon Sultan Rp9,3 Miliar, Cara Mercedes-Benz Ucapkan Selamat Tinggal pada Ribuan Karyawannya

Pesangon Sultan Rp9,3 Miliar, Cara Mercedes-Benz Ucapkan Selamat Tinggal pada Ribuan Karyawannya

Otomotif | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:43 WIB

Bedah 3 Mobil Mewah Doni Salmanan yang Dilelang Negara

Bedah 3 Mobil Mewah Doni Salmanan yang Dilelang Negara

Otomotif | Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:05 WIB

Konsistensi Toyota Indonesia Mendorong Ekspor Industri Otomotif Nasional Lebih dari Tiga Dekade

Konsistensi Toyota Indonesia Mendorong Ekspor Industri Otomotif Nasional Lebih dari Tiga Dekade

Otomotif | Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:20 WIB

Terkini

Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?

Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 21:00 WIB

5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah

5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 19:00 WIB

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:45 WIB

5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino

5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:23 WIB

Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru

Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:10 WIB

Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor

Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 17:45 WIB

5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino

5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 17:14 WIB

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:26 WIB

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:07 WIB

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 15:15 WIB