- Presiden Prabowo targetkan mobil nasional Indonesia siap dalam tiga tahun ke depan.
- Konsep mobil listrik i2C dari PT TMI jadi kandidat kuat mobnas masa depan.
- Proyeksi produksi massal paling cepat akhir 2027 setelah melalui serangkaian uji coba.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja melempar pernyataan panas ke dunia otomotif nasional yang bikin semua orang menoleh.
Lupakan mimpi-mimpi mobil nasional (mobnas) yang lalu, karena kali ini janjinya datang dengan target waktu, alokasi dana, dan bahkan calon wujudnya.
Janji ini bukan sekadar wacana kosong di panggung politik.
Disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025), komitmen ini terdengar sangat serius.
"Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis, kita bakal punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun akan datang. Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang," kata Prabowo, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pernyataan ini sontak membuka kembali asa lama tentang mobil buatan anak bangsa yang bisa bersaing di jalanan.
Mengenal i2C: Calon Mobnas Kebanggaan Indonesia
Lalu, siapa sebenarnya sosok yang dimaksud Prabowo? Meski tidak disebut secara gamblang, semua mata kini tertuju pada Maung buatan Pindad.
Namun muncul lagi prediksi dari salah satu mobil yang pernah mejeng di GIIAS 2025 silam.
Dialah mobil konsep i2C (Indigenous Indonesian Car).
Ya, i2C adalah sebuah konsep mobil listrik yang diperkenalkan oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan disebut-sebut telah mendapat restu dari Prabowo.
Untuk memastikan desainnya berkelas dunia, TMI bahkan menggandeng talenta dari Italia, Italdesign, sebagai pemandu dan pengawas.
"Kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi kami untuk menunjukkan potensi kompetensi di bidang otomotif dan bagaimana visi Presiden Prabowo terhadap kemandirian bangsa dapat diterjemahkan dalam sebuah karya nyata," tulis PT TMI dalam keterangan resminya.

Fakta Kunci Konsep Mobnas i2C
Agar tidak salah paham, penting untuk tahu status proyek ini. Apa yang dipamerkan di GIIAS 2025 adalah clay model skala 1:1, alias masih berupa purwarupa desain dari tanah liat. Perjalanannya masih panjang, dan ini adalah beberapa poin pentingnya:
- Nama Konsep: i2C (Indigenous Indonesian Car).
- Inisiator: PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).
- Jenis: Mobil listrik konsep.
- Kolaborator Desain: Italdesign, Italia.
- Timeline Produksi: Target paling cepat pada akhir 2027 atau awal 2028.
- Proses: Membutuhkan 20 hingga 30 prototipe untuk pengujian komprehensif sebelum diproduksi massal.
Bukan Proyek Instan: Jalan Panjang Menuju Produksi Massal
Budi Wuraskito, Design Advisor TMI, menegaskan bahwa membuat mobil yang layak jalan dan aman bukanlah pekerjaan sulap.
Prosesnya butuh ketelitian, riset mendalam, dan serangkaian uji coba yang brutal untuk memastikan kualitasnya.
"Kita uji tabrak dari samping, depan, belakang. Diuji berkali-kali. Kita komplet lah, sampai kita dapat IP (kekayaan intelektual) yang beneran punya kita," jelas Budi kepada wartawan di arena GIIAS 2025.
Target waktu yang realistis pun sudah dipetakan.
"Jadi mudah-mudahan dua tahun setengah itu kita sudah menghasilkan suatu serial produksi. Jadi (perkiraannya) sekitar 2027 akhir atau 2028 awal, sudah produksi massal," tambah Budi.
Langkah TMI memamerkan konsep ini ke publik adalah untuk menjaring masukan sekaligus menunjukkan transparansi dan komitmen mereka terhadap proyek kemandirian bangsa ini. Jadi, kita tunggu saja apakah janji tiga tahun ini benar-benar akan melahirkan mobil nasional yang membanggakan di jalanan Indonesia.