Pakar Sebut Wacana Prabowo Prioritaskan Bahasa Portugis di Sekolah Politis: Kepentingan Relasi Aja

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:06 WIB
Pakar Sebut Wacana Prabowo Prioritaskan Bahasa Portugis di Sekolah Politis: Kepentingan Relasi Aja
Presiden Prabowo Subianto akan memprioritaskan bahasa Portugis sebagai salah satu pelajaran di sekolah saat bertemu Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Kebijakan itu tidak seharusnya langsung diterapkan secara nasional tanpa mempertimbangkan kapasitas dan relevansi di sekolah.
  • Menurutnya  sistem pendidikan saat ini sudah cukup padat, sementara ruang belajar siswa tidak bisa terus diperluas.
  • Ina mengingatkan bahwa prinsip dasar Kurikulum Merdeka yang dijalankan saat ini seharusnya bersifat interdisipliner, bukan linier. 

Suara.com - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan bahasa Portugis sebagai salah satu pelajaran di sekolah dinilai lebih bersifat politis ketimbang kebutuhan riil pendidikan nasional.

Terlebih kebijakan itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10) kemarin.

Pakar pendidikan Ina Liem mengatakan, kebijakan itu tidak seharusnya langsung diterapkan secara nasional tanpa mempertimbangkan kapasitas dan relevansi di sekolah.

"Omongan itu keluar hanya untuk menjalin relasi dengan negara lain. Tapi kan tidak harus kemudian dipraktikan lagi secara nasional," kata Ina kepada Suara.com, Jumat (24/10/2025).

Ia menyoroti bahwa sistem pendidikan saat ini sudah cukup padat, sementara ruang belajar siswa tidak bisa terus diperluas.

Menurutnya, menambah mata pelajaran baru justru akan menambah beban siswa dan berisiko mengganggu keseimbangan waktu belajar mereka.

Ina mengingatkan bahwa prinsip dasar Kurikulum Merdeka yang dijalankan saat ini seharusnya bersifat interdisipliner, bukan linier. Artinya, pembelajaran di sekolah tidak harus menambah jumlah mata pelajaran setiap kali muncul isu baru di tingkat global.

"Bukan berarti sekarang lagi eranya AI, eranya coding, semua ditambahkan sebagai mata pelajaran. Lama-lama anak-anak dapat 50 mata pelajaran," kritiknya.

Ia mengungkapkan kalau saat ini bahkan sudah ada sekolah yang memberikan hingga 21 mata pelajaran, jumlah yang menurutnya tidak masuk akal untuk usia pelajar.

baca juga

"Ada sekolah yang sudah punya 21 mata pelajaran, itu sudah tidak masuk akal. Padahal anak-anak waktunya sama dengan kita orang dewasa, 24 jam. Dan mereka butuh tidur 8 jam. Mau ditambahkan, disumpelin mata pelajaran lagi ya tidak memungkinkan," pungkasnya.

Sebelumnya, kebijakan itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat konferensi pers bersama Presiden Brasil di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Ilustrasi sekolah swasta- Pemprov DKI Jakarta mengkaji agar sekolah swasta gratis. [Istimewa]
Ilustrasi sekolah di Jakarta. [Istimewa]

Kebijakan tersebut disambut langsung dengan apresiasi oleh Presiden Lula, yang secara spontan bertepuk tangan saat Prabowo kembali menegaskan komitmennya dalam sesi pernyataan pers bersama.

"Karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita. Kita ingin hubungan ini lebih baik," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, bahasa Portugis kini akan sejajar dengan bahasa asing lain yang telah lebih dulu menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan nasional.

"Selain bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dan Rusia, kini bahasa Portugis dan Spanyol menjadi bahasa prioritas bagi kita," rincinya.

Sebagai tindak lanjut, Prabowo telah menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, untuk segera mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Usul Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, DPR Beri Catatan Penting

Prabowo Usul Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, DPR Beri Catatan Penting

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:31 WIB

5 Fakta Pindad Maung: OTW Jadi Mobil Wajib Menteri Prabowo, Segini Harganya

5 Fakta Pindad Maung: OTW Jadi Mobil Wajib Menteri Prabowo, Segini Harganya

Otomotif | Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:35 WIB

Program MBG Dikritik Keras Pakar: Ribuan Keracunan Cuma Angka Statistik

Program MBG Dikritik Keras Pakar: Ribuan Keracunan Cuma Angka Statistik

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:45 WIB

Gebrakan Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren Langsung Tuai Pro Kontra

Gebrakan Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren Langsung Tuai Pro Kontra

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:38 WIB

Terkini

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

×