- Isuzu Erga EV merupakan bus listrik yang dibekali dengan teknologi kemudi otonom.
- Erga EV dengan kemudi otonom akan dioperasikan di Jepang pada 2027.
- Isuzu mengatakan Erga EV dibekali berbagai teknologi berbasis sensor, radar dan kamera.
Suara.com - Isuzu Motors memperkenalkan bus otonom - yang bisa beroperasi mandiri tanpa sopir - di arena Japan Mobility Show atau JMS 2025 di Tokyo, Jepang yang dihelat 29 Oktober sampai 9 November mendatang.
Isuzu Erga EV dipamerkan di booth Isuzu dalam pameran internasional tersebut, sebagai bus listrik yang sudah memiliki teknologi kemudi otonom. Saat ini Erga EV sedang menjalani uji coba di Jepang dan rencananya akan beroperasi dalam waktu dekat.
"Rencananya akan mulai beroperasi pada 2027," terang Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, di arena JMS 2025 pada Rabu (29/10/2025).
Erga EV dengan teknologi kemudi otonom ini dibekali beragam teknologi berbasis sensor dan radar yang canggih. Antara lain bus listrik ini menggunakan LiDAR dan radar gelombang milimeter. Selain itu ada juga kamera yang untuk memetakan lingkungan di sekitarnya.
Teknologi kemudi otonom pada Erga EV sendiri sudah mencapai level dua. Diharapkan mobil ini sudah bisa menerapkan sistem kemudi otonom hingga level 4 saat dioperasikan kelak.
Selain itu Erga EV juga merupakan bus listrik dengan lantai rata, karena baterainya terpasang di bagian atap kendaraan. Alhasil bus listrik ini sangat cocok untuk digunakan sebagai alat transporasi perkotaan.
Adapun saat ini Erga EV, tanpa teknologi kemudi otonom, sudah digunakan sebagai alat transportasi publik di Jepang. Erga EV dibekali baterai lithium ion dengan kapasitas 242 kWh. Dalam satu kali pengisian daya, bus tersebut bisa menjelajah sampai 360 kilometer.
Erga EV bisa menampung sampai 68 penumpang di kabinnya. Secara total ada 20 tempat duduk termasuk jok pengemudi.
Konsep Mobilitas Cerdas VCCC
Sebelumnya di JMS 2025 Isuzu Motors memperkenalkan konsep transportasi masa depan cerdas Vertical Core Cycle Concept (VCCC), yang bisa mengangkut orang dan barang secara bersamaan, ke tempat dan waktu yang tepat.
Vertical Core adalah platform bersama yang kompatibel dengan berbagai konfigurasi sehingga dapat diakses oleh bisnis, individu hingga komunitas lokal.
Uniknya kendaraan masa depan ini memungkinkan kendaraan disusun ulang menjadi unit-unit yang yang terdiri dari beberapa komponen utama, yang bisa bergerak secara independen. Alhasil sistem mobilitas VCCC ini bisa dioperasikan secara efektif dan efisien.
Debut Isuzu Giga
Selain itu Isuzu Giga generasi terbaru juga diluncurkan di dunia dalam ajang JMS 2025. Kendaraan niaga kelas berat ini hadir dengan desain baru serta peningkatan kemampuan.
Para pengemudi mendapatkan sejumlah fitur keselamatan yang lebih baik, mulai pengereman pra-tabrakan saat berbelok, pengereman pencegahan terjebak saat belok kiri, mitigasi tabrakan samping, dan sistem deteksi dini lepasnya roda.
Di JMS 2025, Isuzu GIGA hadir dengan desain lantai yang rendah dengan gross vehicle weight (GVW) 25 ton. Berbekal daya angkutnya yang tinggi serta area kargo nan luas, dapat memberikan perjalanan yang lebih jauh serta meningkatkan efisiensi logistik.
Meski demikian, seperti yang disampaikan Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, Isuzu Giga generasi terbaru ini baru akan tersedia di Jepang dan belum akan diboyong ke Indonesia dalam waktu dekat.
![Isuzu Giga generasi terbaru dipamerkan di arena Japan Mobility Show atau JMS 2025 pada 29 Oktober lalu di Tokyo, Jepang. [Suara.com/Liberty Jemadu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/03/51710-isuzu-giga.jpg)
Mesin Multi-bahan bakar
Dalam pameran yang digelar sekali dalam dua tahun itu, Isuzu juga memamerkan konsep mesin multi-bahan bakar atau multifuel engine, yang sesuai namanya bisa menggunakan berbagai jenis bahan bakar terbarukan demi mencapai netralitas karbon.
Mesin masa depan ini memiliki komponen-komponen kunci yang sama dengan mesin diesel konvensional, termasuk blok silinder dan poros engkol.
Uniknya mesin ini bisa menggunakan sistem pengapian serta injeksi bahan bakar berbeda-beda, sehingga pada akhirnya bisa mengonsumsi tidak hanya diesel tetapi juga bahan bakar ramah lingkungan seperti bioetanol, biometana, bahan bakar sintetis hingga hidrogen.
Dengan mesin baru ini Isuzu yakin pihaknya bisa menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan yang lebih fleksibel dan mudah dicapai khususnya bagi kendaraan niaga serta tentu saja bagi bisnis yang menggunakannya kelak.
Lebih lanjut Isuzu mengatakan pihaknya mengembangkan mesin ini karena percaya ada banyak jalan (multi-pathway) untuk mencapai netralitas karbon, terlebih di karena kendaraan niaga memiliki ukuran, bobot serta aplikasi yang lebih beragam.