Suara.com - Opsi membeli mobil bekas memang tepat bagi customer yang memiliki budget terbatas. Namun, perlu diingat bahwa pembeli harus teliti dalam memilih, jangan terburu-buru memutuskan. Apalagi tergiur harga murah, jika tidak ingin biaya membengkak di kemudian hari.
Kendaraan bekas memang tidak selamanya memberikan kualitas sesuai ekspektasi pembeli, maka dari itu perlu kehati-hatian. Salah satu masalah yang sering mengintai yakni mobil bekas banjir.
Sebagus apapun merk mobilnya, jika pernah terendam air melebihi batas wajar, di atas 10 sampai 15 cm. Maka, potensi kerusakan pada mesin dan sistem kelistrikan juga tinggi.
Masalah tersebut biasanya sulit terdeteksi, sehingga perlu melakukan pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh.
Supaya tidak salah pilih, sebaiknya Anda mengenali risiko dan memahami ciri khas dari mobil bekas banjir, entah dari sisi interior maupun eksteriornya.
Resiko Mobil Bekas Banjir
Hal pertama yang perlu dipahami berkaitan dengan risiko kendaraan bekas pernah tergenang air dalam waktu lama, tanpa penanganan tepat.
Mobil bekas banjir memang harus diteliti dan ditangani mekanik profesional pada bengkel terpercaya. Saat pemeriksaan secara mandiri sulit sekali menentukan kerusakan terselubung akibat kemasukan air atau banjir. Jika sampai dibeli, bakalan butuh biaya besar untuk memperbaiki segala kerusakan masif yang tersedia.
Berikut resiko mobil bekas banjir yang wajib diketahui oleh customer.
- Mesin mengalami kerusakan
Dampak utama yang dialami oleh kendaraan bekas banjir biasanya kerusakan mesin. Saat ada air masuk ke ruang mesin, pasti merusak komponen penting contohnya sistem pembakaran serta transmisi.
Mesin mobil saat terendam air dalam waktu lama umumnya terkena water hammer, berupa kerusakan yang diakibatkan oleh adanya tekanan udara dalam silinder.
- Sensor dan sistem kelistrikan bermasalah
Air banjir mampu menciptakan korsleting pada sistem kelistrikan maupun area sensor, umumnya menyerang kabel listrik dan ECU (Engine Control Unit).
Ketika komponen tersebut error, akan berpengaruh pada kinerja mesin serta sistem pendukung seperti wiper, lampu dan AC.
- Korosi pada sisi bawah kendaraan
Air banjir umumnya membawa garam maupun zat kimia lain yang mampu mempercepat terjadinya korosi pada logam. Sedangkan sisi bawah mobil seperti suspensi maupun rangka, sangat rentan dengan hal tersebut.
Ketika dampak korosi tidak segera ditangani pasca terkena banjir, otomatis akan merusak struktur mobil hingga membahayakan pengendara maupun penumpang.
- Sistem rem bermasalah
Sistem pengereman pada mobil bisa terganggu akibat kemasukan air. Ketika menggenangi rem, mampu menciptakan kelembaban berlebih hingga berujung pada lemahnya sistem pengereman.
Banyak kejadian kampas rem dan cakram sampai karatan lalu rusak permanen akibat tergenang air. Mau tidak mau memang harus diganti demi keselamatan penumpang serta pengendara.
- Oli mengalami kebocoran
Mobil yang pernah kemasukan air banjir, biasanya mudah mengalami kebocoran oli. Hal itu disebabkan oleh elemen seal yang melemah maupun rusak.
Ketika air berlebih masuk dalam mesin mobil bisa mengakibatkan seal langsung hilang elastisitasnya, lalu oli otomatis merembes.
Kondisi itu menyebabkan kerusakan internal mesin serta menurunkan kinerja keseluruhan.
- Biaya perbaikan membengkak
Mobil bekas banjir akan mengalami berbagai tipe kerusakan, sehingga perlu adanya perbaikan menyeluruh yang membutuhkan biaya mahal.
Sehingga, bukannya menghemat pengeluaran malah sebaliknya makin membengkak.
Ciri Khas Mobil Bekas Banjir
Sebenarnya mobil bekas yang pernah tergenang air menunjukkan ciri khusus, pembeli bisa melakukan pemeriksaan pada bagian-bagian tertentu.
- Area interior
Sebaiknya periksa karpet dasar dengan diangkat lalu teliti. Indikasi yang bisa dilihat berupa adanya bekas air, lumpur, jamur di sisi bawah jok, door trim, saku pintu.
- Ruang mesin
Segera lakukan pemeriksaan pada komponen konektor kabel, fuse box, celah area mesin. Anda bisa melihat bersih atau ada bekas air atau lumpur.
- Sisi bawah atau kolong
Anda bisa mulai dengan mencari karat yang berlebih, baut baru terlihat mencurigakan dan ada atau tidak bekas lumpur pada area sasis.
- Periksa oli
Customer bisa memeriksanya dengan cara menarik bagian dipstick oli, selanjutnya pastikan tidak ada buih aneh layaknya mayones. Sebagai penanda oli telah tercampur air.
- Test drive
Anda bisa mendengarkan suara mesin, memeriksa secara teliti semua fitur elektrik seperti AC, lampu audio, power window. Selanjutnya rasakan performa transmisi yang tersedia.
Itulah bahayanya membeli mobil bekas banjir, jika tidak diteliti secara menyeluruh akan berdampak pada keselamatan dan kenyamanan penumpang maupun pengendara.
Kontributor : Damayanti Kahyangan