Suara.com - Honda Astrea, sebuah seri motor bebek yang memulai debutnya di Indonesia sejak era 1980-an, telah menorehkan sejarah sebagai salah satu kendaraan paling andal dan ikonik.
Varian seperti Astrea Grand, Prima, Star, dan Legenda bukan sekadar alat transportasi melainkan simbol ketangguhan dan kehematan di zamannya.
Setelah sempat dianggap ketinggalan zaman, kini motor klasik 90-an kembali booming, terutama di kalangan anak muda dan kolektor.
Desainnya yang simpel, klasik namun elegan membuat Astrea kembali diburu sebagai barang koleksi dan investasi yang harganya cenderung naik. Lantas berapa harga motor Astrea bekas? Bagaimana spesifikasi dan berapa pajak tahunannya? Simak penjelasan berikut ini.
Harga Motor Astrea Bekas dan Spesifikasinya

Harga Motor Bekas
Pasar motor Astrea bekas saat ini sangat fluktuatif, tergantung pada kondisi, tahun produksi, dan yang terpenting, tingkat keaslian komponen (orisinalitas). Harganya bisa bervariasi mulai dari Rp3 jutaan hingga tembus belasan juta rupiah.
Kisaran Harga Berdasarkan Kondisi dan Tipe
1 Rp3 Juta – Rp7 Juta
Umumnya untuk model Astrea Grand atau Legenda tahun 90-an dengan kondisi standar, membutuhkan perbaikan kosmetik, atau memiliki surat-surat tidak lengkap (pajak mati 1–3 tahun). Cocok untuk yang mencari motor harian.
2. Rp8 Juta – Rp15 Juta Ke Atas
Model-model klasik seperti Astrea Prima atau Astrea Grand tahun awal yang memiliki kondisi mesin sangat prima (standar pabrik), bodi mulus, semua komponen kelistrikan berfungsi, dan surat-surat lengkap (pajak hidup).
Khusus unit yang telah direstorasi total atau sangat langka, harganya bisa melampaui Rp15 juta.
Faktor Penentu Harga
- Tahun: Model Astrea lebih tua (misal Prima atau Grand awal 90-an) sering dihargai lebih tinggi jika orisinal.
- Orisinalitas: Kehadiran suku cadang asli (misal logo, stiker, atau lampu) dapat mendongkrak harga kolektor.
- Surat & Pajak: Kelengkapan BPKB dan STNK serta status pajak (hidup atau mati) memengaruhi transaksi.
Spesifikasi Honda Astrea
Honda Astrea dikenal karena keandalannya yang luar biasa. Mayoritas varian ikonik (seperti Grand dan Prima) memiliki spesifikasi umum yang menjamin ketahanan dan kehematan.
- Mesin: 4-tak, SOHC, Silinder Tunggal, Berpendingin Udara
- Kapasitas Mesin: Sekitar 97.1 cc (tergantung varian)
- Tenaga Maksimum: Sekitar 7.3 dk @ 8.000 rpm
- Transmisi: Semi-Manual 4-Percepatan (Rotary)
- Sistem Pengereman: Tromol (Depan & Belakang)
- Konsumsi BBM: Sangat Irit (Bisa mencapai 60–90 km/liter)
Keunggulan Utama Astrea
1. Super Irit: Konsumsi bahan bakar yang sangat efisien menjadikannya pilihan ideal untuk mobilitas harian.
2. Bandel dan Awet: Mesinnya terkenal sangat tahan banting dan perawatannya sangat mudah serta murah.
3. Desain Klasik: Tampilannya yang sederhana dan elegan memberikan daya tarik nostalgia yang kuat.
Pajak Tahunan Honda Astrea
Salah satu keuntungan terbesar memiliki motor klasik seperti Astrea adalah biaya pajak tahunannya yang sangat ringan, menjadikannya sangat ramah di kantong. Pajak tahunan Honda Astrea bekas umumnya berada di bawah Rp100.000 per tahun.
Pajak dihitung berdasarkan persentase dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) ditambah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp35.000. Karena NJKB motor tua sangat rendah, maka total pajaknya pun sangat murah.
Contoh Kasus: Jika NJKB Astrea diperkirakan Rp3.000.000, maka PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sekitar 1.5% adalah Rp45.000. Total Pajak Tahunan = Rp45.000 (PKB) + Rp35.000 (SWDKLLJ) = Rp80.000 (Estimasi kasar).

Cara Cek Pajak Akurat
Untuk mengetahui biaya pajak yang pasti, termasuk jika ada denda keterlambatan (pajak mati), kamu wajib melakukan pengecekan langsung:
1. Kunjungi situs atau aplikasi resmi Samsat online sesuai provinsimu.
2. Masukkan Nomor Plat (Nomor Polisi) dan 5 Angka Terakhir Nomor Rangka (terdapat di STNK).
3. Sistem akan menampilkan rincian biaya PKB, SWDKLLJ, dan total tagihan pajakmu.
Poin Wajib Cek Sebelum Membeli Honda Astrea
Mengingat usia motor Astrea yang sudah puluhan tahun, berikut adalah hal krusial yang harus kamu pastikan sebelum transaksi:
1. Mesin: Pastikan mesin menyala halus, tidak berasap tebal, dan kompresi mesin masih padat.
2. Surat-surat: Wajib cek kelengkapan STNK dan BPKB, serta pastikan nomor rangka dan nomor mesin cocok.
3. Kelistrikan: Uji coba fungsi lampu (depan, belakang, rem), klakson, lampu sein, dan starter elektrik/engkol.
4. Kerangka: Cek bodi utama dan kaki-kaki dari karat atau keropos parah.
Kontributor : Trias Rohmadoni