Berbagai persamaan dan perbedaan tersebut menjadikan mobil SUV kembar tersebut masih banyak customer yang mencarinya.
Namun, Anda perlu mempertimbangkan juga masalah penyakit umum dari mesin 1.0 Turbo Raize atau Rocky.

Penyakit Umum Mesin 1.0 Turbo
Sebelum Anda berlanjut untuk membeli versi mobil bekasnya akan lebih bijak jika memahami penyakit umum pada mesin 1.0 Turbo dari Raize maupun Rocky.
1. Penyakit Umum Mesin 1.0 Turbo Raize
Ada lima penyakit khas yang biasanya menimpa mesin 1.0 turbo Raize, mulai dari turbo tidak dingin sempurna karena turbin berputar sangat cepat dan panas. Sebaiknya jangan terburu-buru mematikan mesin langsung pasca pemakaian berat, usahakan untuk idle sebentar.
Selanjutnya berkaitan dengan getaran mesin yang mana tipe 3.0 silinder 1.0 L cenderung memiliki getaran terasa sampai kabin, apalagi saat posisi idle atau kecepatan rendah.
Penyakit berikutnya berupa masalah indikator check engine sering sekali mendadak menyala, malah kadang muncul kode error “Shift Position SW”, ada anomali pada sensor.
Selain itu, seringkali mengalami masalah pada penurunan akselerasi, tarikan maupun starter terasa sangat berat. Bahkan, bagian asap knalpot sering berubah biru atau gelap.
Baca Juga: Naksir Pajero Sport Baru? Sebelum Beli, Intip Dulu Pesona GWM Tank Bekas, Harga Mirip!
Hal lain berkaitan dengan masalah recall serta kualitas antara lain recall ECU, recall spot welding, pengguna sering mengeluh terkait sambungan body kit renggang maupun baut longgar.
2. Penyakit Umum Mesin 1.0 Turbo Rocky
Daihatsu Rocky mesin 1.0L Turbo terkenal handal, tapi mempunyai beberapa penyakit umum yang sering dialami oleh customer.
Mulai dari lampu check engine menyala saat perpindahan gigi maupun tuas mengoperasikan tuas CVT. Selanjutnya, penggunaan mesin 3 silinder,mesin 1.0L Turbo seringkali punya getaran terasa saat idle maupun akselerasi awal hingga area kabin.
Saat pengguna tidak melakukan perawatan tepat, lambat laun terkena masalah turbocharger. Gejalanya berupa tenaga mesin turun drastis, suara desing kasar, konsumsi oli banyak.
Masalah berikutnya berupa recall ECU dan penyumbatan filter udara. Jika keadaan tersebut belum mendapat penanganan, bisa menghambat performa.