- Presiden membentuk satgas percepatan transisi energi baru dengan Menteri ESDM Bahlil sebagai ketuanya.
- Target utama transisi energi adalah realisasi dalam tiga hingga empat tahun melalui PLTS dan konversi motor.
- Percepatan konversi motor dari bensin ke listrik ditargetkan mencapai jutaan unit per tahun demi menekan subsidi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas atau satgas guna mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai ketua Satgas.
Bahlil menyebut Prabowo menargetkan percepatan transisi energi nasional bisa terealisasi dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun.
"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera. Dan Insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal tiga sampai empat tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dalam percepatan transisi energi terdapat sejumlah hal yang disorot di antaranya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 1.000 gigawatt hingga konversi sepeda motor berbahan bakar fosil ke listrik.
"Dan juga adalah percepatan konversi dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," sebut Bahlil.
Bahlil menyebut percepaatan transisi energi perlu disegarakan guna menekan beban subsidi. Menurutnya, konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke PLTS akan menciptakan efisiensi signifikan pada anggaran subsidi listrik nasional.
Bahlil mengatakan bahwa program konversi motor telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dengan target kurang lebih 200.000 unit motor per tahun. Menurutnya, pemerintah akan menggenjot target lantaran banyak penemuan teknologi baru.
"Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologinya, lebih murah. Jadi mungkin sekitar 4, 5, sampai 6 juta (target konversi per tahun). Jadi semakin ke sini semakin murah," kata Bahlil .
Terkait kemungkinan pemberian subsidi seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, Bahlil mengatakan pemerintah sedang menyiapkan formulasi yang tepat.
Baca Juga: Ambisi Transisi Energi Bersih Indonesia, Seberapa Siapkah SDM Industri Surya?
Ia menyampaikan skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.
"Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," jelasnya.