Setelah cek fisik selesai, langkah berikutnya adalah mengurus balik nama STNK. Proses ini dilakukan di loket pendaftaran Samsat dengan menyerahkan seluruh dokumen beserta hasil cek fisik.
Pada tahap ini, pemilik baru akan dikenakan biaya administrasi serta pembayaran pajak kendaraan bermotor jika ada tunggakan.
Setelah proses selesai, STNK baru atas nama pemilik baru akan diterbitkan, biasanya dalam hari yang sama atau beberapa hari kerja tergantung kebijakan daerah.
4. Membayar Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
Dalam proses balik nama, pemilik kendaraan wajib membayar Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB.
Besaran biaya ini berbeda-beda tergantung kebijakan provinsi, namun untuk kendaraan bekas, umumnya tarif BBNKB adalah 1 persen dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Selain BBNKB, juga ada biaya administrasi, penerbitan STNK, dan TNKB (pelat nomor) jika dilakukan penggantian.
Penting untuk menyiapkan dana cadangan agar proses berjalan lancar.
5. Mengurus Balik Nama BPKB
Setelah STNK atas nama pemilik baru terbit, proses belum sepenuhnya selesai karena masih harus mengurus balik nama BPKB.
Pengurusan ini dilakukan di Polda atau kantor Ditlantas sesuai domisili.
Dokumen yang dibutuhkan antara lain STNK baru, BPKB lama, KTP pemilik baru, dan bukti pembayaran BBNKB.
Proses ini memakan waktu lebih lama dibanding STNK, biasanya sekitar 2 hingga 4 minggu, namun sangat penting karena BPKB merupakan bukti kepemilikan sah kendaraan.
6. Periksa Kembali Data Kendaraan
Setelah semua proses selesai, pemilik baru sebaiknya melakukan pengecekan ulang terhadap data yang tertera di STNK dan BPKB.
Pastikan nama, alamat, nomor rangka, dan nomor mesin sesuai dengan kendaraan yang dimiliki.
Kesalahan data bisa menimbulkan masalah administratif di kemudian hari, terutama saat membayar pajak tahunan atau menjual kendaraan kembali.
Jika ditemukan kesalahan, segera ajukan koreksi ke pihak Samsat.
7. Simpan Dokumen dengan Aman
Tahap terakhir yang sering diabaikan adalah menyimpan dokumen kendaraan dengan baik dan aman. STNK, BPKB, serta kwitansi jual beli sebaiknya disimpan terpisah dan terlindung dari risiko rusak atau hilang.
Dokumen ini akan sangat dibutuhkan saat mengurus pajak tahunan, perpanjangan STNK lima tahunan, hingga jika suatu saat mobil dijual kembali.
Menjaga dokumen dengan baik sama pentingnya dengan merawat kendaraannya sendiri.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni