Baca 10 detik
- Kemenperin mengakui insentif otomotif tahun ini menambah beban fiskal pemerintah, namun belum ada pembahasan lanjutan dengan Kemenkeu.
- Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, menyatakan pembahasan insentif bergantung pada jadwal Kemenkeu karena pertimbangan fiskal.
- Sebelumnya, Menteri Perindustrian bersikeras meminta insentif walau Menteri Koordinator Perekonomian menolaknya.
Agus bahkan secara terbuka bersilang pendapat dengan "bosnya" Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang berada di posisi menolak insentif untuk industri otomotif. Airlangga pada akhir 2025 bilang industri otomotif sudah cukup kuat dan sudah menikmati banyak insentif di beberapa tahun terakhir.
Menanggapi penolakan dari Airlangga itu Agus mengataka pihaknya "menyayangkan" sikap Airlangga tersebut.
"Kemenperin menyayangkan ada penyataan ini. Kemenperin baru memulai merumuskan insentif otomotif tapi sudah ditolak," kata Febrie mewakili Menteri Agus pada November 2025 lalu.