-
CVT merupakan komponen transmisi vital yang membutuhkan perawatan rutin secara berkala.
-
Kebiasaan menahan gas di tanjakan dapat memicu panas berlebih pada komponen.
-
Gunakan oli berkualitas dan hindari beban berlebih agar sabuk pemacu awet.
3. Sering Membawa Beban Melebihi Kapasitas
Setiap motor matic punya batasan beban maksimal yang sudah tertera di buku panduan.
Kebiasaan membawa muatan berlebih, baik itu barang belanjaan yang menumpuk atau boncengan melebihi kapasitas, memaksa CVT bekerja jauh lebih keras.
Tekanan berlebih ini akan mempercepat keausan komponen dan membuat akselerasi motor terasa berat serta boros bahan bakar.
4. Kebiasaan Nahan Gas Saat Macet dan Tanjakan
Saat terjebak macet atau berhenti di tanjakan, banyak orang sering menahan gas agar motor tidak mundur.
Kebiasaan ini sebenarnya mirip dengan setengah kopling pada motor manual yang menyebabkan panas berlebih atau overheat pada bagian roller dan belt.
Jika dilakukan terus-menerus, komponen tersebut akan hangus atau peyang, sehingga tarikan motor jadi bergetar.
5. Cuek dengan Gejala Kerusakan
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepeda Ban Besar yang Nyaman dan Mudah Dikendarai Lansia
Motor sebenarnya sering memberikan kode saat ada yang tidak beres.
Misalnya, tarikan mesin terasa berat, keluar asap putih, atau muncul suara kasar dari area box CVT.
Banyak pengendara yang tetap memaksakan motor tetap jalan meski gejalanya sudah parah.
Padahal, mengabaikan tanda-tanda ini hanya akan merembet ke kerusakan komponen lain.
Alhasil, biaya perbaikan yang awalnya ringan bisa membengkak jadi jutaan rupiah.