Apakah Mobil Baru Masih Butuh Inreyen di Era Teknologi Mesin yang Semakin Canggih

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:26 WIB
Apakah Mobil Baru Masih Butuh Inreyen di Era Teknologi Mesin yang Semakin Canggih
Mobil baru di salah satu pameran otomotif. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Inreyen adalah proses penyesuaian awal komponen kendaraan baru seperti mesin, rem, dan transmisi sebelum pemakaian jangka panjang.
  • Meski teknologi maju, mobil baru disarankan melewati masa adaptasi hingga 1.000 kilometer atau satu bulan pertama.
  • Selama 500 hingga 1.000 kilometer awal, hindari akselerasi mendadak, kecepatan tinggi, serta penggunaan rem keras.

Suara.com - Saat ini istilah ‘inreyen’ sudah kurang familiar di telinga pengguna kendaraan yang masih muda. Singkatnya, inreyen atau dalam bahasa inggris biasa disebut "break-in", adalah proses penyesuaian awal komponen-komponen mesin dan lainnya seperti rem dan sistem transmisi pada kendaraan baru.

Tujuannya untuk memastikan semua bagian mesin, seperti piston, silinder, dan komponen penting lainnya dapat bekerja secara optimal dan beradaptasi sebelum digunakan dalam jangka waktu panjang.

“Inreyen sendiri sebernarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Rabu (25/2/2026).

Saat ini, perkembangan teknologi material dan manufaktur kendaraan membuat komponen mobil makin presisi dan gesekan antar komponen dapat direduksi sehingga potensi aus berkurang.

Komponen pendukung lainnya seperti oli dan cairan lain seperti brake fluid dan radiator fluid, juga berkembang kualitas dan daya tahannya untuk mendukung upaya menjaga kondisi mesin dan komponen mobil lainnya, karena itu ada beberapa yang berpikir inreyen sudah diperlukan lagi.

Namun bukan berarti tahapan inreyen bisa dilupakan. Disesuaikan dengan kebutuhan mobil modern, sebaiknya mobil tetap melewati masa adaptasi hingga 1 bulan atau 1.000 km pertama.

Tujuannya agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pemakaian dan lingkungan, serta antisipasi masalah yang mungkin timbul saat pemakaian.

Pengemudi diharapkan untuk memperhatikan penggunaan dan tidak memaksakan dalam memacu kendaraan. Seperti, selama sekitar 500 km pertama hindari melakukan hard braking untuk menjaga kondisi komponen rem.

Selama 1.000 km pertama, hindari mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi, akselerasi mendadak, atau membawa muatan berlebih agar aman dan nyaman di jalan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026

Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026

Otomotif | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:20 WIB

Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru

Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:05 WIB

Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi

Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:41 WIB

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

×