- Anggaran mobil dinas Gubernur Kaltim mencapai Rp 8,5 miliar dengan dalih tingginya mobilitas IKN.
- Aturan Permendagri mengatur batas maksimal kapasitas mesin, namun bukan berarti harus menghabiskan miliaran rupiah.
- Banyak pilihan SUV tangguh berspesifikasi tinggi seperti Pajero dan Fortuner dengan harga rasional.
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga 172 kW dengan torsi brutal 367 Nm. Desainnya sangat mewah untuk menyambut tamu VIP, dan harganya hanya di kisaran Rp 735,8 juta saja.
3. Mitsubishi Pajero Sport: Si Tangguh Andalan Pejabat

Pajero Sport sudah lama menjadi simbol prestise dan ketangguhan di jalanan Indonesia.
Dengan opsi penggerak 4x2 maupun 4x4, mobil ini tak pernah gagal melibas medan ekstrem.
Varian Dakar dibekali mesin 4N15 berkapasitas 2.442 cc dengan turbo intercooler yang menghasilkan tenaga 181 PS dan torsi 430 Nm. Harganya? Sangat masuk akal, berkisar antara Rp 582,7 juta hingga Rp 784,6 juta.
4. Nissan X-Trail e-Power: Canggih Tanpa Repot Ngecas

Mencari kenyamanan tingkat tinggi? Nissan X-Trail dengan teknologi hybrid e-Power dan sistem penggerak AWD (e-4ORCE) adalah jawabannya.
Dua motor listriknya mampu mendistribusikan tenaga secara presisi hingga 338 PS. Sangat cocok dan stabil untuk bermanuver di jalan berliku. Nissan X-Trail terbaru ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 795 juta.
5. Toyota Fortuner: Beli 10 Unit Pun Masih Sisa!

Inilah raja SUV ladder frame di Indonesia. Pilihan penggerak 4x4, ditambah opsi mesin bensin 2.700 cc atau diesel 2.800 cc yang terkenal bandel, membuatnya menjadi pilihan paling rasional untuk operasional kepala daerah.
Berdasarkan situs resmi Toyota, harganya berkisar di angka Rp 619,5 juta hingga Rp 793,3 juta.
Coba bayangkan, dengan anggaran Rp 8,5 miliar, pemerintah bisa memborong lebih dari 10 unit Toyota Fortuner tipe tertinggi!
Melihat deretan mobil mewah nan canggih di atas, rasanya sulit untuk menjustifikasi angka Rp 8,5 miliar hanya untuk satu unit mobil dinas blusukan.
Pada akhirnya, muncul satu pertanyaan kritis di benak masyarakat: Daripada menghambur-hamburkan uang miliaran rupiah demi mobil anti-guncangan untuk melintasi jalan rusak, bukankah lebih bijak jika anggaran tersebut dialihkan untuk memperbaiki infrastruktur jalan itu sendiri?
Dengan jalanan yang mulus, mobil seharga ratusan juta pun sudah lebih dari cukup untuk menyambut tamu kehormatan IKN. Bagaimana menurut Anda?