Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Gelombang, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Manuel Jeghesta Nainggolan | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 16:40 WIB
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Gelombang, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Ilustrasi mudik lebaran 2026 di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Indramayu, Jawa Barat. [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
  • Polri memprediksi pola mudik Lebaran 2026 terbagi dua gelombang karena berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
  • Puncak arus mudik diperkirakan 14-15 Maret (gelombang satu) dan 18-19 Maret (gelombang dua) menurut Wakapolri.
  • Polri menerjunkan 161.243 personel dan menyiapkan rekayasa lalin untuk mengantisipasi 143,9 juta pemudik.

Suara.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi pola pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026 akan berbeda dari tahun sebelumnya. Arus mudik dan balik kali ini diperkirakan terbagi menjadi dua gelombang besar karena jadwalnya berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Wakapolri Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14 hingga 15 Maret sedangkan gelombang kedua pada 18 sampai 19 Maret 2026.

"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," ujar Dedi, dikutip Selasa (3/3/2026).

Meskipun jumlah pemudik diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang atau menurun sekitar 1,75 persen dibanding tahun lalu Polri tetap melakukan antisipasi ketat di berbagai jalur utama.

"Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan," ungkap Dedi.

Dalam Operasi Ketupat 2026 Polri menerjunkan 161.243 personel gabungan untuk mengamankan ratusan ribu objek vital termasuk masjid dan jalur wisata. Sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mencegah kemacetan parah di jalan tol maupun pelabuhan.

"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa lalu lintas di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," tutur Dedi.

Pihak kepolisian juga memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM dalam posisi aman. Persiapan teknis dari instansi terkait seperti Basarnas dan pengelola jalan tol juga sudah dimatangkan.

"Demikian juga kesiapan dari Basarnas, kemudian dari Jasa Marga, dan dari Bina Marga semuanya siap ya dalam melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan digelar pada tahun ini," kata Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persiapan Mudik Lebaran 2026 Yamaha Siapkan Bengkel Jaga Kawal Pemudik

Persiapan Mudik Lebaran 2026 Yamaha Siapkan Bengkel Jaga Kawal Pemudik

Otomotif | Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:38 WIB

GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional

GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional

Otomotif | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:16 WIB

Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025

Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:59 WIB

Terkini

Daftar Harga Mobil Listrik BYD April 2026, Mulai Rp199 Jutaan

Daftar Harga Mobil Listrik BYD April 2026, Mulai Rp199 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 20:54 WIB

Apakah Motor Listrik Bayar Pajak Tahunan? Cek Besarannya

Apakah Motor Listrik Bayar Pajak Tahunan? Cek Besarannya

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 20:49 WIB

3 Fakta Kenapa Honda BeAT Dicap Motor Pelit Fitur, Strategi atau Efisiensi?

3 Fakta Kenapa Honda BeAT Dicap Motor Pelit Fitur, Strategi atau Efisiensi?

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 19:25 WIB

Teknologi New Veloz Hybrid yang Perlu Pengguna Pahami

Teknologi New Veloz Hybrid yang Perlu Pengguna Pahami

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 19:10 WIB

5 Skutik Entry-Level Super Irit BBM Terbaru 2026 Banderol Kaki Lima

5 Skutik Entry-Level Super Irit BBM Terbaru 2026 Banderol Kaki Lima

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 17:40 WIB

Honda Jazz 2026 Menjelma Jadi Karya Seni Berkat Sentuhan Kreatif Desainer Muda

Honda Jazz 2026 Menjelma Jadi Karya Seni Berkat Sentuhan Kreatif Desainer Muda

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 17:15 WIB

5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa

5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB

Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia

Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 16:05 WIB

7 Motor Listrik Roda Tiga Tertutup, Bisa Muat Banyak Siap Terjang Panas dan Hujan

7 Motor Listrik Roda Tiga Tertutup, Bisa Muat Banyak Siap Terjang Panas dan Hujan

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 15:55 WIB

BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?

BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 15:30 WIB