- Polri memprediksi pola mudik Lebaran 2026 terbagi dua gelombang karena berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
- Puncak arus mudik diperkirakan 14-15 Maret (gelombang satu) dan 18-19 Maret (gelombang dua) menurut Wakapolri.
- Polri menerjunkan 161.243 personel dan menyiapkan rekayasa lalin untuk mengantisipasi 143,9 juta pemudik.
Suara.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi pola pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026 akan berbeda dari tahun sebelumnya. Arus mudik dan balik kali ini diperkirakan terbagi menjadi dua gelombang besar karena jadwalnya berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Wakapolri Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14 hingga 15 Maret sedangkan gelombang kedua pada 18 sampai 19 Maret 2026.
"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," ujar Dedi, dikutip Selasa (3/3/2026).
Meskipun jumlah pemudik diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang atau menurun sekitar 1,75 persen dibanding tahun lalu Polri tetap melakukan antisipasi ketat di berbagai jalur utama.
"Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan," ungkap Dedi.
Dalam Operasi Ketupat 2026 Polri menerjunkan 161.243 personel gabungan untuk mengamankan ratusan ribu objek vital termasuk masjid dan jalur wisata. Sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mencegah kemacetan parah di jalan tol maupun pelabuhan.
"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa lalu lintas di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," tutur Dedi.
Pihak kepolisian juga memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM dalam posisi aman. Persiapan teknis dari instansi terkait seperti Basarnas dan pengelola jalan tol juga sudah dimatangkan.
"Demikian juga kesiapan dari Basarnas, kemudian dari Jasa Marga, dan dari Bina Marga semuanya siap ya dalam melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan digelar pada tahun ini," kata Dedi.