Bikin Iri! Malaysia Punya Tradisi Gratiskan Tol saat Mudik Lebaran, Indonesia Kapan?

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:05 WIB
Bikin Iri! Malaysia Punya Tradisi Gratiskan Tol saat Mudik Lebaran, Indonesia Kapan?
Ilustrasi cara bayar tol tanpa berhenti.(PIxabay/2919569)
baca 10 detik
  • Pemerintah Malaysia rutin menggratiskan atau memberi diskon tarif tol saat momen mudik Lebaran tiba.
  • Kebijakan ini menelan biaya puluhan juta ringgit demi meringankan beban transportasi masyarakat saat mudik. 
  • Berbeda dengan Malaysia, pemerintah Indonesia umumnya hanya memberikan diskon tol untuk memecah kepadatan arus.

Suara.com - Momen mudik Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga. Namun, di balik antusiasme tersebut, ada satu hal yang kerap membuat isi dompet menjerit: tarif jalan tol.

Bagi pemudik jalur darat, menyiapkan saldo e-toll dalam jumlah besar sudah menjadi kewajiban mutlak.

Namun, tahukah Anda? Rasa pusing memikirkan saldo tol ternyata tidak terlalu dirasakan oleh warga negara tetangga kita, Malaysia.

Pemerintah Negeri Jiran memiliki sebuah tradisi luar biasa yang mungkin bikin pemudik Indonesia geleng-geleng kepala sekaligus iri: menggratiskan tarif jalan tol selama periode mudik Lebaran.

Mari kita bedah betapa memanjakannya tradisi "Balik Kampung" ala Malaysia ini, dan bagaimana jika dibandingkan dengan kebijakan di Indonesia?

Tradisi Lebaran yang Menguras Kas Negara demi Rakyat

Di Malaysia, mudik dikenal dengan istilah balik kampung. Sama seperti di Indonesia, momen ini memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.

Memahami tingginya kebutuhan masyarakat, pemerintah Malaysia rutin mengumumkan pembebasan tarif di sejumlah ruas jalan tol utama yang menghubungkan ibu kota ke berbagai wilayah di Semenanjung Malaysia.

Durasi pembebasan tarifnya pun tidak main-main. Mengutip dari berbagai laporan lokal seperti Bernama, pembebasan tarif ini biasanya berlaku satu hingga empat hari, meliputi arus mudik dan arus balik.

baca juga

Mari kita lihat jejak rekam kebaikan pemerintah Malaysia beberapa tahun terakhir:

  • Lebaran 2023: Pemerintah menggratiskan tarif tol secara penuh selama empat hari berturut-turut.
  • Lebaran 2024: Malaysia mengeluarkan anggaran hingga 37,6 juta ringgit (sekitar ratusan miliar rupiah) untuk menyubsidi perusahaan konsesi agar masyarakat bisa lewat tol secara gratis.
  • Lebaran 2025: Meski tidak gratis 100%, pemerintah tetap memberikan diskon besar-besaran hingga 50 persen khusus untuk kendaraan golongan kelas 1 (kendaraan pribadi).

Bukan sekadar ajang "bakar uang", langkah ini adalah strategi cerdas pemerintah Malaysia untuk dua hal: mengelola lonjakan volume kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik, sekaligus bentuk kepedulian sosial yang nyata guna meringankan beban ekonomi warga yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Bagaimana Jika Dibandingkan dengan Indonesia?

Gerbang Tol Prambanan saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). (Dok.Jasa Marga).
Gerbang Tol Prambanan saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). (Dok.Jasa Marga).

Membaca kebijakan Malaysia, wajar jika muncul pertanyaan di benak kita: "Kok Indonesia tidak bisa gratis 100 persen saat Lebaran?"

Faktanya, pemerintah Indonesia melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga memiliki program khusus saat mudik Lebaran.

Namun, pendekatannya berbeda. Alih-alih menggratiskan secara total, Indonesia menerapkan sistem Diskon Tarif Tol, yang biasanya berkisar di angka 10 hingga 20 persen.

Ada beberapa alasan logis mengapa Indonesia menggunakan pendekatan diskon alih-alih gratis total:

  • Skala dan Jarak: Jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra jauh lebih panjang dan masif dibandingkan Semenanjung Malaysia. Menggratiskan tol di Indonesia akan membebani APBN dengan nilai triliunan rupiah dalam hitungan hari.
  • Tujuan Memecah Lalu Lintas: Di Indonesia, diskon tol biasanya tidak diberikan pada puncak arus mudik. Sebaliknya, diskon diberikan pada hari-hari awal (H-7 hingga H-5) atau setelah puncak arus balik. Tujuannya sebagai "pemanis" agar masyarakat mau mudik lebih awal, sehingga kemacetan parah di hari H bisa dihindari.
  • Sistem Kepemilikan Konsesi: Banyak ruas tol di Indonesia dikelola oleh konsorsium swasta maupun BUMN dengan hitungan pengembalian investasi yang sangat ketat.

Meski Indonesia belum bisa sepenuhnya menggratiskan tarif tol seperti Malaysia, kebijakan diskon yang dipadukan dengan rekayasa lalu lintas (seperti One Way dan Contra Flow) terbukti semakin baik dalam mengurai kemacetan horor dari tahun ke tahun.

Tradisi pembebasan tarif tol di Malaysia saat balik kampung jelas merupakan kebijakan pro-rakyat yang patut diacungi jempol.

Di sisi lain, langkah pemerintah Indonesia dengan strategi diskon tarif untuk memecah arus juga merupakan solusi yang paling realistis untuk kondisi geografis kita.

Apapun kebijakannya, pengumuman dari kementerian terkait jelang Lebaran selalu menjadi momen yang paling ditunggu.

Yang terpenting, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan saldo e-toll Anda (khusus warga +62) selalu aman sebelum roda berputar menuju kampung halaman!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Rest Area Tol Trans Jawa yang Punya SPKLU, Mudik 2026 Makin Tenang Pakai Mobil Listrik

Daftar Rest Area Tol Trans Jawa yang Punya SPKLU, Mudik 2026 Makin Tenang Pakai Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:27 WIB

Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol

Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:41 WIB

Tips Jaga Rem Mobil Tetap Pakem saat Dibawa Mudik Lebaran

Tips Jaga Rem Mobil Tetap Pakem saat Dibawa Mudik Lebaran

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×