Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 01 April 2026 | 13:23 WIB
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi (Freepik)

Berbeda dengan era sebelumnya, pada masa ini justru terjadi penurunan harga BBM. Harga premium yang sebelumnya Rp1.200 per liter diturunkan menjadi Rp1.000. Kebijakan ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia serta upaya pemulihan ekonomi pasca krisis.

4. Era Abdurrahman Wahid

Pada masa pemerintahan Gus Dur, harga BBM kembali mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun. Tahun 2000, harga premium naik menjadi Rp1.150 per liter. Kemudian pada 2001 kembali naik menjadi Rp1.450 per liter, sementara solar ikut meningkat hingga Rp1.250. Kenaikan ini dilakukan untuk menyesuaikan beban anggaran negara.

5. Era Megawati Soekarnoputri

Pemerintah kembali menaikkan harga BBM sebanyak dua kali. Pada tahun 2002, harga premium naik dari Rp1.450 menjadi Rp1.550 per liter. Kemudian di awal 2003, harga kembali naik menjadi Rp1.810 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada beban subsidi negara.

6. Era Susilo Bambang Yudhoyono

Periode ini ditandai dengan kenaikan dan penurunan harga yang cukup sering. Pada 2005, harga BBM melonjak drastis dari sekitar Rp2.400 menjadi Rp4.500 per liter. Tahun 2008, harga kembali naik hingga Rp6.000 per liter.

Namun di akhir 2008, harga diturunkan ke kisaran Rp5.000–Rp5.500, lalu turun lagi pada 2009 menjadi Rp 4.500. Pada 2013, harga BBM kembali naik hingga Rp6.500 per liter. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara subsidi dan kondisi APBN.

7. Era Joko Widodo

baca juga

Di era ini, perubahan harga BBM terjadi cukup dinamis mengikuti kondisi global. Pada 2014, harga premium naik menjadi Rp8.500 dan solar Rp7.500. Tahun 2015–2016 sempat terjadi penurunan bertahap hingga premium berada di sekitar Rp6.500 dan solar Rp5.150. Namun pada 2018, harga Pertalite naik dari Rp7.600 menjadi Rp7.800.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada 2022, di mana Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

Demikianlah informasi lengkap terkait harga pertalite jika tidak disubsidi, serta sejarah kenaikan BBM di Indonesia dari waktu ke waktu.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:03 WIB

Beda Harga BBM di Indonesia vs Iran, Bak Langit dan Bumi

Beda Harga BBM di Indonesia vs Iran, Bak Langit dan Bumi

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 13:01 WIB

Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?

Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 12:38 WIB

Terkini

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:49 WIB

Sidang Richard Lee Kembali Ditunda, Jaksa Ungkap Saksi Kunci Menghilang dan Dikabarkan Meninggal

Sidang Richard Lee Kembali Ditunda, Jaksa Ungkap Saksi Kunci Menghilang dan Dikabarkan Meninggal

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Prajurit TNI AL Dikeroyok di Matraman Gara-gara Senggolan, Dipukul Helm hingga Ditendangi

Prajurit TNI AL Dikeroyok di Matraman Gara-gara Senggolan, Dipukul Helm hingga Ditendangi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:47 WIB

WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia

WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang

Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:39 WIB

×