Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 01 April 2026 | 13:23 WIB
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi (Freepik)

Suara.com - Di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat membuat masyarakat was-was, pemerintah akhirnya memastikan bahwa harga BBM tidak mengalami perubahan per April 2026, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi.

Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya sempat khawatir akan adanya penyesuaian harga di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Banyak orang belum menyadari bahwa harga BBM, khususnya Pertalite, sebenarnya tidak mencerminkan harga aslinya. Pemerintah masih menahan harga agar tetap terjangkau melalui skema subsidi.

Lalu, sebenarnya berapa harga pertalite jika tidak disubsidi? Hal ini penting untuk dipahami, apalagi jika melihat tren kenaikan BBM dari waktu ke waktu yang selalu dipengaruhi kondisi global dan kebijakan pemerintah. Berikut informasi lengkapnya.

Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi

Banyak masyarakat belum menyadari bahwa harga Pertalite yang dibeli setiap hari sebenarnya sudah mendapat bantuan dari negara.

Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menanggung sebagian biaya agar harga tetap terjangkau.

Harga keekonomian Pertalite sebenarnya berada di kisaran Rp11.700 per liter. Namun, masyarakat hanya membayar Rp10.000 per liter. Selisih sekitar Rp1.700 per liter inilah yang ditanggung pemerintah sebagai subsidi.

Jika subsidi tersebut tidak diberikan, maka harga pertalite bisa langsung naik mengikuti harga pasar. Artinya, masyarakat harus membayar lebih mahal dari harga saat ini, bahkan berpotensi terus berubah sesuai kondisi global.

Sejarah Kenaikan BBM di Indonesia dari Masa ke Masa

1. Era Soekarno

baca juga

Pada era Presiden Soekarno, harga BBM sudah mulai mengalami penyesuaian akibat tekanan ekonomi dan inflasi tinggi. Pada November 1965, harga premium berada di Rp 0,3 per liter dan solar Rp0,2. Hanya dalam waktu singkat, Januari 1966 harga premium melonjak menjadi Rp1 per liter.

Namun, di akhir Januari 1966, pemerintah kembali menyesuaikan harga menjadi Rp0,5 per liter untuk premium, sementara solar justru naik ke Rp0,4. Perubahan cepat ini mencerminkan kondisi ekonomi yang belum stabil saat itu.

2. Era Soeharto

Di masa Orde Baru, kenaikan harga BBM dilakukan bertahap namun dalam jangka panjang cukup signifikan. Tahun 1980, harga premium berada di Rp 150 per liter dan solar Rp52,5. Pada 1993, harga premium melonjak menjadi Rp700 dan solar Rp380.

Puncaknya terjadi pada 1998 saat krisis ekonomi, di mana harga premium mencapai Rp1.200 per liter dan solar Rp600. Secara keseluruhan, kenaikan di era ini mencapai sekitar 7 kali lipat.

3. Era B. J. Habibie

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:03 WIB

Beda Harga BBM di Indonesia vs Iran, Bak Langit dan Bumi

Beda Harga BBM di Indonesia vs Iran, Bak Langit dan Bumi

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 13:01 WIB

Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?

Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 12:38 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×