- Retak pada dinding samping ban motor berisiko menyebabkan ban pecah saat berkendara.
- Penyebab utama meliputi tekanan angin rendah hingga jarang digunakan.
- Pengendara wajib mengganti ban jika ditemukan retakan dalam atau terlihat kawat guna memastikan keamanan.
Suara.com - Pernahkah Anda memperhatikan dinding samping (sidewall) ban motor Anda dan menemukan guratan-guratan halus yang menyerupai retakan rambut?
Banyak pengendara menganggap remeh hal ini selama kembang atau ulir ban masih tebal. Padahal, retak samping pada ban motor adalah sinyal peringatan serius yang berkaitan dengan keselamatan berkendara.
Kondisi ban yang retak tidak hanya mengurangi estetika kendaraan, tetapi juga menandakan bahwa struktur karet telah kehilangan elastisitasnya.
Jika dibiarkan, risiko ban pecah tiba-tiba saat melaju kencang menjadi sangat tinggi. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan ban motor retak di bagian samping? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
1. Sering Mengabaikan Tekanan Angin (Kurang Angin)
Penyebab utama ban motor retak samping adalah kebiasaan berkendara dengan tekanan angin yang kurang atau under-inflation. Saat ban kekurangan angin, dinding samping ban akan dipaksa bekerja lebih keras untuk menopang bobot motor dan pengendara.
Dinding samping akan menekuk secara berlebihan (flexing) setiap kali roda berputar. Tekukan yang terus-menerus ini menimbulkan panas berlebih dan ketegangan mekanis pada struktur karet.
Lama-kelamaan, ikatan polimer pada karet ban akan putus dan memicu munculnya retakan. Pastikan Anda selalu mengecek tekanan angin setidaknya seminggu sekali sesuai dengan standar pabrikan.

2. Paparan Sinar Matahari dan Sinar UV Secara Terus-Menerus
Ban motor terbuat dari senyawa karet alam dan sintetis yang sensitif terhadap suhu ekstrem. Jika motor sering diparkir di bawah terik matahari langsung dalam waktu lama, sinar ultraviolet (UV) akan mempercepat proses oksidasi pada karet.
Proses ini disebut dengan dry rot. Sinar UV menghancurkan pelindung kimia alami yang ada di dalam karet ban, sehingga ban menjadi keras, kaku, dan akhirnya pecah-pecah.
Ban yang sering terpapar panas matahari biasanya akan berubah warna menjadi kecokelatan sebelum retakan-retakan kecil muncul di permukaan samping.
3. Penggunaan Cairan Pembersih atau Semir Ban yang Salah
Banyak pemilik motor ingin ban mereka terlihat hitam mengkilap setiap saat. Namun, penggunaan semir ban yang mengandung bahan dasar minyak (petroleum-based) atau deterjen pembersih yang terlalu keras justru merusak.
Bahan kimia keras dapat meluruhkan lapisan antiozonan yang berfungsi melindungi karet dari keretakan. Pilihlah semir ban yang berbahan dasar air (water-based) yang lebih ramah terhadap struktur karet.