Suara.com - Sama-sama skuter matik maxi, Emmo JVH Max dan Polytron Fox-R mendapatkan nasib bak bumi dan langit.
Adapun pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata lebih melirik JVH Max ketimbang Fox-R untuk menjadi kendaraan operasional yang akan didistribusikan ke para penggerak, terutama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemilihan unit tersebut ternyata tak lepas dari segudang kontroversi, sebab tak sedikit pihak yang menilai bahwa Fox 350 lebih menawarkan value for money untuk menekan biaya yang signifikan.
Pasalnya, anggaran untuk JVH Max yang akan didistribusikan tak main-main nominalnya.
Terhitung bahwa JVH Max dibanderol sekitar Rp48,8 juta per unit berdasarkan situs resmi Emmo yang kini juga digali oleh warganet.
Lantas, mana di antara kedua skuter maxi tersebut yang lebih gacor?
Seluk beluk Emmo JVH Max

JVH Max menawarkan beberapa kelebihan yang membuatnya dilirik untuk menjadi motor listrik MBG.
Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan motor penggerak yang mampu memberikan torsi besar secara instan.
Torsi yang dihasilkan sangat bisa diandalkan saat harus mengangkut beban berat atau melibas tanjakan yang cukup ekstrem.
Sasis yang digunakan juga sangat kokoh, memberikan stabilitas maksimal saat motor dipacu dalam kecepatan tinggi maupun saat melewati medan yang kurang rata.
Peforma untuk operasional Kepala SPPG
unit ini menawarkan keandalan yang luar biasa untuk menunjang tugas pemantauan lapangan yang dinamis.
Jarak tempuh yang ditawarkan sangat kompetitif, memungkinkan mobilitas antar fasilitas pelayanan gizi dilakukan dengan sangat efektif tanpa sering terkendala masalah pengisian daya.
Spesifikasi
- Jenis mesin: Mid drive motor bertenaga tinggi
- Kapasitas: Baterai Lithium ion 72V
- Performa: Kecepatan maksimal hingga 90 km/jam
- Transmisi: Dynamo BLDC
- Fitur tambahan/fitur keamanan Sistem pengereman cakram ganda dan panel instrumen digital
Harga