5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 22 April 2026 | 09:50 WIB
5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik
5 Negara Beri Diskon Gila Di Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Aturan baru Kemendagri menetapkan pajak kendaraan listrik di Indonesia tak lagi otomatis Rp0.
  • Kebijakan ini berbanding terbalik dengan banyak negara yang justru masih gencar memberikan insentif.
  • Mulai dari Norwegia hingga Malaysia masih membebaskan ragam pajak demi percepatan transisi energi.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi mengubah aturan pungutan pajak untuk mobil listrik dan jenis kendaraan listrik lainnya. Kebijakan ini rupanya sangat berbeda dengan langkah banyak negara yang justru masih mempertahankan insentif.

Keistimewaan tarif Rp0 kini berakhir setelah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Kendaraan tanpa emisi tersebut tidak lagi masuk dalam daftar pengecualian objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB.

Langkah ini tentu memicu perbandingan tajam di tengah masyarakat. Pasalnya, dunia global justru berlomba menekan beban konsumen demi mempercepat transisi energi hijau.

Banyak pemerintahan asing memilih "membakar uang" lewat subsidi ketimbang menambah beban pungutan. Tujuannya murni demi mempercepat adopsi transportasi ramah lingkungan secara masif.

Berikut beberapa negara yang memberikan diskon gila untuk masyarakat yang hendak beralih ke kendaraan listrik dilansir dari berbagai sumber.

Agresivitas Norwegia dan Stabilitas Jerman

Norwegia menjadi contoh paling radikal dalam memberikan keringanan bagi masyarakatnya. Mereka membebaskan PPN sebesar 25 persen untuk setiap unit tanpa emisi yang terjual.

Bukan hanya itu, biaya pendaftaran, tarif parkir, hingga jalan tol juga didiskon besar-besaran. Hasilnya luar biasa, lebih dari 90 persen mobil baru di sana pada 2025 didominasi oleh produk EV.

Bergeser ke Jerman, negara industri otomotif ini juga masih menahan diri untuk menarik pungutan. Mereka memberlakukan pembebasan pajak kendaraan tahunan hingga 2030 mendatang.

baca juga

Pemerintah Jerman juga tetap memberikan subsidi langsung pada harga pembelian. Insentif ini kini dipatok sebesar €4.500 atau sekitar Rp90,8 juta.

Syarat Ketat Amerika Serikat dan Dominasi China

Ilustrasi mobil Tesla. (Pexels/SCREEN POST)
5 Negara Beri Diskon Gila Di Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik (Pexels/SCREEN POST)

Amerika Serikat mengambil pendekatan berbeda lewat program Inflation Reduction Act (IRA). Kebijakan ini memberikan kredit pajak hingga US$7.500 atau setara Rp128,5 juta untuk unit baru.

Unit bekas pun masih diguyur insentif hingga US$4.000 (Rp68,5 juta). Namun syaratnya ketat, mulai dari batas harga maksimal hingga kewajiban perakitan di wilayah Amerika Utara.

Sementara itu, China sebagai pasar terbesar di dunia memperpanjang pembebasan pungutan pembelian hingga 2027. Mereka ingin mempertahankan dominasi industri otomotif energi baru atau NEV.

Insentif di China makin menarik dengan adanya fasilitas pelat nomor gratis. Subsidi tambahan juga mengalir deras dari masing-masing pemerintah daerah sesuai ketentuan lokal.

Jurus Manis Tetangga Serumpun Malaysia

Proton X70 dalam Malaysia International Motor Show 2018 [Shutterstock]
Proton X70 dalam Malaysia International Motor Show 2018 [Shutterstock]

Tidak perlu jauh-jauh, negara tetangga Malaysia juga terlihat sangat memanjakan calon pembeli. Mereka menghapus bea masuk untuk unit utuh atau CBU.

Pajak cukai dan penjualan juga ikut dipangkas habis demi menarik minat warganya. Langkah fiskal ini terbukti ampuh mendongkrak tren elektrifikasi di Negeri Jiran.

Insentif perorangan pun diberikan hingga RM2.500 atau sekitar Rp10,8 juta. Dana ini khusus diberikan bagi masyarakat yang membeli atau memasang alat pengisian daya di rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solar Mahal, Harga Wuling Cloud EV Seken Berapa? Alternatif Menarik untuk Dilirik

Solar Mahal, Harga Wuling Cloud EV Seken Berapa? Alternatif Menarik untuk Dilirik

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 15:45 WIB

Tampil bak Range Rover, Jaecoo J5 EV Ternyata Dibanderol Rp200 Jutaan

Tampil bak Range Rover, Jaecoo J5 EV Ternyata Dibanderol Rp200 Jutaan

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 15:00 WIB

Makin Murah? Segini Harga Wuling Air EV Second Terbaru Akhir April 2026

Makin Murah? Segini Harga Wuling Air EV Second Terbaru Akhir April 2026

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

×