Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 24 April 2026 | 13:56 WIB
Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel
Ilustrasi bahan bakar campuran etanol 85 persen. (Gemini)
baca 10 detik
  • Pemerintah India mengembangkan kebijakan bahan bakar E85 untuk mengurangi ketergantungan impor minyak dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
  • Penggunaan bahan bakar E85 memerlukan dukungan kendaraan berteknologi flex-fuel khusus agar mesin tidak mengalami kerusakan teknis serius.
  • Penerapan kebijakan ini menuntut kesiapan infrastruktur SPBU serta kolaborasi industri otomotif dalam memproduksi kendaraan yang efisien.

Suara.com - Pemerintah India tampaknya semakin serius dalam urusan kedaulatan energi. Setelah sukses menggebrak pasar otomotif lewat bensin E20, kini pemerintah mereka melangkah lebih jauh dengan menyiapkan kebijakan E85.

Bahan bakar ini mengandung campuran 85 persen etanol dan hanya 15 persen bensin. Langkah berani ini diambil sebagai strategi jitu untuk lepas dari ketergantungan impor minyak mentah yang harganya seringkali tidak menentu di pasar global, menurut Motorbeam.

Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren hijau. Bagi India, E85 adalah solusi logis untuk menekan emisi sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan memperbesar porsi etanol, beban devisa untuk membeli minyak dari luar negeri bisa ditekan secara signifikan.

Secara teknis, E85 memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan bensin murni maupun E20 yang saat ini sudah beredar. Karena kadar etanolnya mencapai 85 persen, bahan bakar ini tidak bisa ditenggak oleh sembarang mesin.

Kendaraan harus memiliki spesifikasi mesin flex-fuel yang memang dirancang tahan terhadap sifat korosif etanol tinggi dan mampu menyesuaikan sistem pembakaran secara otomatis.

Bagi pemilik mobil bensin konvensional, penggunaan E85 secara paksa sangat tidak disarankan. Komponen seperti selang bahan bakar, segel, dan tangki pada mobil lama bisa cepat aus atau rusak jika terpapar konsentrasi etanol setinggi itu.

Oleh karena itu, transisi ke E85 juga menuntut kesiapan produsen otomotif untuk menghadirkan lebih banyak lini kendaraan flex-fuel di pasar.

Mengapa India Begitu Ambisius?

Ilustrasi Toyota Avanza mengisi BBM jenis Bioetanol (Suara x Gemini)
Ilustrasi Toyota Avanza mengisi BBM jenis Bioetanol (Suara x Gemini)

Alasan utama di balik kebijakan ini adalah stabilitas ekonomi. India merupakan salah satu importir minyak mentah terbesar di dunia, yang membuatnya sangat rentan terhadap gejolak geopolitik.

baca juga

Dengan memanfaatkan etanol yang berasal dari hasil pertanian seperti tebu, jagung, dan singkong, pemerintah India sebenarnya sedang memberi panggung bagi petani lokal.

Keberhasilan program E20 yang targetnya dipercepat dari tahun 2030 ke 2025 memberikan rasa percaya diri tinggi bagi pemerintah setempat.

E85 dipandang sebagai kelanjutan alami dari misi diversifikasi energi ini. Selain dampak ekonomi, sisi lingkungan juga menjadi poin krusial mengingat kualitas udara di kota-kota besar seperti New Delhi seringkali berada pada level yang mengkhawatirkan.

Tantangan Besar di Balik Transisi Energi

Tentu saja, jalan menuju implementasi penuh E85 tidaklah mulus. Tantangan pertama ada pada infrastruktur pengisian bahan bakar.

Stasiun pengisian BBM (SPBU) di seluruh pelosok India harus melakukan investasi besar untuk menyediakan tangki penyimpanan dan dispenser khusus E85.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

Tekno | Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB

Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix

Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 16:20 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:03 WIB

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×