Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:43 WIB
Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon
BYD masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)
baca 10 detik
  • Pentagon resmi memasukkan BYD ke daftar hitam perusahaan militer China karena keterkaitan dengan pemerintah dan otoritas negara tersebut.
  • Keputusan ini membatasi pengadaan pemerintah Amerika Serikat dan menciptakan ketidakpastian bagi operasional BYD di pasar Amerika Utara.
  • Produsen otomotif tersebut kini berisiko menghadapi hambatan kerja sama bisnis serta tantangan proteksionisme pasar yang semakin ketat.

Suara.com - Amerika Serikat secara resmi memasukkan raksasa otomotif BYD ke dalam daftar hitam perusahaan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan militer China. Keputusan Pentagon ini memicu ketidakpastian besar bagi ekspansi BYD di pasar global terutama di wilayah Amerika Utara.

Berdasarkan pembaruan pasal 1260H yang dikutip dari CarNewsChina, BYD kini masuk dalam kategori "perusahaan militer China" bersama sejumlah raksasa teknologi lain seperti Alibaba, Baidu, hingga produsen baterai EVE Energy. Pentagon menuduh produsen asal Shenzhen tersebut memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) serta Kementerian Industri dan Teknologi Informasi  (MIIT) di China.

Dokumen Departemen Pertahanan menyebutkan bahwa BYD merupakan "kontributor fusi militer-sipil" karena keterkaitannya dengan MIIT serta zona usaha fusi militer. Status ini menjadi ironi mengingat BYD telah lama menanamkan investasi besar di Amerika Serikat melalui pembangunan fasilitas produksi bus listrik di Lancaster, California, yang telah beroperasi sejak 2014 dan memiliki luas lebih dari 500.000 kaki persegi.

Langkah tegas Pentagon ini memang tidak serta merta memberikan sanksi ekonomi langsung kepada perusahaan terkait. Namun, kebijakan tersebut secara signifikan akan membatasi pengadaan pemerintah Amerika Serikat di masa mendatang dan berpotensi mempersulit kerja sama bisnis dengan mitra strategis asal Negeri Paman Sam.

Beberapa perusahaan pendukung rantai pasok otomotif lainnya juga terkena imbas. EVE Energy yang merupakan penyuplai baterai untuk merek global seperti Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz ikut terseret karena dugaan dukungan pemerintah melalui program "Single Champion". Begitu pula dengan produsen teknologi lidar seperti Hesai dan Robosense yang diduga memiliki afiliasi dengan PLA.

Meskipun berada dalam posisi sulit, perusahaan yang masuk dalam daftar hitam seperti BYD masih diberikan kesempatan untuk mengajukan permohonan kepada Pentagon agar dihapus dari daftar tersebut. Ketegangan geopolitik ini mempertegas tantangan besar bagi produsen kendaraan listrik asal China dalam menghadapi proteksionisme pasar Amerika Serikat yang semakin ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Motor Gaul untuk Pelajar, Suzuki Fronx Bawa Dashcam 4K dan Fitur ADAS

Terpopuler: Motor Gaul untuk Pelajar, Suzuki Fronx Bawa Dashcam 4K dan Fitur ADAS

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2026 | 06:45 WIB

BYD Ancam Takhta Toyota Setelah Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak Drastis

BYD Ancam Takhta Toyota Setelah Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak Drastis

Otomotif | Senin, 08 Juni 2026 | 15:05 WIB

Strategi Agresif Toyota Bendung Dominasi BYD dengan Luncurkan RAV4 PHEV Lebih Cepat

Strategi Agresif Toyota Bendung Dominasi BYD dengan Luncurkan RAV4 PHEV Lebih Cepat

Otomotif | Senin, 08 Juni 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Pria Viral Aniaya Perempuan di Taman Kota Pekanbaru Ditangkap

Pria Viral Aniaya Perempuan di Taman Kota Pekanbaru Ditangkap

Riau | Rabu, 09 September 2026 | 08:29 WIB

Uji Pasal Santet di MK, 5 Mahasiswa Unpam Ditanya Hakim: Anda Punya Kekuatan Gaib?

Uji Pasal Santet di MK, 5 Mahasiswa Unpam Ditanya Hakim: Anda Punya Kekuatan Gaib?

News | Rabu, 09 September 2026 | 08:27 WIB

Hujan Abu Vulkanik Datang? Ini Protokol Ketat Berkendara Agar Motor Tetap Sehat dan Selamat

Hujan Abu Vulkanik Datang? Ini Protokol Ketat Berkendara Agar Motor Tetap Sehat dan Selamat

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 08:24 WIB

BPS Rahasiakan Bobot 39 Variabel Penentu Desil

BPS Rahasiakan Bobot 39 Variabel Penentu Desil

News | Rabu, 09 September 2026 | 08:10 WIB

Dari Game of Thrones ke Harry Potter, realme Makin Serius Bikin Smartphone Crossover

Dari Game of Thrones ke Harry Potter, realme Makin Serius Bikin Smartphone Crossover

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 08:10 WIB

Operasi SAR Hari Kedua 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Dilanjutkan, Area Pencarian Diperluas

Operasi SAR Hari Kedua 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Dilanjutkan, Area Pencarian Diperluas

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 08:09 WIB

Menakar Jalan Panjang Olahraga Indonesia

Menakar Jalan Panjang Olahraga Indonesia

Opini | Rabu, 09 September 2026 | 08:04 WIB

Terungkap! Ini Identitas Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Terungkap! Ini Identitas Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Jabar | Rabu, 09 September 2026 | 08:00 WIB

Sidang Kasus Haji: Dua Saksi Bantah Yaqut Cholil Qoumas Terima Uang USD 271 Ribu

Sidang Kasus Haji: Dua Saksi Bantah Yaqut Cholil Qoumas Terima Uang USD 271 Ribu

News | Rabu, 09 September 2026 | 07:59 WIB

Pekanbaru Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap Karhutla

Pekanbaru Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap Karhutla

Riau | Rabu, 09 September 2026 | 07:48 WIB

×