- Kejagung gelar BPA Fair 2026 untuk lelang ratusan aset sitaan negara.
- Aset ratusan miliar mencakup mobil sport hingga lukisan berbalut emas murni.
- Masyarakat bisa mendaftar lewat e-katalog resmi dengan dukungan transaksi Bank Himbara.
Suara.com - Bagi Anda pemburu barang mewah dengan harga wajar, perhatikan jadwal terbaru dari Kejagung. Ratusan aset sitaan termasuk mobil sport siap masuk meja lelang secara terbuka.
Selama ini pelelangan barang rampasan negara kerap dianggap rumit dan sepi peminat. Namun, lewat ajang BPA Fair 2026, stigma lawas tersebut siap dipatahkan sepenuhnya.
Dilansir dari Kejaksaan.go.id, Badan Pemulihan Aset (BPA) menyulap birokrasi kaku menjadi festival lelang modern layaknya belanja daring. Masyarakat awam kini bisa memantau barang incaran langsung dari genggaman ponsel.
Harta Karun Ratusan Miliar Mencari Tuan Baru
Perhelatan bertema “Pemulihan Aset Untuk Kesempurnaan Keadilan” ini digelar pada 18-22 Mei 2026. Lokasi acaranya berpusat di Kantor Badan Pemulihan Aset, Jakarta.
Tidak main-main, ada lebih dari 400 aset yang terbagi dalam 245 lot penawaran resmi. Estimasinya, nilai seluruh barang bergerak tersebut sukses menembus angka Rp100 miliar.
Aset yang ditawarkan bukan sekadar barang biasa, melainkan koleksi bernilai tinggi. Publik bebas berburu tas mewah, perhiasan, properti strategis, hingga lukisan berbahan emas. Tak lupa mobil sport mewah.
Karena 90 persen berupa aset bergerak, calon pembeli sangat dimudahkan melihat fisik aslinya. Semua barang sudah dirawat khusus guna menjaga nilai dan fungsi ekonominya.
Pemerintah menargetkan setidaknya 75 persen dari total aset ini laku terjual. Nantinya, seluruh dana yang masuk akan dipakai menambal kerugian kas negara.
![Sejumlah mobil sitaan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ditampilkan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (5/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/05/82293-kejagung-sita-mobil-mewah-riza-chalid-mohammad-riza-chalid.jpg)
Transformasi Digital Tanpa Celah Bodong
Kepala BPA Kejaksaan RI Dr. Kuntadi menyebut ajang ini sebagai terobosan berani. Inovasi perdana ini diharapkan menjadi solusi jitu mengatasi rendahnya antusiasme publik.
“Program ini dirancang secara komprehensif untuk menguatkan sistem pemulihan aset nasional melalui integrasi data dan optimalisasi nilai manfaat ekonomi maupun sosial dari aset hasil penegakan hukum,” jelas Kepala BPA Dr Kuntadi dilansir dari kejaksaan.go.id.
Untuk memudahkan warga, seluruh proses pendaftaran murni memanfaatkan fasilitas e-catalogue resmi. Transparansi digital ini menjamin setiap orang punya peluang setara tanpa jalur orang dalam.
Langkah ini diperkuat melalui sinergi intensif bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Kejagung juga resmi menggandeng bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara.
“Kolaborasi strategis dengan Bank Himbara ini merupakan bentuk dukungan sistem transaksi dan pembayaran, sekaligus mitra dalam publikasi dan edukasi kepada masyarakat," ujar Kepala BPA.
Lebih dari Sekadar Penegakan Hukum
Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna memandang lelang ini dari sudut pandang edukasi sosial. Ini adalah bukti sahih keterbukaan institusi dalam menepis prasangka negatif publik.
“Penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga harus memastikan pemulihan kerugian negara. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi publik sekaligus menjawab berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Harga aset yang disuguhkan dijamin sangat kompetitif menyesuaikan standar wajar pasar saat ini. Semuanya dilakukan tanpa melanggar prinsip utama optimalisasi penerimaan negara.
Dukungan nyata turut dilontarkan oleh berbagai pimpinan tinggi perbankan nasional. Mereka melihat potensi besar perputaran ekonomi yang sehat dari ajang tahunan ini.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Anggoro Eko Cahyo menyambut antusias peluncuran program ini.
"Harapannya, acara ini mampu menjaring pembeli potensial yang tepat agar dapat mendorong peningkatan transaksi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Sinergi serupa ditekankan oleh Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk, Adhika Vista.
“Melalui sinergi ekosistem bisnis yang kuat, kami berkomitmen untuk mengakselerasi pemanfaatan aset agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal,” ujar Adhika.