Suara.com - Program mandatori alias wajib penggunaan BBM B50 akan diterapkan 1 Juli 2026 ini. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pengujian.
Uji laboratorium mulai awal tahun 2025, sementara uji jalan kendaraan operasional B50 pada mesin Diesel serentak dilakukan sejak Desember 2025.
"Kita sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor pada 6 Desember 2026," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi.
Menurut Eniya, keenam sektor itu adalah otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit, dan kereta. Proses pengujian dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan standar teknis, konsistensi, dan keselamatan tetap terjaga.
Setelah selesai uji jalan, kendaraan akan dicek secara menyeluruh untuk melihat kinerja dan dampak bahan bakar B50 terhadap mesin kendaraan.
Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan bahwa penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kendala yang signifikan.
Uji jalan kendaraan kategori di atas 3,5 ton seluruhnya telah selesai melaksanakan target jarak tempuh 40.000 km.
Sedangkan untuk di bawah 3,5 ton baru sampai 40.000 km dari target 50.000 km dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar dalam kategori baik serta masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.
Uji jalan B50 pada kendaraan otomotif disambut baik oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
"Kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50" ujar Abdul Rochim anggota GAIKINDO.
Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B100 untuk campuran 50% (B50) telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.
Khususnya parameter kadar air, monogliserida dan kestabilan oksidasi sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair.
Pengujian performa dan konsumsi bahan bakar juga menunjukkan bahwa kinerja kendaraan tetap stabil, dengan konsumsi bahan bakar berada dalam rentang standar pabrikan serta tidak menunjukkan penurunan performa yang signifikan.
Namun, muncul pertanyaan apakah mesin diesel yang sudah tua bisa memakai B50?
Apakah Mesin Diesel yang sudah Tua Bisa Memakai B50?
Berdasarkan informasi terbaru, penggunaan B50 (campuran 50% bahan bakar nabati dari kelapa sawit dan 50% solar) pada mesin diesel tua sebenarnya bisa dilakukan, namun tidak direkomendasikan tanpa persiapan dan perawatan khusus.
Secara umum, meskipun uji coba pemerintah menyatakan tidak ada masalah serius pada kendaraan secara umum (baru maupun lama), perawatan ekstra sangat diperlukan untuk mesin diesel tua untuk mencegah masalah jangka panjang.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Risiko Mesin Tua: Mesin diesel lama yang tidak didesain untuk biodiesel tinggi berpotensi mengalami penyumbatan filter lebih cepat dan degradasi seal (karet) karena sifat pembersih biodiesel yang agresif.
- Performa: Hasil uji coba menunjukkan adanya penurunan daya karena energi dari biofuel lebih rendah daripada solar murni.
- Perawatan Intensif: Jika mesin tua dipaksa menggunakan B50, filter bahan bakar harus diganti lebih sering.
- Modifikasi: Pada kendaraan tipe lama, mungkin diperlukan sedikit modifikasi di bengkel resmi agar lebih kompatibel.
Kontributor : Rizky Melinda