- Sebuah taksi listrik mogok di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyebabkan belasan korban jiwa.
- Mobil listrik sulit didorong karena aki 12 volt yang soak mengunci transmisi dan rem secara otomatis.
- Pengemudi wajib memprioritaskan keselamatan diri saat kondisi darurat, karena memaksa mendorong mobil dapat merusak sistem kelistrikan.
Suara.com - Tragedi kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Insiden yang merenggut belasan nyawa ini dipicu oleh sebuah taksi listrik dengan kendaraan berjenis VinFast VF e34 yang mogok tepat di perlintasan kereta api.
Salah satu faktor yang membuat situasi berubah kritis adalah mobil yang mogok tersebut dilaporkan tidak bisa didorong.
Lalu, mengapa mobil listrik yang mati total begitu sulit dipindahkan? Memahami hal ini penting, apalagi jika suatu hari kita mengalaminya sendiri di lokasi rawan seperti perlintasan kereta.
Bukan "Nekat", Memang Beda Karakternya
Jika mobil bensin mogok masih bisa "diakali" dengan didorong, mobil listrik tidak sesederhana itu. Mahaendra Gofar pendiri EV Safe mengatakan pada media bahwa ada perbedaan pada sistem transmisi modernnya.
Ia mengatakan bahwa mobil dengan electronic shifter, saat mogok, umumnya akan mengaktifkan rem agar tidak menggelinding. Ini bagian dari sistem keselamatan.
Jadi, wajar jika mobil listrik tiba-tiba mogok, rem sering kali terkunci secara otomatis. Jangan kaget dan jangan langsung panik jika tiba-tiba mobil sulit digeser.
"Salah"-nya Ada di Aki Kecil 12 Volt
Inilah akar masalahnya. Semua mobil listrik memiliki electronic shifter (pemindah gigi elektronik) untuk memilih posisi N (Netral), D (Drive), atau R (Reverse).
Sistem elektronik ini, serta fitur keselamatan banyak lainnya, tidak ditenagai oleh baterai besar di kolong mobil, melainkan oleh aki kecil 12 volt.
Jadi, ketika mobil mogok karena baterai utama habis, aki 12 volt sebenarnya bisa saja baik-baik saja. Masalah terjadi saat aki 12 volt itu sendiri melemah atau soak.
Akibatnya, sistem komputer mobil tidak bisa memerintahkan transmisi untuk pindah ke posisi Netral. Akibatnya, gigi tetap terkunci di P (Parkir) atau mengunci rem parkir, sehingga mobil benar-benar tidak bisa digeser sedikit pun.

Bahaya Memaksa Didorong
Selain risiko rem mengunci, memaksa mendorong mobil listrik bisa merusak komponen vital. Ketika roda berputar tanpa sistem kontrol yang aktif, motor listrik bisa berubah menjadi generator yang mengirimkan arus listrik tidak stabil secara paksa ke komponen elektronik sensitif seperti inverter.
Ini dapat menyebabkan kerusakan permanen yang biaya perbaikannya sangat mahal.