Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 30 April 2026 | 15:21 WIB
Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini
Mobil listrik. Termurah(freepik)
baca 10 detik
  • Pasar mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 menawarkan harga kompetitif, seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV.
  • Pembeli wajib memeriksa persentase *State of Health* (SOH) baterai minimal 80% guna menjamin performa kendaraan tetap optimal.
  • Pastikan unit memiliki riwayat servis resmi dan garansi baterai pabrikan untuk melindungi dari risiko penurunan kapasitas daya.

Suara.com - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia kini makin riuh. Wuling Air EV turun ke Rp119 juta, Hyundai Ioniq 5 bahkan bisa ditebus di bawah Rp350 juta. Tapi, jangan sampai silau harga murah.

Ada satu "rapor" wajib yang Anda harus periksa: Sisa Kesehatan Baterai. Kalau angkanya di bawah standar, bukannya irit, Anda malah bisa menuai petaka.

Harga mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 sedang berada di titik paling menggiurkan. Ambil contoh Hyundai Ioniq 5 yang dulu meluncur di harga Rp800 jutaan, kini unit bekas tahun 2022-2023 bisa ditemukan di kisaran Rp300 jutaan hingga Rp450 jutaan.

Bahkan untuk entry-level mungil seperti Wuling Air EV Long Range 2022, harganya sudah sangat terjangkau di angka Rp119 juta.

Meski begitu, calon pembeli tidak bisa serta-merta menyamakan inspeksi mobil listrik dengan mobil bensin. Jika pada mobil konvensional kita fokus pada suara mesin, kebocoran oli, dan asap knalpot—pada mobil listrik kita bicara tentang 'nyawa' kendaraan itu sendiri: Baterai.

Komponen ini bukan hanya menentukan seberapa jauh mobil bisa melaju, tetapi juga mencakup 30-40% dari total harga kendaraan. Maka, pertanyaan emasnya: berapa sih "battery health" minimal yang aman untuk mobil listrik bekas?

Memahami Rapor Kesehatan Baterai: SOH Itu Apa?

Battery health atau yang lebih dikenal dengan istilah State of Health (SoH) adalah parameter persentase yang menunjukkan sisa kapasitas baterai saat ini dibandingkan saat pertama kali baterai tersebut masih dalam kondisi 100% baru.

Contoh sederhana: Jika sebuah mobil saat baru mampu menempuh jarak 500 km dalam sekali pengisian penuh, maka di kondisi SOH 80%, jarak tempuh maksimalnya otomatis menyusut menjadi sekitar 400 km.

baca juga

Penyusutan ini adalah proses kimiawi alami dan tidak bisa dihindari. Bedanya, pada mobil listrik modern, berkat sistem pendingin baterai yang cerdas, degradasi ini berjalan sangat lambat. Studi global pada 2024-2025 menunjukkan rata-rata penyusutan baterai hanya sekitar 1-2% per tahun.

Bahkan beberapa model yang diuji massal masih menunjukkan SOH di atas 90% meski sudah menempuh jarak lebih dari 100.000 mil.

Ilustrasi pengisian daya pada mobil listrik (Gemini AI)
Ilustrasi pengisian daya pada mobil listrik (Gemini AI)

Angka Keramat: Di Atas 80% Itu Sehat, Di Bawah 70% Patut Dicurigai

Lalu, di titik mana kita harus mulai waspada? Mayoritas pedoman internasional dan standar garansi pabrikan memberikan tolok ukur yang cukup seragam.

Asosiasi Inspeksi Kendaraan Jerman (TÜV) menyatakan, jika SOH berada di level 80% atau lebih, kendaraan listrik tersebut dianggap layak pakai untuk mobilitas harian.

Sementara itu, platform jual-beli kendaraan Eropa seperti Ayvens Carmarket juga mematok SOH 80% sebagai standar kelayakan utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:40 WIB

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 11:25 WIB

Terkini

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

×