Ciri Mobil yang Tak Boleh Pakai Bioetanol, Wajib Tahu agar Mesin Tidak Rusak

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 30 April 2026 | 16:00 WIB
Ciri Mobil yang Tak Boleh Pakai Bioetanol, Wajib Tahu agar Mesin Tidak Rusak
Ciri mobil yang tak boleh pakai bioetanol. (freepik)

Suara.com - Isu penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan semakin sering dibahas seiring dorongan besar menuju energi bersih di Indonesia.

Bioetanol sendiri merupakan bahan bakar nabati yang dibuat dari fermentasi komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung, sehingga dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu menekan emisi karbon.

Melalui program transisi energi, pemerintah bersama berbagai pihak termasuk PT Pertamina (Persero) dan subholding energi baru terbarukan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) terus mendorong pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari bauran energi masa depan.

Namun di balik rencana besar tersebut, tidak semua kendaraan di jalanan saat ini siap menerima bahan bakar berbasis etanol.

Inovasi ini membutuhkan kesiapan teknologi, termasuk dari sisi kendaraan itu sendiri. Tanpa penyesuaian yang tepat, bioetanol justru bisa berdampak pada performa dan keawetan mesin.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami sejak awal apakah mobil mereka benar-benar kompatibel dengan bahan bakar ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

Kenapa Bioetanol Tidak Cocok untuk Semua Mobil?

Ilustrasi Toyota Avanza menenggak bensin Etanol (Suara x Gemini)
Ilustrasi Toyota Avanza menenggak bensin Etanol (Suara x Gemini)

Secara teknis, bioetanol memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air dari udara. Sifat ini dapat memicu korosi pada komponen logam dalam sistem bahan bakar. Selain itu, kandungan alkohol di dalamnya juga bisa mempercepat kerusakan pada karet dan plastik tertentu.

Para ahli otomotif juga menegaskan bahwa penggunaan bioetanol dengan kadar tinggi tanpa penyesuaian mesin dapat menurunkan performa kendaraan dan memperpendek usia komponen penting seperti injektor dan selang bahan bakar.

baca juga

Ciri Mobil yang Tidak Boleh Pakai Bioetanol, atau Tidak Disarankan

Berikut beberapa ciri kendaraan yang sebaiknya tidak menggunakan bioetanol:

1. Mobil produksi lama (di bawah tahun 2000-an)

Kendaraan lama umumnya belum dirancang untuk bahan bakar campuran alkohol sehingga tidak memiliki sistem pelindung material yang kompatibel.

2. Sistem bahan bakar masih berbahan karet atau plastik lama

Karet alam pada selang, gasket, dan O-ring bisa mengeras, retak, atau melar jika terkena etanol secara terus-menerus.

3. Tidak memiliki sistem pengaturan bahan bakar otomatis (ECU modern)

Mobil dengan karburator atau injeksi lama tidak mampu menyesuaikan campuran udara dan bahan bakar, sehingga mesin bisa menjadi terlalu panas atau tidak stabil.

4. Tangki bahan bakar rentan korosi

Karena bioetanol menyerap air, tangki logam tanpa pelapis anti-korosi modern berisiko berkarat dari dalam.

5. Komponen mesin tidak dirancang tahan alkohol

Seal dan lapisan pelindung pada kendaraan lama bisa cepat rusak jika terus-menerus terpapar etanol.

Dampak Jika Tetap Dipaksakan Menggunakan Bioetanol

Jika mobil yang tidak kompatibel tetap dipaksa menggunakan bioetanol, beberapa masalah yang bisa muncul antara lain:

  • Mesin sulit dihidupkan atau brebet
  • Kebocoran bahan bakar akibat karet yang rusak
  • Kerusakan injektor karena korosi
  • Overheat akibat campuran bahan bakar tidak ideal
  • Penurunan performa mesin secara keseluruhan

Demikianlah informasi lengkap terkait ciri mobil yang tidak boleh pakai bioetanol. Sebelum beralih ke bahan bakar campuran etanol, pastikan kendaraan Anda sesuai spesifikasi pabrikan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga Ubi Kayu, Jagung, dan Tebu Terbaru April 2026, sebelum Bioetanol E20 Digenjot

Update Harga Ubi Kayu, Jagung, dan Tebu Terbaru April 2026, sebelum Bioetanol E20 Digenjot

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 13:40 WIB

Mobil yang Aman Pakai E20 di Indonesia Minimal Buatan Tahun Berapa? Ini 5 Rekomendasinya

Mobil yang Aman Pakai E20 di Indonesia Minimal Buatan Tahun Berapa? Ini 5 Rekomendasinya

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 11:37 WIB

Pertamina Siap Genjot E20: Ubi, Jagung, dan Tebu Siap Jadi Santapan Mobil dan Motor

Pertamina Siap Genjot E20: Ubi, Jagung, dan Tebu Siap Jadi Santapan Mobil dan Motor

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 10:13 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×