- Harga pasar bekas tujuh mobil mewah populer di Indonesia kini merosot tajam hingga setara mobil LCGC.
- Penurunan harga tersebut disebabkan oleh usia kendaraan yang bertambah serta tingginya biaya pajak dan operasional harian.
- Meskipun harga beli terjangkau, pemilik tetap harus menanggung beban perawatan kompleks dan konsumsi bahan bakar yang boros.
Suara.com - Dulu, deretan mobil ini adalah raja jalanan. Sosoknya yang besar dan mengintimidasi sering kali diidentikkan dengan perilaku arogan para pengemudinya. Namun, roda nasib rupanya berputar. Harga mobil bekas tersebut kini telah merosot drastis menyentuh level yang mengejutkan.
Sebuah ironi yang cukup "menyegankan": mobil yang dulu dipandang sebagai simbol status, sekarang bisa dibeli dengan harga setara Low Cost Green Car (LCGC).
Tapi ingat, di balik harga beli yang menggiurkan, tersimpan jebakan biaya operasional yang tidak main-main. Penasaran? Ini tujuh di antaranya.
1. Honda CR-V Generasi Pertama (1996–2002) – Sang Pelopor SUV yang Kini Merakyat

Honda CR-V adalah pionir yang membuka jalan bagi popularitas SUV di Indonesia. Postur tubuhnya yang gagah pada zamannya membuat para pengemudi lain seperti "mengecil" di tengah jalan.
Kini, mobil yang dulu identik dengan kalangan eksekutif mapan ini sudah sangat terjangkau, bahkan berstatus sebagai salah satu SUV "termurah" yang bisa Anda miliki.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp50–90 juta
- Mesin 2.0L 4-Silinder (B20B)
- Konsumsi BBM 8–11 km/liter (dalam kota)
- Pajak Tahunan Estimasi ~Rp4,5–6,8 juta
(+) Handling nyaman, kabin lega dengan fitur meja piknik legendaris; harga beli setara LCGC.
(-) Konsumsi BBM boros; pajak tahunan yang tinggi (dulu NJKB-nya mahal) sering bikin calon pembeli generasi milenial mundur teratur.
2. Toyota Fortuner (Generasi Pertama, 2005–2011) – Mantan "Raja Jalanan" yang Pajak & BBM-nya Bikin Pusing

Jika ada satu mobil yang paling lekat dengan citra arogan di Indonesia, Fortuner generasi pertama adalah jawaranya. Dengan dimensi besar dan tampilan macho, mobil ini dulunya seperti memiliki "hak veto" di jalan.
Namun, jatuhnya pamor mesin diesel lawas dan biaya operasional yang tinggi menghajar harga bekasnya tanpa ampun, menjadikannya kini setara dengan unit LCGC terbaru.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp115–170 juta
- Mesin 2.7L Bensin (2TR-FE) / 2.5L Diesel
- Konsumsi BBM 7–9 km/liter (bensin dalam kota)
- Pajak Tahunan Estimasi ~Rp7–9,2 juta
(+) Mesin diesel generasi awal terkenal awet; ground clearance tinggi untuk banjir.
(-) Bensin sangat boros (tidak aman dikasih solar subsidi); pajak tahunan bisa menyentuh Rp9 juta, setara beli motor matic baru setiap tahunnya.
3. Mitsubishi Pajero Sport (Generasi Pertama, 2009–2015) – Pesaing Fortuner yang Bernasib Sama

Seteru abadi Fortuner ini juga tidak luput dari cap "mobil arogan" di jalan raya. Desain belakang yang kontroversial justru menjadi ciri khasnya. Saat ini, harga Pajero Sport bekas tahun-tahun awal sudah sangat terpangkas.