- Pertamina resmi menaikkan harga BBM jenis diesel non-subsidi, Pertamina Dex dan Dexlite, mulai 4 Mei 2026 di Indonesia.
- Kenaikan harga tersebut dilakukan Pertamina sebagai langkah respons terhadap fluktuasi harga energi global yang sangat dinamis saat ini.
- Harga diesel non-subsidi Indonesia kini lebih mahal daripada harga diesel di Malaysia, meski Biosolar tetap jauh lebih murah.
Dari sini terlihat bahwa bensin subsidi di Indonesia (Pertalite) masih jauh lebih murah dibandingkan bensin subsidi Malaysia (RON95).
Namun, untuk bensin kelas atas, Pertamax Turbo kita (Rp 19.900) justru sedikit lebih kompetitif dibandingkan RON97 Malaysia (Rp 21.479).
Kondisi ekonomi saat ini memang cukup menantang, apalagi dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang masih menunjukkan pelemahan di kisaran Rp 17.405.
Disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi yang semakin lebar di Indonesia memang kerap menjadi topik hangat karena potensi pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat.